STRATEGI PEMBEDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN KOPI RAKYAT GUNA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN
oleh: Purwowibowo
Kelompok Riset: Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat
Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial
FISIP Universitas Jember
“Hidup dapat diibaratkan seperti secangkir kopi hitam. Di dalam secangkir kopi ada rasa manis dan pahit kemudian bertemu di dalam sebuah kehangatan.”
"Secangkir kopi dapat menjadi sebuah inspirasi, bahwa dalam secangkir kopi tidak pernah
berdusta atas nama rasa. Kopi selalu punya cerita, bahwa yang hitam
tidak selalu kotor maupun jorok, sedangkan rasa pahit juga tidak selalu membawa
kesedihan atau penderitaan.”
A. Judul Kegiatan:
Strategi Pembedayaan Masyarakat Melalui Penanaman Kopi Rakyat Guna Peningkatan Kesejahteraan Di Wilayah Bondowoso
B. Latar Belakang
Kabupaten Bondowoso, merupakan salah satu wilayah Besuki yang beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu wilayah yang gencar mengembangkan komoditas kopi. Sejak tahun 2016, Pemerintah Bondowoso mem-Branding wilayah ini dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’.
Dengan branding tersebut, kabupaten ini berusaha meningkatkan produksi kopi, terutama yang dihasilkan oleh petani kopi atau kopi yang dihasilkan masyarakat. Hal ini, tentu terkait dengan usaha pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu penghasil kopi rakyat telah mampu menyumbangkan produksi kopi nasional. Hal ini sebagai strategi utama dari agrobis (Herawati, 2015). Produksi kopi dari Kabupaten Bondowoso, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kopi lokal dan nasional, melainkan diperuntukkan juga sebagai komoditas ekspor untuk mendukung eskpor dari luar minyak dan gas (migas).
Dari tahun 2010 sampai dengan 2015, tren PDRB meningkat dan memberikan pengaruh secara signifikan terhadap akselerasi perekonomian masyarakat. Gambaran tersebut dapat dilihat dari tahun 2010 PDRB-nya sebesar Rp. 8,515 miliar dan pada tahun 2015 sebesar Rp. 14,484 miliar.
Dengan kondisi geografis bergunung-gunung dan potensial untuk menanam kopi maka Kabupaten Bondowoso melakukan gerakan menanam kopi yang dilakukan oleh masyarakat. Pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Perhutani untuk menanam kopi dengan sistem tumpang sari atau coffee agroforestry (Bosselmann, 2009). Suatu model penanaman pohon kopi di sela-sela pohon besar di kawasan Perhutani.
Skemanya, penanaman dan pemeliharaan dilakukan oleh masyarakat yang menaman pohon kopi di sekitar wilayah perhutani. Maksud dari model ini, masyarakat dapat memanfaatkan lahan perhutani tanpa harus melakukan ‘ilegal logging’ atau pencuian hasil hutan berupa kayu dan hasil hutan lainnya. Hasilnya atau produknya,berupa panen kopi dibagi kedua belah pihak, petani penanam mendapatkan hak 70% dan perhutani mendapatkan 30%.
Selain model tumpang sari, pemerintah juga mendorong seluruh masyarakat yang mempunyai lahan ‘tidur’, juga harus ditanami kopi. Sehingga sampai saat ini dapat disaksikan di semua wilayah kabupaten Bondowoso terlihat - di mana-mana terdapat tanaman kopi.
Gerakan ini juga diikuti masyarakat secara luas, bahwa barangsiapa yang di halaman depan, belakang, samping kiri-kanan dari rumahnya ada sejengkal tanah kosong dimohon untuk ditanami kopi. Suatu gerakan swasembada dari pemerintah daerah menjadikan komoditas kopi menjadi ikon kabupaten Bondowoso.
Model demikian pernah terjadi sewaktu, akhir pemerintahan Soekarno di tahun 1960-an yang disebut dengan ‘Swadeshi’, yang dicetuskan Mahatma Gandhi (Prabhu, 1967) di India. Model tersebut diadopsi Pemerintahan Soekarno, kemudian diterapkan di Indonesia, yakni memenuhi kebutuhan sandang bagi seluruh masyarakat dengan menanam kapas yang dilakukan oleh semua orang di halaman rumah atau tegal dan pekarangannya.
Bondowoso merupakan satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki wilayah laut dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Besuki Raya. Pemerintah daerahnya kemudian memberi tekanan dan fokus pada pengembangan wilayahnya dengan melakukan usaha memanfaatkan potensi daratan yang berupa kawasan hutan dan pekarangan.
Dengan kondisi geografis, bergunung-gunung dan perbukitan, maka kabupaten Bondowoso mempunyai banyak potensi di dalam pengembangan sektor perkebunan. Walaupun saat ini, di Kabupaten Bondowoso dapat dikembangkan dua komoditas penting dan sangat potensial untuk pengembangan sektor perkebunan, yakni tebu dan kopi, namun perkebunan kopi menjadi pilihan utamanya.
Pilihan ini tentu dilandasi pilihan rasional (Popkin, 2000) atau disebut dengan rational choice. Bidang bisnis yang sangat penting dan rasional di Kabupaten Bondowoso, yang disadari oleh pemerintahnya dalam kerangka peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah melalui penanaman pohon kopi atau program kopi rakyat.
Dengan melibatkan peran serta seluruh masyarakat secara aktif, pengembangan sektor perkebunan kopi berpotensi sebagai ‘garda’ terdepan peningkatan PDRB dan mampu memberikan akselerasi terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tentu, terkait dengan usaha yang bersangkut-paut dengan komoditas kopi terhubung dan melibatkan berbagai bidang kehidupan masyarakat. Produk kopi rakyat mempunya dampak berganda kepada seluruh kehidupan di masyarakat.
Selain itu, Kabupaten Bondowoso sejak abad ke-19 sudah terkenal dengan brand-nya tentang kopi, yakni, sebagai pusat ‘Java Coffee’. Hal tersebut tidak terlepas dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang membuka perkebunan kopi seluas 4.000 ha. Perkebunan tersebut dikelola oleh PTPN IX. Lokasinya di perkebunan wilayah lembah antara pegunungan Ijen dan Raung.
Bahkan, pada waktu lalu sampai sekarang, perkebunan kopi di Belawan dikenal dengan sebutan ‘The Highland Paradise’. Dengan ketinggian di wilayah tersebut mencapai 500 – 1000 mdpl, sangat cocok dengan tanaman kopi, khususnya jenis Arabika. Jenis kopi ini sangat disukai oleh masyarakat dunia, sehingga berapapun jumlah produk yang dihasilkan dari perkebunan PTPN IX tersebut laku keras di pasaran dunia.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan kaitan antara program kopi rakyat yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan peningkatan PDRB dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rumusan masalah penelitiannya sebagai berikut:
1. Bagaimana proses pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan program penanaman kopi rakyat?
2. Apa kendala yang dihadapi dan bagaimana pemecahannya?
3. Berapa besar peningkatan pendapatan dan tingkat kesejahteraan bagi penanam kopi rakyat?
C. Tujuan
Tujuan penelitian ini sebagai berikut:
a. Menjelaskan proses pemberdayaan masyarakat di dalam menerapkan program penanaman kopi rakyat.
b. Menjelaskan kendala yang dihadapi dan solusi yang diambil dalam melaksanaan program penanaman kopi rakyat.
c. Menjelaskan besarnya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani kopi sebagai realisasi program kopi rakyat.
D. Metode Penelitian
Sebagai penelitian sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan difokuskan kepada pengumpulan data yang berupa informasi tentang keberadaan program kopi rakyat yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Data sosial budaya yang bersifat primer tersebut kemudian diidentifikasi untuk dicari potensi strategisnya sehingga dapat direvitalisasi menjadi suatu kebijakan dalam bentuk program kopi rakyat.
Data primer yang telah dikumpulkan akan dipilah, dinilai, dan diolah untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan perspektif ‘human ecology’ dan ‘green social work/welfare’.
Human ecology, digunakan untuk menjelaskan hubungan antara petani atau penanam kopi rakyat dengan lingkungannya. Sedangkan green social welfare digunakan untuk menjelaskan hubungan antara program kopi rakyat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertama, mengidenfikasi unsur-unsur yang terkait dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah kabupaten Bondowoso dalam program kopi rakyat. Bagaimana awal mulanya dan bagaimana proses implementasi dari program kopi rakyat tersebut.
Kedua, mengidentifikasi tentang kendala yang dihadapi terkait dengan implementasi program rakyat dan bagaimana solusi yang diambil. Bagaimana pandangan petani terhadap program kopi rakyat.
Ketiga, mengumpulkan data terkait peningkatan pendapatan masyarakat sebagai penanam kopi dan sebelum menanam kopi. Hal ini akan dapat diketahui peningkatan pendapatan petani kopi sehingga dapat dilihat peningkatan kesejahteraannya.
Keempat, dengan menganalisis semua data yang diperoleh dari penelitian ini, maka akan digunakan untuk mengembangkan model penguatan gagasan, perilaku, dan usaha dari pemerintah daerah Bondowoso dalam melakukan pemberdayaan masyarakat terkait program kopi rakyat dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menggunakan empat tahapan penelitian seperti diuraikan tersebut membawa konsekuensi pada mekansime pelaksanaan penelitian di lapangan, termasuk metode pengumpulan data lapangan dan metode analisis datanya. Penelitian ini akan menggunakan metode fenomenologis dengan teknik observasi dan wawancara mendalam (indepth interview) untuk mengumpulkan data-data lapangan.
Sementara, dalam analisis data lapangan, pendekatan human ecology akan sangat berperan, antara lain sebagai upaya untuk menjelaskan hubungan manusia dengan lingkungan dan sumber daya alam dalam kerangka peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah Kabupaten Bondowoso.
Dengan menggunakan pendekatan ekologi manusia dan kesejahteraan sosial hijau, program kopi rakyat yang diimplementasikan kabupaten Bondowoso, maka dapat diketahu hubungan program kopi rakyat dengan kehidupan masyarakat. Selain itu, dengan kesejahteraan sosial hijau, digunakan untuk menjelaskan bahwa lingkungan mempunyai peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut masyarakat sebagai petani kopi dapat meningkatkan taraf hidupnya dengan mengelola lingkungan dengan baik dan keberlanjutan. Untuk dapat mengukur besarnya peningkatan kesejahteraan petani kopi salah satunya dari sisi pendapatan. Yakni pendapatan yang diukur dengan berapa rupiah tambahan penghasilan dari berkebun kopi, baik yang dilakukan di lahan perhutani maupun lahan milik sendiri. Selain itu, kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari multiplier effect dari hasil perkebunan kopi, misalnya, dampak terhadap tumbuhnya bidanga pekerjaan terkait dengan hasil dan produk kopi rakyat.
Aspek yang lebih kritis metode ekologi manusia juga bisa melihat permasalahan-permasalahan lingkungan sehingga dapat digunakan untuk menyadarkan pentingnya lingkungan, khususnya hutan bagi masyarakat.
Guna keperluan tersebut, penelitian ini akan menggunakan observasi partisipatoris dan wawancara mendalam agar bisa mengamati dan mencatat seluk-beluk dan dinamika masyarakat penanam kopi rakyat dalam hubungannya dengan hutan. Selain itu, penelitian ini akan menggali atau mengumpulkan data dari para informan utama, yakni petani kopi dan tokoh masyarakat penggagas program kopi rakyat dengan teknik wawancara terbuka dan mendalam.
Penelitian ini juga akan menggunakan data-data sekunder, yakni tulisan-tulisan terkait program kopi rakyat, luas kebun kopi rakyat, jumlah produksi kopi rakyat, dan penghasilan dari penanaman kopi rakyat.
I. Daftar Pustaka
Afgani, R dan Husain, S. B. (2018) Manisnya Kopi di Era Liberal: Perkebunan Kopi di Afdeling Malang, 1870-1930. Indonesian Historical Studies, Vol. 2, No. 1, 24-35.
https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ihis/article/view/3199/1900
Bosselmann, A. S., et al. (2009).The influence of shade trees on coffee quality in small holder coffee agroforestry systems in Southern Colombia. Agriculture, Ecosystems & Environment. Volume 129, Issues 1–3, January 2009, Pages 253-260. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0167880908002557
Badan Pusat Statistik Bondowoso 2018.
https://bondowosokab.bps.go.id/subject/23/kemiskinan.html
Cristanto, A. D. D. Dkk. (2018) Kajian Sistem Agribisnis Kopi Arabika Di Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. Jurnal Bioindustri Vol. 1. No. 1.
http://www.universitas-trilogi.ac.id/journal/ks/index.php/jbi/article/view/95/82
Hartono, M. (2010). Migrasi Orang-Orang Madura Di Ujung Timur Jawa Timur: Suatu Kajian Sosial Ekonomi. Istoria. Jurnal Pendidikan dan Sejarah. Volume VIII Nomor 1 September 2010.
https://journal.uny.ac.id/index.php/istoria/article/view/3717/3192
Hermawati, D. T. (2015). Rencana Aksi Pengembangan Agroindustri Kabupaten Bondowoso. Jurnal Ilmiah Sosio Agrobis. Vol 15. No 1. https://journal.uwks.ac.id/index.php/sosioagribis/article/view/357/321
Nasirudin, M. Dan Raksagiri, M. W. (2015). Potensi Produk Karet Perkebunan Renteng Ptpn Xii Di Jember Dalam Kontribusi Terhadap Fluktuasi Karet Jawa Timur . Prosiding Seminar Nasional. ISBN 978-602-60569-2-4 . https://jurnal.unej.ac.id/index.php/prosiding/article/view/3638/2825
Nursiyah et al. (2013). Pasang Surut Pabrik Gula De Maas di Desa Kalimas Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Tahun 1977 – 2000. Laporan Penelitian. Lembag Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Jember. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/60785/Nursiyah.pdf?sequence=1
Pawarta, dkk. (2013). Kopi Arabika Perempuan Dan Usaha Mempertahankan Keberlangsungan Ekonomi Keluargapeneliti. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Jember. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/58833/Parwata_upt_boptn_75.pdf?sequence=1
Popkin, S., et al. (2000). Elemen ot Reason, Cognition, Choice, and The Bounds of Rationality. Cambridge University Press. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=oXC40W4HmaIC&oi=fnd&pg=PR9&dq=rational+choice+popkin&ots=VcNvwDbS_e&sig=mTaEYq-0FInb1Alin6cZFc4syAw&redir_esc=y#v=onepage&q=rational%20choice%20popkin&f=false
Prabhu (1967) The Mind of Mahatma Gandhi. gandhimedia.org. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=mahatma+gandhi&oq=mahatma
Prakoso, A. A. (2016). Dampak Multiganda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Terhadap Kepariwisataan Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Kepariwisataan. https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/56721864/2._Rencana_Induk_Pembangunan_Kepariwisataan_Daerah_2.doc.pdf?
Purwowibowo Dan Sri Wahjuni (2017) Plantation Tour Model’: Peningkatan Kunjunganwisata Berbasis Kebun Kopi Di Wilayah Jember Dan Banyuwang. Prosiding Seminar Nasional Pariwisata 2017. Universitas Jember –Jawa Timur. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/82023/F.%20ISIP_Prosiding_Purwowibowo_Plantation%20Tour%20Model.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Rahardjo, P. (2017) Berkebun Kopi. e.book. Penerbit: Penebar Swadaya. Jakarta. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=Qy0-DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA3 &Dq=perkebunan+kopi+dan+wilayah+pegunungan&ots=PqpKofejMm&sig=MetsNt ABJpYezMVFKEaomrM2Ve4&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false
Sejarah dan Deklarasi Bondowoso Republik Kopi. (2016). https://www.filosofikopi.com/2017/11/sejarah-dan-deklarasi-bondowoso.html




37 Comments
Assalamualaikum wr. wb. Saya Sofia Salsabila dengan NIM 200910301080 ikut berpendapat dari tulisan blog diatas bahwa pemberdayaan atau general principal of social welfare/ social work bermacam-macam salah satunya community empowerment atau pemberdayaan komunitas. Dalam tulisan diatas memuat tentang strategi pemberdayaan masyarakat melalui penanaman kopi rakyat guna peningkatan kesejahteraan di kabupaten Bondowoso. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Metode yang dipilih yakni pendekatan kualitatif karena data yang didapat berupa data penjelasan kata verbal tentang informasi program kopi rakyat yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bondowoso.
ReplyDeleteNama : Salma Nur Faiza
ReplyDeleteNIM : 200910301053
Strategi pemberdayaan masyarakat dilakukan guna membantu masyarakat agar mampu memenuhi keberfungsian sosialnya. Kekayaan alam yang dimiliki masyarakat di suatu daerah dapat menjadi keuntungan tersendiri, salah satunya ialah kondisi geografis di Bondowoso yang cocok untuk penanaman dan pembudidayaan kopi. Sejak tahun 2016, Pemerintah Bondowoso mem-Branding wilayah ini dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’. Dengan branding tersebut, kabupaten Bondowoso berusaha untuk meningkatkan produksi kopi, terutama yang dihasilkan oleh petani kopi atau kopi yang dihasilkan masyarakat.
Produksi kopi dari Kabupaten Bondowoso, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kopi lokal dan nasional, melainkan diperuntukkan juga sebagai komoditas ekspor untuk mendukung eskpor dari luar minyak dan gas (migas).
Hal ini, tentu terkait dengan usaha pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Nama : Novita Damayanti
ReplyDeleteNIM : 200910301021
Blog atau tulisan diatas memuat tentang strategi pemberdayaan masyarakat melalui penanaman kopi yang digagas oleh pemerintah kabupaten Bondowoso. Perlu diketahui bawasanya strategi pemberdayaan masyarakat atau Community Empowerent dimaknai sebagai sebuah upaya positif dimana berguna untuk meningkatkan taraf kesejahteraan hidup masyarakat. Strategi pemberdayaan ini tidak serta merta dilakukan begitu saja, namun dengan penggalian potensi kekayaan alam dan keadaan geografis menjadi salah satu faktor penentu pemberdayaan masyarakat ini bisa dilakukan.
Pada dasarnya kabupaten Bondowoso sendiri merupakan suatu daerah yang memiliki kekayaan alam dimana kondisi geografisnya yang bergunung-gunung sehingga tanaman kopi cocok ditanam serta dibudidayakan di tempat tersebut. Melalui gerakan penanaman kopi ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kabupaten Bondowoso sekaligus dapat meningkatkan pendapatan produk domestic regional bruto (PDRB) daerah.
Disamping itu, didalam tulisan diatas juga dijelaskan bahwa di dalam penelitian penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif difokuskan pada pengumpulan informasi terkait dengan program yang telah digagas oleh pemerintah kabupaten Bondowoso serta mengggunakan perspektif ‘human ecology’ dan ‘green social work/welfare’.
Nama: Aulia Gita K
ReplyDeleteNIM: 200910301050
Dari artikel di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa Bondowoso adalah kabupaten yang memiliki wilayah dengan geografis bergunung dan berbukit. Dengan kondisi yang demikian, Bondowoso memiliki potensi dalam bidang pengembangan perkebunan. Hal ini kemudian membuat pemerintah daerah di Bondowoso bekerjasama dengan Perhutani untuk menanam kopi di sela-sela pohon yang berada di kawasan Perhutani. Penanaman dan pemeliharaan kopi tersebut dilakukan oleh masyarakat yang menanam kopi di sekitar wilayah Perhutani. Dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan kopi, pengembangan perkebunan kopi di Bondowoso mampu meningkatkan PDRB dan memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya.
Nama : Rosyida Intan Dwi Qistiani
ReplyDeleteNIM : 200910301107
Sesuai judul diatas mengenai ”Strategi Pemberdayaan Petani Kopi Bondowoso”, dijelaskan bahwa bentuk strategi pemberdayaan yang dilakukan adalah melalui program penanaman kopi rakyat, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Bondowoso. Pemerintah Bondowoso mem-branding wilayah ini dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’, guna berusaha meningkatkan produksi kopi, terutama yang dihasilkan oleh petani kopi lokal. Dengan melibatkan peran serta seluruh masyarakat secara aktif, pengembangan sektor perkebunan kopi berpotensi memberikan percepatan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Adapun metode penelitian yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif, serta menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam untuk mengumpulkan data-data lapangan. Sehingga dapat terjelaskan dengan baik mengenai proses pemberdayaan masyarakat, kendala dan solusi terkait program terkait, dan menilik bagaimana pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat petani kopi di Bondowoso.
Nama: Anissa Aulia Rahma
ReplyDeleteNim : 200910301100
Pada Blog diatas saya setuju apabila Branding di Kabupaten Bondowoso ialah ‘Bondowoso Republik Kopi’ dimana branding tersebut guna meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, kabupaten bondowoso memiliki kondisi geografis yang menguntungkan bagi perkebunan kopi serta adanya gerakan swasembada dari pemerintah atau model ‘Swadeshi’ yang dimana memenuhi kebutuhan sandang bagi seluruh masyarakat dengan menanam tanaman kopi yang dilakukan oleh semua orang di halaman rumah atau tegal dan pekarangannya. Hingga pada akhirnya usaha yang bersangkut-paut dengan komoditas kopi terhubung dan melibatkan berbagai bidang kehidupan masyarakat. Selain itu penelitian ini juga didukung dengan metode kualitatif yang dimana berfokus pada pengumpulan informasi yang disertai observasi partisipatoris dan wawancara mendalam
Nama: Tabriza Arihismi Faizaputri
ReplyDeleteNim: 200910301111
Dari artikel diatas, saya dapat memahami bahwa Bondowoso mempunyai branding yaitu "Bondowoso Republik Kopi" sehingga bondowoso ini berusaha meningkatkan produksi kopi terutama masyarakatlah yang harus secara mandiri menghasilkan kopi. Terlebih lagi kondisi geografis yang mendukung yaitu diantara gunung gunung. Bondowoso juga sidah terkenal dengan brand nya sejak abad ke 19,yang sebelumnya memiliki perkebunan kopi seluas 4000 ha yang dikelola oleh PTPN IX. Tentunya brand kopi ini tidak hanya berdampak bondowoso menjadi lebih dikenal tetapi berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat bondowoso,karna telah bertumbuhnya pekerjaan di bidang kopi entah itu dari hasil maupun produk kopi
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama: Sellyna Frandanita
ReplyDeleteNim: 200910301084
Berdasarkan artikel di atas dengan judul ”Strategi Pemberdayaan Petani Kopi Bondowoso”, yang dimana sejak tahun 2016, Pemerintah Bondowoso mem-Branding wilayah ini dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’. Dengan branding tersebut, kabupaten Bondowoso berusaha untuk bisa meningkatkan produksi kopi, terutama yang dihasilkan oleh petani kopi atau kopi yang dihasilkan masyarakat untuk bisa meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.
Strategi pemberdayaan dilakukan sebagai upaya penggalian potensi kekayaan alam dan pemanfaatan keadaan geografis di wilayah kabupaten bondowoso. Hal menjadi salah satu faktor penentu pemberdayaan masyarakat ini bisa dilakukan dan dikembangkan. Pemerintah daerah kabupaten Bondowoso dan perhutani saat ini berfokus pada dua komoditas penting dan sangat potensial untuk pengembangan sektor perkebunan, yakni tebu dan kopi, namun perkebunan kopi menjadi pilihan utama yang diambil.
Dengan melibatkan peran serta seluruh masyarakat secara aktif, pengembangan sektor perkebunan kopi diharapkan mampu berpotensi sebagai ‘garda’ terdepan dalam peningkatan PDRB dan mampu memberikan akselerasi terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pada artikel ini metode yang dipilih yakni pendekatan kualitatif.
Nama : Nadia Ulfa
ReplyDeleteNIM : 200910301051
Dari artikel yang berjudul "Strategi Pemberdayaan Petani Kopi Bondowoso" saya dapat memahami bahwa kegiatan penanaman kopi ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kabupaten Bondowoso dan dapat meningkatkan pendapatan produk domestic regional bruto (PDRB) daerah. Hal tersebut didukung dengan sumber daya alam yang melimpah dan kondisi geografis yang tinggi sehingga tanaman kopi cocok ditanam serta dibudidayakan di Bondowoso. Pemerintah Bondowoso telah mem-Branding wilayahnya sejak tahun 2016 dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’. Dari adanya branding tersebut, kabupaten Bondowoso berusaha untuk meningkatkan produksi kopi, terutama yang dihasilkan oleh petani kopi atau kopi yang dihasilkan masyarakat.
Nama : Putri Annisa
ReplyDeleteNIM : 200910301148
Dalam blog tersebut dapat dilihat mengenai strategi pemberdayaan masyarakat melalui penanaman kopi di daerah Bondowoso. Pada hakikatnya strategi pemberdayaan merupakan suatu rencana pemberdayaan dengan memperhatikan melaui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dengan waktu yang telah ditentukan. Pengelolan kopi di Bondowoso tersebut menggunakan strategi pemberdayaan komunitas dengan memanfaakan kekayaan alam yang ada dan kondisi geografis. Selain itu dalam tulisan tersebut dijelaskan mengenai metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Juga pengelolaan kopinya menggunakan pendekatan ekologi manusia dan kesejahteraan sosial hijau, dapat diketahui hubungan program kopi rakyat dengan kehidupan masyarakat. Dalam hal ini lingkungan mempunyai peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan PDRB dan mampu memberikan kebermanfaatan terhadap perekonomian masyarakat.
Nama : Talita Bening
ReplyDeleteNIM : 200910301146
Indonesia sendiri terkenal akan kekayaan alamnya yang sangat melimpah. Salah satunya adalah di daerah Bondowos. Seperti yang dijelaskan diatas Bondowoso sendiri tidak memiliki laut, walaupun begitu kondisi geografis di daerah tersebut adalah bergunung-gunung. Dengan kondisi geografis seperti itu maka cocok ditanami tanaman kopi. Pemerintah daerah setempat pun fokos pada pengembangan budidaya kopi ini. Pemda Kabupaten Bondowoso juga bekerja sama dengan Perhutani untuk menanam kopi dengan sistem tumpang sari. Gerakan ini juga diikuti oleh masyrakat setempat, dengan menggunkan lahan kecil yang berada di rumahnya. Dengan adanya budidaya kopi ini ternyata mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Bondowoso sendiri adalah salah satu pemasok kopi rakyat ke kancah nasional. Bahkan salah satu perkebunan disana menjadi salah satu pemasok kopi arabika yang digandrungi oleh masyarakat dunia. Dengan adanya pemerdayaan hasil kopi ini ternyata mampu meningkatkan taraf dan kesejahteraan masyarakatnya melalui kenaikan signifikan pada PDRBnya. Selain itu, tulisan ini dibuat melalui penelitian kualitatif yang datanya diambil berfokus pada pengumpulan informasi melalui observasi partisipatoris dan wawancara yang mendalam.
Bintang Agung Permana
ReplyDelete200910301088
Berdasarkan pemahaman saya mengenai artikel 'strategi pemberdayaan petani kopi bondowoso, menekankan hubungan antara petani atau penanam kopi rakyat dengan lingkungannya karena kondisi geografis yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan maka dari itu mempunyai banyak potensi dalam pengembangan sektor perkebunan, dan tidak lupa program kesejahteraan yang menjelaskan hubungan antara program kopi rakyat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat karena bondowoso sendiri terkenal dengan 'java coffee' karena pegunungan raung dan ijen.
Nama : Adinda Nurul Aziza
ReplyDeleteNIM : 200910301037
Dari artikel tersebut tentang strategi pemberdayaan masyarakat melalui penanaman kopi rakyat guna peningkatan kesejahteraan di wilayah Bondowoso yang dimana Kabupaten Bondowoso pada akhir ini menjadi salah satu wilayah yang gencar mengembangkan komoditas kopi dan dari tahun 2016 pemerintah Bondowo ini membranding wilayah tersebut dengan “Bondowoso Republik Kopi” dengan adanya branding tersebut guna untuk meningkatkan produksi kopi yang terutama dihasilkan oleh petani kopi sendiri di wilayah kabupaten Bondowoso. Tidak hanya itu kabupaten bondowoso memiliki kondisi geografis yang menguntungkan bagi perkebunan kopi serta adanya gerakan swasembada dari pemerintah atau model ‘Swadeshi’ yang dimana memenuhi kebutuhan sandang bagi seluruh masyarakat dengan menanam tanaman kopi yang dilakukan oleh semua orang di halaman rumah atau tegal dan pekarangannya. Adapun metode yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif difokuskan pada pengumpulan informasi terkait dengan program yang telah digagas oleh pemerintah kabupaten Bondowoso serta mengggunakan perspektif ‘human ecology’ dan ‘green social work/welfare.
Nama : Anggara Dwi R
ReplyDeleteNIM : 200910301064
Saya membaca serta memahami tulisan terkait strategi pemberdayaan petani kopi di Bondowoso dimana beberapa permasalahan klasik seperti modal dan kemampuan sumber daya manusia. Keterbatasan modal merupakan masalah yang menghambat perkembangan kopi di kabupaten Bondowoso. Kurangnya modal bagi para pelaku usaha membuat mereka tidak dapat mengembangkan teknologi yang modern dalam pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi. Permasalah lainnya yaitu kurangnya kemampuan sumber daya manusia lokal dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada permasalahan tersebut merupakan permasalahan umum, permasalahan lainnya berkaitan dengan perbedaan karakteristik dan kondisi perkembangan masing-masing klaster kopi, Klaster-klaster yang memproduksi berbagai jenis kopi sudah memiliki indikasi geografis dari kopi tersebut. Indikasi geografis merupakan berbagai identitas dari kopi yang diproduksi di Bondowoso, sehingga ketika kopi di ekspor ke luar daerah kopi tersebut tidak dapat diklaim berasal dari daerah lain. Sedangkan kopi dengan jenis jenis lain petani belum memiliki indikasi untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal lewat keadaan dan keunggulan geografisnya. Hal tersebut menyebabkan kompetisi kopi jenis jenis arabika dengan kopi dari luar Bondowoso selain itu, daya saing kopi rakyat dari masyarakat pinggiran hutan umumnya rendah yang berakibat pada lemahnya ekonomi masyarakat. Upaya peningkatan daya saing kopi rakyat tersebut akan memperkokoh ekonomi masyarakat dapat melalui perbaikan teknologi budidaya, pengolahan pasca panen, struktur industri dan kondisi permintaan terhadap kopi rakyat lewat model pemberdayaan lewat analisis dan perspektif Human Ekologi dan Green Social Welfare. Kesadaran lewat pemberdayaan ini diharapkan mendorong mereka petani kopi mengembangkan tanaman kopi yang mana perkembangan tersebut membuat petani menjadi berdaya dan merupakan juga salah satu agenda menjadikan Bondowoso sebagai sentra kopi terbesar bahkan digadang gadang nantinya untuk agenda besar dari bapak bupati yakni Amin Said Husni menjadikan Bondowoso sebagai “Republik Kopi”.
Nama: Galuh Ayu Wardani
ReplyDeleteNIM: 200910301144
Dalam proposal penelitian berjudul "Strategi Pembedayaan Masyarakat Melalui Penanaman Kopi Rakyat Guna Peningkatan Kesejahteraan Di Wilayah Bondowoso" diatas dapat dilihat bahwa hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai kesejahteraan rakyat terutama di wilayah Bondowoso. Penelitian ini menjelaskan kaitan antara program kopi rakyat yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan peningkatan PDRB dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini sangat baik dilakukan karena Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu penghasil kopi rakyat yang telah mampu menyumbangkan produksi kopi nasional.
Kopi rakyat ini merupakan usaha pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, akan sangat disayangkan apabila usaha yang sudah dilakukan dan produk kopi yang ada di Bondowoso tidak dikembangkan dengan baik.
Nama : Rega Rizky Nuary
ReplyDeleteNIM : 200910301086
Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa Kabupaten Bondowoso merupakan wilayah penghasil kopi. Bahkan pada tahun 2016, pemerintah Bondowoso sendiri menyebut wilayahnya dengan sebutan “Bondowoso Republik Kopi”. Kopi dari bondowoso ini tidak hanya diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan kopi secara nasional. Akan tetapi di ekspor juga ke negara negara lain. Letak geografis Kabupaten Bondowoso mendukung akan penanaman kopi. Sehingga pemerintah sendiri membuat sebuah program yang melibatkan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Nama : Naufal Ali Wafa'
ReplyDeleteNIM : 200910301106
Berdasarkan pemahaman saya mengenai Blog Strategi pemberdayaan petani kopi Bondowoso dapat disimpulkan yaitu, strategi masyarakat dilakukan untuk membantu masyarakat agar dapat memenuhi fungsi sosial. Kekayaan alam yang dimiliki oleh masyarakat Bondowoso dapat menjadi keuntungan tersendiri karena letak geografis di Bondowoso yang cocok untuk penanaman dan pembudidayaan kopi. Pada Blog diatas juga dijelaskan bahwa sejak tahun 2016 pemerintah Bondowoso dan Perhutani telah melakukan branding di Kabupaten Bondowoso ialah "Bondowoso Republik Kopi" dimana branding tersebut untuk meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kabupaten bondowoso memiliki kondisi geografis yang menguntungkan bagi perkebunan kopi. Hingga pada akhirnya usaha yang bersangkut-paut dengan komoditas kopi terhubung dan melibatkan berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dalam Blog diatas juga dijelaskan mengenai penelitian yang digunakan oleh peneliti, yakni menggunakan metode kualitatif, dimana berfokus pada pengumpulan informasi yang disertai observasi partisipatoris dan wawancara mendalam.
Nama : Rizqi Amaliyah
ReplyDeleteNIM : 200910301031
Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah memandirikan masyarakat terutama dari kemiskinan dan keterbelakangan. Salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Strategi pemberdayaan tersebut telah dilakukan oleh Kabupaten Bondowoso dengan mengembangkan komoditas kopi. Kabupaten Bondowoso sebagai salah satu penghasil kopi rakyat telah mampu menyumbangkan produksi kopi nasional. Hal ini sebagai strategi utama dari agrobis. Bondowoso memiliki kondisi geografis bergunung-gunung dan potensial untuk menanam kopi sehingga dilakukan gerakan menanam kopi yang dilakukan oleh masyarakat. Bondowoso merupakan kabupaten yang tidak memiliki wilayah laut sehingga pemerintah fokus mengembangkan potensi yang ada di wilayah daratan yang berupa kawasan hutan dan pekarangan. Strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Bondowoso adalah dengan memanfaatkan potensi atau kondisi wilayah Bondowoso yang cocok untuk menanam kopi.
Nama : Azalea Farah Dita
ReplyDeleteNIM : 200910301136
Dari artikel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Data sosial budaya yang bersifat primer tersebut kemudian diidentifikasi untuk dicari potensi strategisnya sehingga dapat direvitalisasi menjadi suatu kebijakan dalam bentuk program kopi rakyat. Human ecology, digunakan untuk menjelaskan hubungan antara petani atau penanam kopi rakyat dengan lingkungannya. Sedangkan green social welfare digunakan untuk menjelaskan hubungan antara program kopi rakyat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menggunakan pendekatan ekologi manusia dan kesejahteraan sosial hijau, program kopi rakyat yang diimplementasikan kabupaten Bondowoso, maka dapat diketahu hubungan program kopi rakyat dengan kehidupan masyarakat. Selain itu, dengan kesejahteraan sosial hijau, digunakan untuk menjelaskan bahwa lingkungan mempunyai peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Nabila Qonita Artanti
ReplyDelete200910301041
Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu wilayah penghasil kopi,hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis berupa pegunungan sehingga sangat cocok dijadikan sektor perkebunan. Pemerintah bekerja sama dengan perhutani untuk membuat program penanaman kopi yang melibatkan peran seluruh masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bondowoso.
Selain itu penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melalui observasi, partisipatoris, dan wawancara.
Nama : Sinta Lukluatin N
ReplyDeleteNIM : 200910301156
Dari artikel diatas dapat diketahui bahwa Bondowoso menjadi salah satu daerah yang terkenal dengan komoditas kopinya dimana telah mampu berhasil menyumbang produksi kopi nasional. Kabupaten Bondowoso berusaha memanfaatkan kondisi geografis yang berpotensi untuk penanaman kopi dengan emberdayakan masyarakat sehingga membantu kesejahteraan masyarakat. Pemerintah kabupaten Bondowoso juga bekerjasama dengan perhutani dalam pelaksanaan penanaman kopi dengan sistem coffee agroforestry. Selain itu, bondowoso juga sudah terkenal sejak abad ke-19 dengan brand kopinya yaitu sebagai pusat “Java Coffe”.
Nama: ahmad wildan
ReplyDeleteNim: 200910301046
Program yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten bondowoso sudah sangat membantu dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Selain mengajak masyarakat untuk menanam kopi berbagai metode. Pemerintah kabupaten bondowo juga perlu memikirkan tentang pengolahan bahan kopi dari masyarakar menjadi produk olahan jadi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan harga jual kopi di masyarakat. Sehingga dapat membantu mensejahterakan rakyat dan masyarakat bisa lebih di berdayakan lagi dengan membuka lapangan pekerjaan.
Nama : Arentia Mawarni
ReplyDeleteNIM : 200910301035
Dalam artikel ini terdapat pembahasan yang menarik selain itu juga relevan dengan kesejahteraan sosial dengan membahas strategi pemberdayaan masyarakat dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi alam yang ada pada daerah tersebut. Berdasar pada kata strategi yang berarti dapat diartikan sebagai cara-cara atau teknis dalam pelaksanaan supaya mencapai target yang ditentukan, maka dapat saya ambil salah satu contoh strategi ada pada menumbuhkan branding pada wilayah tersebut yaitu dengan “Bondowoso Republik Kopi”, agar dapat meningkatkan produksi kopi dan nantinya akan memiliki dampak pada peningkatan PDRB, peningkatan pendapatan dan juga kesejahteraan masyarakat tentunya.
Nama: Joan Artameva Dhea Birnanda
ReplyDeleteNIM: 200910301085
Pemberdayaan atau general principal of social welfare/ social work bermacam-macam salah satunya community empowerment atau pemberdayaan komunitas. Dalam tulisan diatas memuat tentang strategi pemberdayaan masyarakat melalui penanaman kopi rakyat guna peningkatan kesejahteraan di kabupaten Bondowoso. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) dan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Adapun metode yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif difokuskan pada pengumpulan informasi terkait dengan program yang telah digagas oleh pemerintah kabupaten Bondowoso serta mengggunakan perspektif ‘human ecology’ dan ‘green social work/welfare. Produksi kopi dari Kabupaten Bondowoso, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kopi lokal dan nasional, melainkan diperuntukkan juga sebagai komoditas ekspor untuk mendukung eskpor dari luar minyak dan gas (migas).
Anita Ristiarani Pratiwi/200910301034
ReplyDeleteDari tulisan diatas, upaya pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup ekonomi dengan melihat potensi geografis atau alam di Bondowoso. Kopi menjadi komoditas khas Bondowoso, hingga branding dari pemerintah setempat. Dengan pembagian bersama perhutani, petani kopi bisa lebih berdaya dengan biji kopi diolah kembali untuk nilai ekonomis lebih tinggi
Nama: Dewi Puji Rahayu
ReplyDeleteNim: 200910301151
Melihat dari proposal diatas, saya rasa tujuan nya belum lengkap, seharusnya strategi pemberdayaan kopi ini bukan hanya bertujuan menjelaskan proses pemberdayaan, kendala yang dihadapi dan solusi yang diambil dalam melaksanaan program penanaman kopi rakyat, ataupun peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani kopi sebagai realisasi program kopi rakyat. Tetapi juga harus bertujuan bagaimana pemberdayaan ini bisa berkelanjutan, karena sejatinya pemberdayaan diharapkan agar rakyat sebagai petani kopi bisa terus memproduksi atau mengolah kopinya dengan strategi yang sudah disiapkan.
Talitha Hafizhah I.
ReplyDelete200910301097
Kabupaten Bondowoso, mengembangkan komoditas kopi Sejak tahun 2016, Pemerintah Bondowoso mem-Branding wilayah ini dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’. Dengan kondisi geografis yang bagus sangat berpotensi untuk menanam kopi yg ditanam oleh masyarakat di daerah bondowoso. Pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Perhutani untuk menanam kopi dengan sistem tumpang sari atau coffee agroforestry (Bosselmann, 2009).Melalui gerakan penanaman kopi ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat kabupaten Bondowoso sekaligus dapat meningkatkan pendapatan produk domestic regional bruto (PDRB) daerah.
Saya berpikir bahwa ini merupakan artikel yang bagus. Sudut pandang yang bapak paparkan tidak menghiraukan identitas unik dari masyarakat dan geografi Bondowoso itu sendiri. Sebagai tambahan, pendekatan Human Ecology yang telah dipaparkan dengan ringkas namun mudah dipahami tanpa menghilangkan intisarinya.
ReplyDeleteNama : Juanita Nurul Anwar
ReplyDeleteNIM : 200910301142
Sesuai dengan judul artikel yang telah ditulis yaitu “Strategi Pemberdayaan Petani Kopi Bondowoso”, menjelaskan mengenai bentuk strategi pemberdayaan yang dilakukan melalui program penanaman kopi rakyat, yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Bondowoso sejak tahun 2016. Pemerintah Bondowoso mem-Branding wilayah ini dengan ‘Bondowoso Republik Kopi’. Dengan branding tersebut, kabupaten ini berusaha meningkatkan produksi kopi, terutama yang dihasilkan oleh petani kopi atau kopi yang dihasilkan masyarakat. Hal ini, tentu terkait dengan usaha pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kondisi geografis, bergunung-gunung dan perbukitan, maka kabupaten Bondowoso mempunyai banyak potensi di dalam pengembangan sektor perkebunan. Walaupun saat ini, di Kabupaten Bondowoso dapat dikembangkan dua komoditas penting dan sangat potensial untuk pengembangan sektor perkebunan, yakni tebu dan kopi, namun perkebunan kopi menjadi pilihan utamanya. Pemerintah daerah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Perhutani untuk menanam kopi dengan sistem tumpang sari atau coffee agroforestry.
NIM : 200910301098
ReplyDeletedari blog diatas dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu bentuk pemberdayaan adalah memanfaatkan sebaik mungkin apa saja sumberdaya yang ada di daerah tersebut. sehingga kita sebagai pekerja sosial yang ingin memberdayakan suatu masyarakat diharapkan mengetahui terlkebih dahulu apa saja potensi yang dimiliki oleh suatu daerah tersebut.
Nama : Rinza Azzahra Widhiarto
ReplyDeleteNIM : 200910301020
Berdasarkan blog yang berjudul "Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanaman Kopi Rakyat guna Peningkatan Kesejahteraan". Dengan isi yang termuat di dalamnya bahwa penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan kaitan antara program kopi rakyat yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan peningkatan PDRB serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tujuan dalam penelitiannya mulai dari mengetahui proses penerapan progam pewadahan kopi rakyat pada pemberdayaan masyarakatnya, lalu kendala yang dihadapi dengan solusinya, dan yang terakhir perolehan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat petati kopi sebagai progam realisasi kopi rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang difokuskan pada pengumpulan data yang berupa informasi tentang keberadaan program kopi rakyat yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso.
sebagai petani kopi dapat meningkatkan taraf hidupnya dengan mengelola lingkungan dengan baik dan berkelanjutan. Untuk dapat mengukur besarnya peningkatan kesejahteraan petani kopi dari sisi endapatan yang diukur dengan berapa rupiah tambahan penghasilan dari berkebun kopi, baik yang dilakukan di lahan perhutani maupun lahan milik sendiri. Selain itu, kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari multiplier effect dari hasil perkebunan kopi, misalnya dampak terhadap tumbuhnya bidanga pekerjaan terkait dengan hasil dan produk kopi rakyat.
Nama: Afidatul Awwaliyah
ReplyDeleteNim: 200910301133
Strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di kabupaten Bondowoso dilakukan melalui penanaman kopi dengan sasaran para rakyat, hal ini memiliki tujuan agar masyarakat dapat meningkatkan kondisi kesejahteraan sosial masyarakat Bondowoso, melihat kabupaten ini sejak tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Bondowoso mem-Branding Kabupaten Bondowoso sebagai "Bondowoso Republik Kopi" dengan tujuan meningkatkan kopi sehingga dapat meningkatkan Produk Domistik Regional Bruto(PDRB) serta peningkatan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Vitiyatul Qomaroh
ReplyDelete200910301129
Dari hasil artikel diatas sudah dijelaskan bahwa di kabupaten Bondowoso ini merupakan salah satu wilayah yang gencar mengembangkan komoditas kopi, Sejak tahun 2016. Produksi kopi dari kabupaten Bondowoso, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kopi lokal dan nasional, melainkan diperuntukkan sebagai komoditas ekspor untuk mendukung ekspor dari luar minyak dan gas (migas).
Dengan kondisi geografis, pegunungan dan perbukitan, kabupaten Bondowoso mempunyai banyak potensi, terutama didalam pengembangan sektor perkebunan. Untuk pengembangan sektor perkebunan sendiri meliputi tebu dan kopi. Namun perkebunan kopi lah yang tetap menjadi pilihan utama.
Pada artikel strategi pemberdayaan masyarakat melalui penanaman kopi di Bondowoso ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang mana pengumpulan datanya berupa informasi tentang keberadaan program kopi rakyat yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bondowoso. Untuk data sosial budaya yang bersifat primer nantinya di identifikasi untuk dicari potensi strategisnya sehingga dapat direvitalisasi menjadi suatu kebijakan dalam bentuk program kopi rakyat. Dalam analisis data lapangan, pendekatan human ecology sangat berperan penting karena sebagai upaya untuk menjelaskan hubungan manusia dengan lingkungan dan sumber daya alam dalam kerangka peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah kabupaten Bondowoso.
Nabila Ummi Zakiyah
ReplyDelete200910301145
Dari blog diatas dapat kita ketahui bahwa Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu wilayah Besuki yang beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu wilayah yang gencar mengembangkan komoditas kopi. Sejak tahun 2016. Dengan kondisi geografis, bergunung-gunung dan perbukitan, maka kabupaten Bondowoso mempunyai banyak potensi di dalam pengembangan sektor perkebunan. Walaupun saat ini, di Kabupaten Bondowoso dapat dikembangkan dua komoditas penting dan sangat potensial untuk pengembangan sektor perkebunan, yakni tebu dan kopi, namun perkebunan kopi menjadi pilihan utamanya.
Selain itu, Kabupaten Bondowoso sejak abad ke-19 sudah terkenal dengan brand-nya tentang kopi, yakni sebagai pusat ‘Java Coffee’. Hal tersebut tidak terlepas dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang membuka perkebunan kopi seluas 4.000 ha. Perkebunan tersebut dikelola oleh PTPN IX. Lokasinya di perkebunan wilayah lembah antara pegunungan Ijen dan Raung.
Fadhil Nugraha Akbar
ReplyDelete200910301137
Kopi merupakan komoditas penting yang saat ini banyak dibutuhkan di setiap daerah. Bondowoso menjadi salah satu yang dapat memenuhi komoditas kopi dalam negeri yang kebutuhannya mulai melambung tinggi. Secara gegrafis, Bondowoso mendukung untuk menjadi lahan perkebunan kopi dikarenakan Bondowoso memiliki wilayah dataran tinggi. Hal ini menjadi potensi besar bagi Bondowoso untuk dapat melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Bondowoso sejak abad ke-19 sudah terkenal dengan brand-nya tentang kopi, yakni sebagai pusat ‘Java Coffee’. Hal tersebut tidak terlepas dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang membuka perkebunan kopi seluas 4.000 ha. Perkebunan tersebut dikelola oleh PTPN IX. Lokasinya di perkebunan wilayah lembah antara pegunungan Ijen dan Raung.
Nama : Haryati Eirene Sinaga
ReplyDeleteNIM : 200910301043
Setelah membaca dan mengulas kembali artikel diatas yang berjudul "Strategi Pembedayaan Masyarakat Melalui Penanaman Kopi Rakyat Guna Peningkatan Kesejahteraan Di Wilayah Bondowoso"
ada beberpa hal yang dapat saya pahami dimana, padaat ini komuditas kopi di Bondowoso semakin berkembang, Bondowoso dapat menjadi salah satu pemasok kopi.
Kabupaten Bondowoso juga sudah dikenal khalayak luas sebagai pusat java coffee sejah abad ke-19, hal tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk kabupaten Bondowoso.
Dengan keadaan geografis yang strategis yang berada di dataran tinggi membuat tanaman kopi dapat tumbuh lebih baik sehingga mampu memberikan kesempatan bagi masyarakat mendapatkan penghasilan. dari artikel diatas saya juga memahami bahwasanya lokasi dapat memberikan pemberdayaan bagi masyarakat untuk menambah mata pencaharian.