POTRET PENEGAK HUKUM INDONESIA

 


POTRET PENEGAK HUKUM INDONESIA

(Polisi Dagang Narkoba)

Oleh: Purwowibowo

‘Bermain api hangus, bermain air basah, bermain bola bisa gol, dan polisi bermain narkoba masuk penjara’ Purwowibowo (2022)

 

Di tengah kondisi yang sangat memprihatinkan terhadap generasi muda yang terjerat kasus narkoba, Indonesia sekarang ini menjadi negara dengan status darurat narkoba. Namun dibalik itu, kondisi yang justru sangat menyedihkan adalah seorang penegak hukum, yakni polisi bernama Bripka Sud justru tertangkap membawa banyak sabu dan ekstasi.

Hal ini tentu menjadi ironis, sebab dia adalah seorang polisi yang bertugas di Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat. Seharusnya dia mengetahui dengan benar bahwa akan konsekuensinya jika seseorang termasuk seorang polisi melakukan penyalahgunaan narkotika.

Dengan kasus tersebut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya ingin membersihkan institusinya dari oknum yang melakukan pelanggaran, khususnya narkoba. Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak melibatkan polisi dalam penyalahgunaan narkotika atau kriminal apa pun.

Dia menyatakan bahwa: "Kami juga ingin ada pengawasan dari masyarakat, sehingga apa yang dilakukan anggota Polri, apabila ada ditemukan tindakan tidak terpuji dapat kami tindak lanjuti. Sekaligus mengajak masyarakat, tolong bantu kami, jangan ajak personel kami untuk melakukan kejahatan apa pun, apalagi dalam kaitan penyalahgunaan narkoba ini."

Pemerintah sendiri telah mencanangkan Indonesia 'Zero Narkoba'. Sehingga, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di masa yang akan datang. Polisi sendiri sangat riskan akan pelanggaran karena berbaur dengan masyarakat di kehidupannya sehari-hari.

Selanjutnya dia menyatakan bahwa: "Kami tidak ingin oknum polisi yang menjadi para pemakai, para pengedar dipidana sesuai dengan hukum yang berlaku”. “Hal ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat, karena pergaulan sehari-hari pada jam dinas mereka dalam pengawasan, tetapi di luar mereka berbaur dengan masyarakat”.  Riskan sekali relasi kegiatan yang dilakukan oleh polisi sehingga mengarah kepada penyalahgunaan narkotika,"


Ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap personel polisi mulai dari level bawahan hingga atasan yang dilanjutkan dengan pengawasan dari Inspekatorat Pengawas Daerah (Itwasda).  "Pengawasan ini penting, sehingga ke depan kami akan sampaikan ke personel untuk tetap memegang tertib disiplin dan kode etik Polri sehingga penyimpangan dapat diminimalisir,"


Bripka Sud ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di parkiran Hotel MKL, Jl Latumenten, Jakarta Barat.  Bukan main-main barang bukti yang didapat dari anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat itu yakni sejumlah klip narkotika yang berisi total 800 gram sabu dan 9.700 butir pil ekstasi.

Dari tangan Bripka S ditemukan sejumlah barang bukti yakni:
Tas jinjing warna coklat berisi: (a) Satu plastik klip isi sabu bentuk kristal warna putih seberat 51 gram; (b) Ekstasi warna merah sebanyak 5 butir dan ekstasi warna kuning 2 butir seberat 2,3 gram. Kemudian dia juga membawa Tas ransel warna coklat berisi, satu plastik kresek warna putih berisi: dengan isi: (1) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 102 gram; (2) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 9,8 gram; (3) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 32 gram;(4) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram; (5) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram; (6) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram; (7) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 80 gram; (8) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 88 gram; (9) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 50 gram.

Selain itu juga tas kresek warna hitam yang berisi: (1) 72 plastik klip yang berisi 7200 butir ekstasi warna merah berat 210 gram; (2) 25 plastik klip berisi 250 butir ekstasi berat 720 gram.

Fakta ini bukan hanya mencoreng lembaga polisi secara umum, namun  penegak keadilan yang harus memberantas narkoba juga bermain seperti ini. Oleh karena itu Indonesia bukan hanya darurat narkoba, melainkan sudah menjadi sarang narkoba karena penegak hukumnya telah menjadi agen penjualan dan pendistribusian narkoba.

Jember, 29  - 11 – 22

Purwowibowo




 

akarta - Di tengah kondisi Indonesia yang sedang darurat narkoba, seorang anggota polisi, Bripka Sud justru tertangkap membawa banyak sabu dan ekstasi. Hal ini tentu memprihatinkan, sebab ia adalah seorang polisi yang bertugas di Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat dan seharusnya tahu akan konsekuensinya melakukan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya ingin membersihkan institusinya dari oknum yang melakukan pelanggaran seperti narkoba. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar tidak melibatkan polisi dalam penyalahgunaan narkotika atau kriminal apa pun.

"Kami juga ingin ada pengawasan dari masyarakat, sehingga apa yang dilakukan anggota Polri, apabila ada ditemukan tindakan tidak terpuji dapat kami tindak lanjuti. Sekaligus mengajak masyarakat, tolong bantu kami, jangan ajak personel kami untuk melakukan kejahatan apa pun, apalagi dalam kaitan penyalahgunaan narkoba ini," jelas Martinus dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Pemerintah sendiri telah mencanangkan Indonesia 'Zero Narkoba' di tahun 2015 ini. Sehingga, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di masa yang akan datang. Polisi sendiri sangat riskan akan pelanggaran karena berbaur dengan masyarakat di kehidupannya sehari-hari.

"Kami tidak ingin oknum menjadi para pemakai, para pengedar. Ini penting disampaikan pada masyarakat, karena pergaulan sehari-hari pada jam dinas mereka dalam pengawasan, tetapi di luar mereka berbaur dengan masyarakat. Riskan sekali relasi kegiatan yang mengarah kepada penyalahgunaan narkotika," paparnya.

Ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap personel polisi mulai dari level bawahan hingga atasan yang dilanjutkan dengan pengawasan dari Inspekatorat Pengawas Daerah (Itwasda).

"Pengawasan ini penting, sehingga ke depan kami akan sampaikan ke personel untuk tetap memegang tertib disiplin dan kode etik Polri sehingga penyimpangan dapat diminimalisir," lanjutnya.

Bripka Sud ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di parkiran Hotel MKL, Jl Latumenten, Jakarta Barat, pada Jumat (17/1) sore lalu. Bukan main-main barang bukti yang didapat dari anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat itu yakni sejumlah klip narkotika yang berisi total 800 gram sabu dan 9.700 butir pil ekstasi.

Dari tangan Bripka S ditemukan sejumlah barang bukti yakni:

1. Tas jinjing warna coklat berisi
a. Satu plastik klip isi sabu bentuk kristal warna putih seberat 51 gram;
b. Ekstasi warna merah sebanyak 5 butir dan ekstasi warna kuning 2 butir seberat 2,3 gram.

2. Tas ransel warna coklat berisi
a. Satu plastik kresek warna putih berisi:

1) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 102 gram;
2) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 9,8 gram;
3) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 32 gram;
4) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram;
5) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram;
6) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram;
7) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 80 gram;
8) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 88 gram;
9) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 50 gram.

b. Plastik kresek warna hitam berisi:
1) 72 plastik klip yang berisi 7200 butir ekstasi warna merah berat 210 gram;
2) 25 plastik klip berisi 250 butir ekstasi berat 720 gram

(mei/mad)
Berita Terkait
5 Fakta Terkini Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Vs Pensiunan Polisi
EstaQuickly #CepatCuan
Promoted
Polres Bogor Tegaskan Video 'Polisi Sekamar Pemandu Lagu' Bukan Aksi Mesum
Polisi Bogor yang Diviralkan 'Sekamar' dengan Pemandu Lagu Diperiksa Propam
Viral Video 'Polisi Bogor Mesum dengan Pemandu Lagu', Ini Faktanya
Kisah Para Anjing Pelacak Bantu Temukan Korban Gempa Cianjur
Heboh Siswa SMP Sidoarjo Ngamuk Ditilang Polisi, Berakhir Minta Maaf
Viral Siswa SMP Sidoarjo Ngamuk saat Ditilang, Polisi: Wajar Masih Anak-anak
Berita detikcom Lainnya
detikHealth
Bukan Demam, Gejala Awal COVID-19 XBB-BQ.1 yang Kerap Diabaikan Warga RI
detikTravel
Belanda Tidak Main-main, Ingin Wisata Sejarah di Depok Segera Jadi
Dapatkan Bunga Spesial KPR BCA 2.85% untuk hunian impian Anda
Promoted
detikSport
Apri/Fadia Masuk, Wakil Indonesia di Semua Sektor BWF World Tour Finals 2022
detikFinance
Curhat Anggota DPR Sulit Hubungi Menteri PUPR Karena Tak Punya WhatsApp
detikOto
Viral Mobil Google Maps Nyasar, Sopirnya Tanya Jalan ke Warga
detikInet
Pulau Ini Terlarang Dikunjungi, Penghuninya Ular!
detikHot
Nikita Mirzani Menanti Nasib Usai Eksepsi Ditolak JPU


Baca artikel detiknews, "Polisi Narkoba 'Dagang' Banyak Sabu dan Ekstasi, Pengawasan Diperketat" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-2807416/polisi-narkoba-dagang-banyak-sabu-dan-ekstasi-pengawasan-diperketat.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
akarta - Di tengah kondisi Indonesia yang sedang darurat narkoba, seorang anggota polisi, Bripka Sud justru tertangkap membawa banyak sabu dan ekstasi. Hal ini tentu memprihatinkan, sebab ia adalah seorang polisi yang bertugas di Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat dan seharusnya tahu akan konsekuensinya melakukan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya ingin membersihkan institusinya dari oknum yang melakukan pelanggaran seperti narkoba. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar tidak melibatkan polisi dalam penyalahgunaan narkotika atau kriminal apa pun.

"Kami juga ingin ada pengawasan dari masyarakat, sehingga apa yang dilakukan anggota Polri, apabila ada ditemukan tindakan tidak terpuji dapat kami tindak lanjuti. Sekaligus mengajak masyarakat, tolong bantu kami, jangan ajak personel kami untuk melakukan kejahatan apa pun, apalagi dalam kaitan penyalahgunaan narkoba ini," jelas Martinus dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Pemerintah sendiri telah mencanangkan Indonesia 'Zero Narkoba' di tahun 2015 ini. Sehingga, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di masa yang akan datang. Polisi sendiri sangat riskan akan pelanggaran karena berbaur dengan masyarakat di kehidupannya sehari-hari.

"Kami tidak ingin oknum menjadi para pemakai, para pengedar. Ini penting disampaikan pada masyarakat, karena pergaulan sehari-hari pada jam dinas mereka dalam pengawasan, tetapi di luar mereka berbaur dengan masyarakat. Riskan sekali relasi kegiatan yang mengarah kepada penyalahgunaan narkotika," paparnya.

Ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap personel polisi mulai dari level bawahan hingga atasan yang dilanjutkan dengan pengawasan dari Inspekatorat Pengawas Daerah (Itwasda).

"Pengawasan ini penting, sehingga ke depan kami akan sampaikan ke personel untuk tetap memegang tertib disiplin dan kode etik Polri sehingga penyimpangan dapat diminimalisir," lanjutnya.

Bripka Sud ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di parkiran Hotel MKL, Jl Latumenten, Jakarta Barat, pada Jumat (17/1) sore lalu. Bukan main-main barang bukti yang didapat dari anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat itu yakni sejumlah klip narkotika yang berisi total 800 gram sabu dan 9.700 butir pil ekstasi.

Dari tangan Bripka S ditemukan sejumlah barang bukti yakni:

1. Tas jinjing warna coklat berisi
a. Satu plastik klip isi sabu bentuk kristal warna putih seberat 51 gram;
b. Ekstasi warna merah sebanyak 5 butir dan ekstasi warna kuning 2 butir seberat 2,3 gram.

2. Tas ransel warna coklat berisi
a. Satu plastik kresek warna putih berisi:

1) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 102 gram;
2) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 9,8 gram;
3) satu plastik klip warna putih berisi sabu berat 32 gram;
4) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram;
5) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram;
6) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 100 gram;
7) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 80 gram;
8) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 88 gram;
9) satu plastik klip warna kuning berisi sabu berat 50 gram.

b. Plastik kresek warna hitam berisi:
1) 72 plastik klip yang berisi 7200 butir ekstasi warna merah berat 210 gram;
2) 25 plastik klip berisi 250 butir ekstasi berat 720 gram

(mei/mad)
Berita Terkait
5 Fakta Terkini Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI Vs Pensiunan Polisi
EstaQuickly #CepatCuan
Promoted
Polres Bogor Tegaskan Video 'Polisi Sekamar Pemandu Lagu' Bukan Aksi Mesum
Polisi Bogor yang Diviralkan 'Sekamar' dengan Pemandu Lagu Diperiksa Propam
Viral Video 'Polisi Bogor Mesum dengan Pemandu Lagu', Ini Faktanya
Kisah Para Anjing Pelacak Bantu Temukan Korban Gempa Cianjur
Heboh Siswa SMP Sidoarjo Ngamuk Ditilang Polisi, Berakhir Minta Maaf
Viral Siswa SMP Sidoarjo Ngamuk saat Ditilang, Polisi: Wajar Masih Anak-anak
Berita detikcom Lainnya
detikHealth
Bukan Demam, Gejala Awal COVID-19 XBB-BQ.1 yang Kerap Diabaikan Warga RI
detikTravel
Belanda Tidak Main-main, Ingin Wisata Sejarah di Depok Segera Jadi
Dapatkan Bunga Spesial KPR BCA 2.85% untuk hunian impian Anda
Promoted
detikSport
Apri/Fadia Masuk, Wakil Indonesia di Semua Sektor BWF World Tour Finals 2022
detikFinance
Curhat Anggota DPR Sulit Hubungi Menteri PUPR Karena Tak Punya WhatsApp
detikOto
Viral Mobil Google Maps Nyasar, Sopirnya Tanya Jalan ke Warga
detikInet
Pulau Ini Terlarang Dikunjungi, Penghuninya Ular!
detikHot
Nikita Mirzani Menanti Nasib Usai Eksepsi Ditolak JPU


Baca artikel detiknews, "Polisi Narkoba 'Dagang' Banyak Sabu dan Ekstasi, Pengawasan Diperketat" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-2807416/polisi-narkoba-dagang-banyak-sabu-dan-ekstasi-pengawasan-diperketat.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Post a Comment

76 Comments

  1. NAMA: OKKY ANGGARA PUTRA
    NIM: 220910301060
    KELAS: D4

    Indonesia darurat narkoba, mungkin kata itu hanya sebagai kiasan saja di di sekitar kita saat ini. Tak sedikit oknum-oknum penegak hukum dan pemberantas narkoba malah ikut terjerat dalam kasus penyelundupan dan penjualan barang haram tersebut. Sangat ironi memang melihat semua yang telah dilakukan oleh polisi yang seharusnya memberantas batang haram tersebut. Maka bagaimana mana bisa kata Indonesia darurat narkoba akan bisa dihapus dan diganti dengan Indonesia bebas narkoba secara realistis?

    ReplyDelete
  2. Nama: Hanna Habassauda
    NIM: 220910301043

    Bisakah penegak hukum bermain api dan air namun tidak hangus dan basah?

    Semua hal yang manusia lakukan umumnya akan selalu memiliki dampak Dan konsekuensi, semua hal itu dapat berdampak baik maupun buruk, yang menentukan apa yang akan dihasilkan adalah bagaimana manusia mengelola dan menyikapi nya, penegak hukum bisa saja berurusan dengan hal hal terlarang namun ia tetap bisa terbebas dengan hal tersebut jika yang utama adalah ia memiliki iman yang kuat, taqwa kepada Tuhan serta menjujung agama di kasta yang tertinggi adalah inti dari diri untuk tidak memulai sesuatu yang buruk.

    ReplyDelete
  3. Ayu Qoriatin Imami
    220910301071

    Suatu keadaan darurat narkoba tidak akan terjadi jika para penegak hukum benar-benar merealisasikan hukum yang ada. Nyatanya tak hanya rakyat biasa yang mengedarkan narkoba, tetapi aparat polisi juga melakukannya. Oleh karena itu, kalau pelanggaran-pelanggaran seperti itu masih terus berlanjut, patut dipertanyakan apakah hukum yang ditetapkan sudah sesuai?

    ReplyDelete
  4. Cindy Amalia Nur Assyifah
    NIM : 220910301096

    Fenomena seperti pada saat ini semakin keuakinkan masyarakat ketidakpercayaan pada penegak hukum. Karena dengan banyaknya kasus seperti ini akan menunjukkan bahwa tugas penegak hukum di Indonesia tisak berjalan dengan baik dan benar. Oleh karena itu seharusnya para penegak hukum dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsi. Apabila masyarakat sudah tidak percaya maka akan berpengaruh pada citra penegak hukum di Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Syafrudin Teguh WibowoNovember 29, 2022 at 12:59 AM

    Nama: Syafrudin Teguh Wibowo
    NIM: 220910301007
    Kelas: D5

    Apakah aparat penegak hukum diatas bisa bermain api tanpa hangus?

    Menurut saya oknum aparat penegak hukum yang dimaksud dalam pembahasan diatas, diibaratkan hangus karena salah mengambil langkah dalam mencari pendapatan tambahan. Sehingga sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, apa yang diperbuatnya harus dipersoalkan di meja hijau. Sedangkan daripada itu ada juga oknum-oknum penegak hukum yang tidak menuai akibat dari perbuatannya. hal tersebut kembali lagi terhadap kehendak tuhan.

    ReplyDelete
  6. Putri Sinta Suseno
    220910301035

    Keadaan yang terjadi di Indonesia mengalami berbagai macam kesulitan, diantaranya perbuatan yang dilakukan oleh para penegak hukum. Hal ini merupakan perbuatan yang tidak benar dan tentu saja merugikan pihak pihak lain.
    Para penegak keadilan mempunyai hak untuk menghilangkan dan mengadili tindakan yang dilakukan oleh pihak terkait. Mereka juga harus mengembalikan kepercayaan publik.

    ReplyDelete
  7. Nama : Jennifer Annisa Turnip
    Nim : 220910301039
    Kelas : D5

    Saat ini kondisi penegak hukum di Indonesia sangat memprihatinkan. Bukan hanya masyarakat saja yang terjerat narkoba tetapi seorang penegak hukum yaitu polisi. Hal ini diibaratkan bermain api hangus maksudnya siapa yang melakukan iya juga akan mendapat imbasnya tanpa memandang jabatan dan kekuasaan. Tentunya hal ini bukan hanya mencoreng nama baik pelaku, tetapi juga mencoreng nama baik penegak keadilan yang memberantas narkoba.

    ReplyDelete
  8. Nama : Elinda Julia Tantri
    NIM : 220910301009
    Pengantar Ilmu Hukum D5

    Apakah bisa seorang aparat penegak hukum bermain api tapi tidak hangus?

    bisa, dalam hal ini, maksudnya yaitu,
    meskipun sebagai penegak hukum yang menangani barang barang haram, contohnya narkoba hasil sitaan, penegak hukum tersebut bisa untuk tetap tidak terjebak melakukan hal hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh penegak hukum salah satu contohnya yaitu dengan melakukan penjualan kembali narkoba dari hasil sitaan.
    Penegak hukum tetap bisa berkecimpung dengan "api" yaitu Dengan cara tetap menjunjung tinggi kode etik sebagai penegak hukum, menjadi penegak hukum yang mempunyai kepribadian yang baik. Jadi penegak hukum tersebut bisa tidak "hangus".

    ReplyDelete
  9. Nama: Bram nevyanto tama
    NIM: 220910301120

    Sistem aparatur di Indonesia menurut saya sangat buruk. Adanya aparat penegak hukum yang mengedarkan narkoba yang tentu saja mencoreng nama baik Polri menjadi salah satu buktinya. Sehingga diharapkan masyarakat juga dapat bersikap adil dalam memastikan bahwa aparat penegak hukum bertindak dengan tepat untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan. Selain itu, polisi harus mempertimbangkan dampak dan akibat dari tindakan yang diambil. Tentunya, hal ini tidak hanya mencoreng nama baik pelaku kejahatan, tetapi juga mencoreng nama baik penegak hukum dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

    ReplyDelete
  10. Febriartita Budi KartikasariNovember 29, 2022 at 3:20 AM

    Nama : Febriartita Budi Kartikasari
    Nim : 220910301122
    Kelas D5 Pengantar Ilmu Hukum

    Apakah bisa penegak hukum bermain api tidak hangus dan bermain air tidak basah?

    Bisa, karena menurut saya pemerintah masih kurang dalam pengawasan, seperti yang dipaparkan pada artikel di atas. Dalam artikel masih ada oknum penegak hukum yang memakai/mengedarkan narkoba, walaupunpihak kepolisan sudah menerapkan sanksi dalam peraturan awal saat masuk kepolisian. Memang di artikel oknum penegak hukum itu akan mendapatkan sanksi dari kepolisian, namun tidak memungkiri masih ada penegak hukum yang memiliki privilage (punya jabatan tinggi, duit banyak, dan mempunyai jalur orang dalam di kejaksaan) maka bisa jadi oknum penegak hukum yang bersalah hanya dihukum penjara beberapa bulan saja (hukum dapat dibeli dengan uang).

    Penegak hukum bisa bermain api dan air tidak hangus dan basah, jika penegak hukum sangat rapi dalam melakukan suatu pekerjaan, tidak menimbulkan kecurigaan yang bisa menyeret dia ke penjara, kurang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang menyebabkan mudah tergiur untuk melakukan perbuatan yang salah/haram. Tidak hanya rapi dan kurang beriman saja, namun ada unsur suap menyuap kepada beberapa orang yang bertujuan agar orang yang disuap bisa bungkam atas kasus yang dilakukan penegak hukum seperti pengedar narkoba, korupsi, dan lain-lain. Dengan yang sudah saya paparkan diatas, menurut saya sudah jelas penegak hukum bisa bermain api tidak hangus dan bermain air tidak basah.

    ReplyDelete
  11. Nama : Septi Yuniartha
    NIM : 220910301049
    Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Hukum Kelas D4

    Permainan di dalam awak kepolisian sebagai aparat penegak hukum di Indonesia masih saja terjadi, hingga menjadi label buruk bagi institusi itu sendiri. Hal-hal yang seharusnya dilarang, kadangkala masih saja dilakukan oleh pihak penegak hukum itu sendiri. Polisi selama ini banyak dikenal sebagai peran sosial masyarakat yang berwenang atas jalannya ketegakkan hukum di Indonesia. Menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan suasana yang kondusif sesuai dengan nilai dan norma serta aturan yang berlaku dalam suatu negara. Namun pada kenyataannya, ‘oknum-oknum’ mereka sendirilah yang berulah terbalik dengan nilai dan norma, serta aturan yang ada. Dalam salah satu perihal ketidaksesuaian perilaku ‘oknum-oknum’ polisi dengan kaidah yang seharusnya ini menjadi problematika penegakkan hukum di Indonesia. Saya rasa mereka tidak bisa jika hanya bermain api, tetapi tidak hangus, bermain air, tapi tidak basah. Walaupun sedikit, pasti ada ‘mereka’ yang terkena cipratan api ataupun air. Jadi, sedikit sekali kemungkinan untuk tidak terkena objek yang sedang ditanganinya.
    Maka seharusnya, menurut saya ada dua solusi dalam hal ini. Pertama, bermain api dan air dengan menggunakan pelindung. Entah itu baju tahan api ataupun mantel anti air. Dengan maksud, para penegak hukum dalam hal ini polisi, harus memiliki pelindung yang kuat dalam dirinya untuk tidak terjerumus dengan hal-hal yang dilarang oleh aturan (misalnya transaksi narkoba), pelindung dalam hal ini dapat berupa keyakinan dan keteguhan atas sisi spiritual masing-masing yang dapat menjadi ‘tameng’ dalam menjalani kehidupan. Sehingga dapat memfilter mana hal-hal baik yang harus dilakukan dan mana hal-hal tidak baik yang harus dihindari. Sementara itu cara yang kedua adalah tidak bermain api dan air sama sekali. Dengan maksud, seseorang maupun pohak kepolisian dalam hal ini seharusnya bisa memilih untuk sama sekali tidak terjerumus dalam hal-hal buruk (pendistribusian narkoba) karena sudah tau bagaimana larangan dan konsekuensi yang akan di dapatkan. Hal ini mengingat bahwa ‘mereka’ sebagai pihak penegak hukum di Indonesia sangat ditinjau segala tindak dan tanduknya sebagai acuan kehidupan masyarakat. Sehingga seharusnya pihak kepolisian sendiri bisa menyontohkan hal-hal baik yang sesuai dengan nilai dan norma, serta aturan dalam kehidupan masyarakat agar hukum mampu ditegakkan dengan baik.

    ReplyDelete
  12. khofifah aisyatuz zakiyahNovember 29, 2022 at 5:43 AM

    NAMA : khofifah Aisyatuz Zakiyah
    NIM : 220910301143
    Aparat diindonesia saat ini sangatlah buruk dan juga saat ini indonesia menjadi negara dengan status darurat narkoba. Namun dibalik kondisi tersebut yang justru sangat menyedihkan adalah seorang penegak hukum yakni polisi tertangkap membawa banyak sabu dan ekstasi. Hal ini tentu menjadi ironis, sebab dia adalah seorang polisi yang bertugas di Satuan Narkoba. Seharusnya dia mengetahui dengan benar bahwa akan konsekuensinya jika seseorang termasuk seorang polisi melakukan penyalahgunaan narkotika.

    ReplyDelete
  13. Gabriella Chandra Putri
    220910301026

    Apakah bisa seorang aparat penegak hukum bermain api tapi tidak hangus?

    Pada dasarnya, segala hal yang dilakukan oleh setiap orang akan memiliki dampak. Baik dampak baik maupun buruk tergantung pada bagaimana hal yang diperbuat. Begitu juga dengan aparat penegak hukum. Dalam contoh di atas, aparat penegak hukum terjerumus dalam narkoba. Padahal narkoba merupakan hal yang terlarang. Sehingga aparat tersebut harus menerima konsekuensi atas hal yang telah diperbuat. Jika diperumpamakan, aparat tersebut hangus dalam bermain api. Kemudian selain mencoreng nama sendiri, peristiwa ini juga merusak nama baik aparat penegak hukum secara keseluruhan. Dan ke depannya diharapkan tidak ada lagi aparat penegak hukum yang bermain "api" yang dapat merusak nama baik mereka.

    ReplyDelete
  14. Fitri Wulan Sari Khamid
    220910301040
    Hukum dibuat untuk ditaati namun apabila terdapat syaitan didalamnya maka aturan apapun bisa dilewati/ dilanggar. Saat ini Indonesia sedang dilandang dengan darurat narkoba, cukup bahaya kasus ini untuk itu seluruh masyarakat tanpa terkecuali diharuskan mengerti dan memahami bahaya besar narkoba. "Bermain api hangus bermain air basah", untuk seluruh manusia bisa menjaga itu semua dengan tetap berhati-hati khusus nya untuk para aparat hukum dalam menjaga imannya dan menjalankan tugas dengan baik dan benar terhadap godaan syaitan.

    ReplyDelete
  15. AULIA PRASTIKA S
    200910301131

    Tidak bisa kita pungkiri bahwa kita hidup selalu dinaungi oleh hukum. Mulai dari tempat kita tidur, atau saat kita berbelanja, menjalin hubungan, bahkan sekadar update status di media sosial, ada hukum yang menaunginya. Hukum dan keadilan bukan hanya soal perkara di pengadilan atau kasus-kasus kriminal yang kita dengar dari media massa. Karena ia terkait dengan nyaris seluruh aspek kehidupan siapapun terlibat di dalamnya. "Keadilan tidak akan ditegakkan sampai mereka yang tidak terdampak sama murkanya dengan mereka yang terdampak ." – Benjamin Franklin

    ReplyDelete
  16. Holifatus Isrania
    200910301055
    Pepatah bermain api hangus,bermain air basah,yang artinya setiap melakukan sesuatu ada resikonya.Hal ini berlaku juga kepada aparat kepolisian di Indonesia.Kepolisian berkewajiban untuk melindungi masyarakat serta menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.Akan tetapi tidak semua polisi bisa mengemban tanggung jawab tersebut.Hal tersebut dibuktikan masih ada tindak kejahatan yang malah dilakukan oleh pihak kepolisian.Pihak kepolisian yang malah ikut “tersesat” ketika menjalankan tugasnya.Hal ini menunjukkan bahwa pihak kepolisian juga sama,juga manusia biasa yang mudah lengah dan tergoda.Hal ini juga menunjukkan “praktik” tidak semudah hanya “memahami teori”. Dibutuhkan keyakinan dan tekat yang benar-benar kuat untuk menjadi teladan yang baik.

    ReplyDelete
  17. Nurlaela Dwi Arum FitrianiNovember 30, 2022 at 4:26 PM

    Nama : Nurlaela Dwi Arum Fitriani
    NIM : 220910301081
    Kelas : Pengantar Ilmu Hukum D4

    Polisi adalah salah satu aparat penegak hukum yang sangat dihormati tadinya, namun dengan ada label "indonesia darurat narkoba" hal ini menandakan aparat penegak hukum kurang maksimal dalam menangani narkotika di Indonesia. Narkotika terkenal dengan kandungan zat - zat yang berbahaya dan harganya yang sangat mahal, oleh karena itu banyak oknum yang tergiur untuk mendistribusikan dan menjual narkotika karena iming- iming keuntungan yang besar, namun sangat disayangkan dalam kasus ini malah aparat penegak hukum yang terjerat kasus narkotika dimana mereka yang seharusnya memberantas oknum pendistribusi narkotika tapi malah menjadi oknum pendistribusi, hal ini juga merupakan penyelahgunaan kekuasaan yang mereka miliki sebagai seorang polisi yang _notabene nya_ mereka memiliki power orang dalam untuk tidak tertangkap dan menjalankan bisnis haram dengan lancar dalam istilah mereka "bermain api tapi tidak hangus". Sangat miris melihat aparat penegak hukum yang seharusnya menumpas habis malah menjadi tersangka penjual narkoba dan merauk keuntungan milyaran, namun pada akhirnya dihukum juga tapi menurut saya hukuman yang di berikan tidak setara dengan apa yang merema lakukan ditambah lagi mereka adalah seorang polisi. Melalui usaha dari pihak atasan polisi itu sendiri dan peran masyarakat munglin kurang maksimal jika tidak di barengi dengan kesadaran setiap individu, karena saya yakin masih banyak oknum yang melakukan hal serupa namun masih berlindung di bawah kekuasaan yg mereka miliki sebagai seorang Polri sebagai aparat penegak hukum.

    ReplyDelete
  18. NIM: 200910301121
    Nama: Amelia Putri Hartanti
    Jika dilihat dari kasus mengenai peredaran narkoba di Indonesia pada sekarang ini yang semakin marak terjadi, menjadi sesuatu yang ironi. Bahkan seorang aparat penegak hukum dan yang seharusnya melindungi masyarakat malah menjadi pelaku dari penyalahgunaan narkotika. Hal-hal yang merusak bangsa khusunya bagi generasi muda harus diberantas, mulai dari pengedar maupun pecandu yang harus diselamatkan dari pengaruh buruh narkotika. Serta tidak terlepas dari tindakan hukum yang harus dijalani oleh pelaku dengan tidak memandang apapun dan siapapun jabatannya termasuk seorang polisi sekalipun.

    ReplyDelete
  19. Siska Ayu Dewi Puspitaloka
    220910301095
    Kelas PIH D2

    Peristiwa yang terjadi dalam blog tersebut adalah salah satu penyebab kenapa masyarakat juga tidak percaya terhadap polisi. Banyak polisi yang baik tetapi ada juga oknum yang bermain api, merusak nama baik instansi. Banyak perilaku oknum yang buruk selain pengguna narkotika yang membuat masyarakat berpikir polisi pro ke hal yang buruk. Polisi juga manusia yang bisa berbuat salah tapi Alangkah baiknya berhati-hati dalam berperilaku terlebih lagi jika ia menjadi bagian dari negara.
    Bagaimana Indonesia akan maju jika masyarakat bahkan dari aparat pun juga menggunakan narkotika?
    Ayo mulai sadar untuk tidak menyalahgunakan narkotika.

    ReplyDelete
  20. Nama : Cahya Pratama Putra
    Nim : 200910301014
    " Potret Penegak Hukum Indonesia"
    menurut saya judul tersebut sepertinya kurang tepat seharusnya "Pencitraan Penegak Hukum Indonesia " mengapa memakai kata Pencitraan karena menurut saya oknum penegak hukum di indonesia yidak mencerminkan aparat yang melindungi, mengayomi dan mencerminkan patuh hukum jadi kata Pencitraan mungkin pantas di sandingkan dengan oknum oknum tersebut, terkait Pepatah " bermain api tidak hangus dan bermain air tidak basah" seharunya di terapkan jika penegak hukum melanggar maka harus di hukum tetapi muncul pemikiran bagaimana jika yang bermain api tersebut juga memadamkan api itu. semoga kita semua paham

    ReplyDelete
  21. Nama : Cahya Pratama Putra
    Nim : 200910301014
    " Potret Penegak Hukum Indonesia"
    menurut saya judul tersebut sepertinya kurang tepat seharusnya "Pencitraan Penegak Hukum Indonesia " mengapa memakai kata Pencitraan karena menurut saya oknum penegak hukum di indonesia tidak mencerminkan aparat yang melindungi, mengayomi dan mencerminkan patuh hukum jadi kata Pencitraan mungkin pantas di sandingkan dengan oknum oknum tersebut, terkait Pepatah " bermain api hangus dan bermain air basah" seharunya di terapkan jika penegak hukum melanggar maka harus di hukum tetapi muncul pemikiran bagaimana jika yang bermain api tersebut juga memadamkan api itu. semoga kita semua paham

    ReplyDelete
  22. NAMA: DEWI PUJI RAHAYU
    NIM: 200910301151
    KELAS; D4 PENGANTAR ILMU HUKUM

    Dari kasus diatas, maka narkoba bukan hanya sekedar merusak tubuh melainkan juga merusak harkat martabat seseorang ataupun lembaga. Hukum harus secara tegas menindak peristiwa tersebut yang berprinsipkan pada kebenaran dan keadilan. Selain itu, bukan hanya masyarakat yang membutuhkan upaya pencegahan narkoba, tapi juga pemerintah, sipil negara, dsb. Hal ini bertujuan meningkatkan dan mempertahankan kualitas SDM di Indonesia. Pencegahan narkoba ini bukan hanya dalam segi edukasi, tetapi juga dalam segi pengawasan transaksi narkoba, penyembuhan kecanduan narkoba, dan pemulihan orang dengan narkoba. Jika upaya tersebut dilakukan, maka angka penggunaan narkoba akan menurun di Indonesia.

    ReplyDelete
  23. Nama : Eka Ayu Maulydya
    Nim :220910301126

    Sungguh miris ketika mendengar kejadian penyimpangan tersebut yang dilakukan secara sadar. Aparat penegak hukum seperti Polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat tetapi justru melakukan hal yang tidak terpuji dengan penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian tentu saja masyarakat akan semakin luntur kepercayaannya kepada aparat penegak hukum di Indonesia ini karena hanya ulah dari beberapa oknum. Pelaku harus diberikan hukuman sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku agar pelaku merasakan jera dan menjadikan sebagai pengajaran agar tidak terjadi lagi penyimpangan-penyimpangan seperti hal tersebut.

    ReplyDelete
  24. MUTIARA MAIDA EVELYNA
    200910301108

    Kasus di atas adalah satu dari banyaknya kasus narkoba yang ada di Indonesia. Ironisnya, kasus narkoba di atas dilakukan oleh penegak hukum Indonesia yang seharusnya memberi contoh dan menjadi teladan baik bagi masyarakat luas. Fenomena seperti ini merupakan satu dari banyaknya alasan mengapa masyarakat kehilangan kepercayaan kepada para penegak hukum di dalam negeri, apalagi penegak-penegak hukum yang terbukti bersalah tidak divonis sesuai dengan kesalahannya. Seperti pepatah "Bermain api hangus, bermain air basah." oknum polisi seharusnya mengetahui konsekuensi yang akan mereka hadapi saat berurusan dengan narkoba.

    ReplyDelete
  25. Kanarelta Antli Gamalian
    200910301123 / Pengantar Ilmu Hukum D2

    Kalau dilihat secara realitanya sangat jelas bahwa di Indonesia sendiri dalam menerapkan hukum bagi dari penegak hukum atau upaya penegak hukum itu sendiri dapat dikatakan masih sangat kurang. telah banyak terjadi kasus-kasus yang sudah jelas bahwa kasus tersebut "salah" akan tetapi masih bisa dimanipulasi kembali oleh oknum-oknum penegak hukum itu sendiri, istilahnya adalah hukum di Indonesia hanya tajam kebawah dan tumpul ke atas yang artinya masih banyak sekali ketidakadilan di hukum yang ada di Indonesia saat ini, apabila ditanyakan apakah aparat hukum dapat bermain api tapi tidak hangus? jawabannya bisa karena penguasa hukum di Indonesia sendiri hanya para aparat-aparat hukum itu sendiri yang memainkan aturan-aturan hukum yang ada, dengan kata lain mereka membuat aturan hukum itu tetapi mereka sendiri juga yang memanipulasi dan tidak mengikuti aturan hukum yang sudah ada.

    ReplyDelete
  26. Nama : Shofia Az'zahra
    NIM : 220910301012

    Polisi melanggar aturan, apakah itu pantas dinamakan penegak hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia?. Tidak, sama sekali tidak pantas dinamakan penegak hukum. Seharusnya seorang pelanggar yang merupakan oknum polisi diberikan hukuman yang lebih berat. Karena apa? Karena oknum polisi tersebut seolah-olah menyepelekan peraturan yang ada. Seharusnya seorang polisi menjadi tauladan yang baik untuk masyarakat malah menyalahi aturan atas dasar kekuasaan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  27. Anggita Pebiyan Widia S
    220910301015

    Indonesia sekarang ini menjadi negara dengan status darurat narkoba. Seperti pernyataan diatas bahwa aparat penegak hukum terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sehingga hal itu menimbulkan stigma buruk bagi pemikiran masyarakat terhadap aparat penegak hukum dan kepercayaan terhadap polisi berkurang. Apalagi jika aparat hukum sudah tervonis tidak segera diberikan hukuman yang memang pantas, seharusnya polisi mengetahui konsekuensi melakukan hal tersebut dan bukan hanya mencoreng nama polisi secara umum namun melanggar aturan tertib dan kode etik polisi.

    ReplyDelete
  28. Firdatus sholikhah 200910301024 (D2)

    Fenomena diatas merupaka salah satu contoh kasus yang di sebabkan oleh aparat penegak hukum.Hal tersebut menyebabkan nama institusi penegak hukum (kepolisian) menjadi jelek dimata masyarakat yang seharusnya dipercata sebagai pemberantas suatu kasus malah menjadi pelaku maka dari itu masyarakat sudah tidak meiliki rasa kepercayaan secara penuh kepada institusi kepolisian.
    Banyak fakta juga bahwa polisi akan menyelesaikan suatu kasus jika ada "upah" yang besar dari pihak yang meminta untuk menyelidiki kasus yang ada.Jika yang minta penyelidikan dari kalangan bahwa maka kasus tersebut akan lama selesainya bahkan tidak ada penanganan.Hal tersebut akan membuat stigam kepada masyarakat bahwa institusi kepolisian hanya berpihak pada orang kaya .

    ReplyDelete
  29. Sofia Salsabila
    200910301080
    Dalam tulisan diatas yang mengangkat kasus seorang polisi yang berdagang narkotika. Kasus ini mencuat lantaran aparat yang menjadi tersangka tertangkap dengan membawa banyak sabu dan pil ekstasi. Kasus ini menunjukkan bahwa aparat hukum yang seharusnya ikut andil dalam memberantas narkoba malah menjadi tersangka utama. Hal ini juga berbanding terbalik dengan gerakan 'Zero Narkoba' yang baru saja di usung oleh pemerintah. Kasus ini juga membuka mata bahwa siapapun dapat menjadi tersangka, apapun jabatannya. Hal ini juga menjadi pembelajaran bahwa hukum harus dengan tegas menjerat siapapun yang melanggarnya.

    ReplyDelete
  30. moh. sholikhul amri
    200910301118

    sungguh aneh dan memprihatinkan ketika sang penegak hukum malah terjerat hukum yang seharusnya dia tegakkan. bukan hanya kasus ini saja tetapi banyak kasus narkoba yang menyangkut oknum polisi, hal ini bisa menjadi salah satu alasan pemicu masyarakat tidak mempercai institusi polri hanya karena ulah oknum-oknum tersebut. maka stigma buruk tersebut haruslah segera di tangani oleh institusi agar warga lebih percaya dan menghormati yang katanya para penegak hukum tersebut.

    ReplyDelete
  31. Nama : Syahrina Rojabar Rizqiyah
    Nim : 220910301046
    Kelas : D5 Pengantar Ilmu Hukum

    Menanggapi sebuah pernyataan Bermain api hangus, bermain air basah, bermain bola bisa gol, dan polisi bermain narkoba masuk penjara’ oleH Bapak Purwowibowo (2022) munculah pertanyaan apakah bisa jika bermain api tidak hangus dan bermain air tidak basah?
    Terkait hal tersebut jawaban saya adalah bisa. Dikarenakan timbulnya hangus dan basah adalah resiko yang harus ditanggung oleh pihak yang memainkan api dan air tersebut. Akan tetapi, jika pihak yang bermain dengan dua hal tersebut memiliki prinsip dan memegang teguh atas prinsipnya mungkin pihak tersebut dapat terhindar dari hangus dan basah. Selain itu, bermain api dan air juga termasuk dalam pekerjaan mereka, jadi sepatutnya mereka dari pihak bersangkutan harus mendefinisikan bahwa api dan air adalah tugas dan kewajiban yang harus dijalankan sesuai mana mestinya tanpa melakukan penyelewengan. Jika hal ini diterapkan oleh seluruh penegak hukum maupun pihak negara mungkin hukum di negara kita dapat dikatakan baik dalam segi pelaksanaan.

    ReplyDelete
  32. Nama : Latifa Lutfiyana
    NIM : 220910301086
    Pengantar Ilmu Hukum D2

    Sangatlah ironis jika seorang penegak hukum terjerat kasus hukum. Apalagi jika kasus hukum tersebut kasus mengenai narkoba. Seorang penegak hukum seharusnya sadar akan tugasnya, bukan malah mengabaikan tugas tersebut. Dari hal tersebut akan semakin meningkatkan rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada para penegak hukum yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  33. Sabattania Divani PutriDecember 4, 2022 at 8:02 PM

    Nama : Sabattania Divani Putri
    Nim : 220910301079
    Kelas : D5

    Dari fenomena yang terjadi menyebabkan semakin menumbuhnya rasa tidak percaya masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Di karenakan seorang penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh baik masyarakat malah melakukan hal yang bertolak belakang dari sumpah janji dan kode etik sebagai aparat penegak hukum, dan tidak mencerminkan tindakan atas segala perkataan yang mereka kampanye kan kepada masyarakat.

    ReplyDelete
  34. Nama : Natasya Zazxia Imelda
    Kelas : Hukum D5
    Nim : 220910301088

    bisakah Bermain api tidak hangus? bermain air tidak basah?
    menurut saya pribadi bisa, jika kita hati hati kita tidak akan kebakar dan hangus. Contohnya seperti tukang sate yang bekerja nya menggunakan api namun tidak hangus, tetapi tetap saja jika tidak hati hati maka akan hangus ... seperti halnyaa artikel diatas seorang polisi yang harusnya membasmi seorang pemakai atau pengedar narkoba malah menjadi pelaku narkoba. Jika tidak hati hati kita akan terbawa permainan api dan hangus terbakar

    ReplyDelete
  35. Nama : Natika Wijaya
    NIM : 220910301032
    Kelas : Pengantar Ilmu Hukum D4

    Apakah bisa bermain api dan air tetapi tidak panas dan basah

    Bisa saja, asalkan pihak penegak hukum tersebut benar benar melaksanakan dan menjalankan tugasnya dengan benar tanpa merusak nama baik penegak hukum. Hal tersebut juga didukung oleh tiap individu agar tidak terjerumus kedalam jalan yang salah dan bisa terus menjadi contoh yang baik serta pedoman bagi masyarakat. Hal tersebut akan semakin menambah citra nama baik penegak hukum sehingga semakin bagus di mata rakyat Indonesia.

    ReplyDelete
  36. Salsabila Nanin 200910301074

    Citra aparatur negara terutama polisi sudah cukup buruk di mata masyarakat Indonesia karena kasus Sambo ditambah dengan kasus ini yaitu narkotika. Sungguh ironi aparatur negara Indonesia bukannya memperbaiki citra dan kinerjanya malah ikut berkecimpung di ranah kejahatan. Sebagai apaeatur negara yang gajinya dibayar oleh rakyat, mereka harusnya sadar akan kewajibannya untuk membasmi kejahahtan dan mengayomi warga. Hal ini mrrupakan kendala terberat bagi polisi yang masih taat aturan untuk mengembalikan citra polisi menjadi pengayom rakyat Indonesia.

    ReplyDelete
  37. Alfina Dhiya PuspitaDecember 5, 2022 at 3:26 AM

    Nama : Alfina Dhiya Puspita
    Nim : 220910301004
    Lucunya kenapa aparatur Negara yang seharusnya menjadi pemimpin yang memberi contoh yang baik bagi masyarakat tapi apalah daya ini, justru sebagai contoh buruk. Polisi bermain narkoba, bagaimana hukum di Indonesia saat ini? Saat ini kondisi penegak hukum di Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan blog diatas, dapat saya simpulkan bahwa aparat negara yang seharusnya menjaga keamanan serta mampu menindak seseorang apabila telah melanggar hukum, justru dirinya lah sendiri yang melanggar hukum di sebuah Negara.

    ReplyDelete
  38. Artica Putri Malica
    220910301118

    Indonesia darurat narkoba, mungkin kata itu hanya sebagai kiasan saja di di sekitar kita saat ini. Tak sedikit oknum-oknum penegak hukum dan pemberantas narkoba malah ikut terjerat dalam kasus penyelundupan dan penjualan barang haram tersebut. Sangat ironi memang melihat semua yang telah dilakukan oleh polisi yang seharusnya memberantas batang haram tersebut.

    ReplyDelete
  39. Salma Nur Faiza / 200910301053

    kasus diatas merupakan salah satu potret tindakan penegak hukum yang menimbulkan keraguan masyarakat akan kinerja aparat penegak hukum di Indonesia, sehingga memunculkan stigma-stigma negatif mengenai kinerja para penegak hukum yang salah satunya ditunjukkan lewat hashtag #percumalaporpolisi yang semakin memperkuat stigma buruk kinerja polisi yang masih tidak maksimal dalam menjaga ketertiban di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan keadilan sosial.

    ReplyDelete
  40. Sharla Rizna Trisnanda/ 220910301002

    Pada hakikatnya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan khususnya polisi sangatlah minim ditambah dengan kasus-kasus seperti ini yang "menggambarkan" bahwa oknum dari lembaga peradilan kurang bijak dalam menjalankan perannya. Seharusnya, oknum tersebut lebih memahami tentang dampak yang di berikan oleh barang-barang terlarang tersebut dan bisa membatasi diri saat terlibat langsung dengan orang-orang penggunaan maupun peredar barang terlarang tersebut.

    ReplyDelete
  41. Nama : Nawang Wulandari
    NIM : 220910301016
    Matkul/Kelas : Pengantar Ilmu Hukum/D4

    Sebenarnya semua aturan sudah tertulis dengan jelas pada perundang-undangan hanya saja yang membedakan adalah pelaksanaannya. Hanya karena ada 1 oknum yang menyalahgunakan wewenang bukan berarti itu merupakan kesalahan kesatuan/lembaga. Namun, menurut segi pandang masyarakat masalah ini merupakan kesalahan kesatuan. Penegak hukum yang membuat peraturan seharusnya juga mematuhi aturan yang berlaku tersebut dan melakukan pengawasan, bukan malah berpartisipasi melanggar. Kesalahan 1 oknum membuat kepercayaan masyarakat terhadap semua penegak hukum menurun. Hal ini perlu adanya kesadaran dari masing-masing individu penegak hukum untuk melakukan apa yang menjadi hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya. Selain itu, perlu dilakukan pengawasan yang lebih tegas dan disiplin sehingga dapat dipastikan bahwa tidak akan ada lagi penegak hukum yang menyalahgunakan wewenang. Mengenai kepercayaan masyarakat, hal itu akan membaik apabila diiringi aksi nyata yang positif dari penegak hukum itu sendiri.

    ReplyDelete
  42. Talitha Hafizhah I
    200910301097

    Kondisi Hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai kritik diarahkan baik yang berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum, kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungnya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan.

    ReplyDelete
  43. Nama : Abyan Kane Thufail Qawim Arkan
    NIM : 200910301139
    Kelas : Ilmu Pengantar Hukum D2

    sudah bukan menjadi rahasia umum banyak polisi yang licik dan berperilaku buruk seperti ikut mengedarkan narkoba. Polisi di Indonesia ini sudah banyak yang tidak jujur sudah sejak lama bahkan dari zaman presiden Ir. Soekarno. Seharusnya polisi di Indonesia sebagai penegak hukum wajib taat terhadap hukum yang berlaku dan menjadi suri tauladan bangsa Indonesia. Dan seharusnya dari awal masa pendidikan diberikan pendidikan tentang integrasi secara keras dan disiplin, tujuannya agar polisi di indonesia tidak mudah menerima suap dan korupsi apapun itu alasannya.

    ReplyDelete
  44. Nama : Fatha Restian
    NIM : 220910301063

    Keterkaitan antara penegak hukum sekaligus sebagai pelaku tindak pidana diberikan dalam bentuk hukuman yang diperberat, dikarenakan pelaku tindak pidana merupakan pejabat negara sehingga hal ini merupakan bentuk pertanggungjawabannya dalam melanggar hukum.

    ReplyDelete
  45. Nama : Vasya Oktabella Rachel Gunawan
    NIM : 220910301052
    Kelas : D2

    Dari fenomena tersebut dapat membuat rasa kepercayaan masyarakat terhadap aparatur hukum menjadi berkurang, banyak diantara aparat hukum yang terkadang menggunakan kekuasaan serta harta mereka untuk membeli narkoba. Polisi yang seharusnya sebagai aparatur pengemban hukum justru menjadi pelaku tindak penyalahgunaan hukum itu sendiri. Bukan hanya masyarakat saja yang terjerat narkoba tetapi seorang penegak hukum seperti polisi juga terlibat. Hal ini diibaratkan bermain api hangus maksudnya siapa yang melakukan maka akan mendapat imbasnya tanpa memandang jabatan dan kekuasaan.

    ReplyDelete
  46. Nama : Vasya Oktabella Rachel Gunawan
    NIM : 220910301052
    Kelas : D4

    Dari fenomena tersebut dapat membuat rasa kepercayaan masyarakat terhadap aparatur hukum menjadi berkurang, banyak diantara aparat hukum yang terkadang menggunakan kekuasaan serta harta mereka untuk membeli narkoba. Polisi yang seharusnya sebagai aparatur pengemban hukum justru menjadi pelaku tindak penyalahgunaan hukum itu sendiri. Bukan hanya masyarakat saja yang terjerat narkoba tetapi seorang penegak hukum seperti polisi juga terlibat. Hal ini diibaratkan bermain api hangus maksudnya siapa yang melakukan maka akan mendapat imbasnya tanpa memandang jabatan dan kekuasaan.

    ReplyDelete
  47. Nama : Nadila Putri Kusuma Trisna
    Nim : 220910301123

    penegakan hukum di Indonesia harus dimakasimalkan Agar tidak banyak oknum oknum yang terjerumus dalam tindakan yang melanggar aturan dan norma hukum salah satunya adalah narkoba, seperti halnya seorang penegak hukum yang terjerat kasus narkoba akan tetapi oknum tersebut hanya terkena sanksi yang berat dikarenakan oknum tersebut sangat unggul dalam kekuasaan, sehingga tidak seimbang dengan aturan yang telah dibuat dalam undang undang, Oleh sebab itu peraturan hukum harus dimaksimalkan agar seimbang.
    Jika oknum tersebut tidak terjerat hukum maka oknum tersebut harus bisa mengendalikan dirinya agar tidak terjerumus pada narkoba, sehingga penegak hukum tersebut juga dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Jika penegak hukum tersebut melakukan tindakan yang melanggar norma hukum ,apa pendapat masyarakat tentang penegak hukum di Indonesia.
    Hukum di Indonesia kurang dominan dibandingkan dengan kekuasaan, oleh karena itu penegakan hukum di Indonesia harus lebih dimaksimalkan agar dapat seimbang, sehingga politik seimbang dengan hukum

    ReplyDelete
  48. Nama : Marshanda Maulida Firdaus
    NIM : 220910301033
    Kelas : D4

    Penegak hukum biasanya identik dengan kepatuhan pada hukum dan berfungsi menghimbau masyarakat untuk patuh serta tunduk kepada hukum yang ada.
    Tetapi apabila penegak hukum itu sendiri melanggar apa yang seharusnya mereka jaga maka tidak bisa kita sebut lagi sebagai penegak hukum yang taat.
    Sesuai dengan artikel diatas, maka ikon penegak hukum sudah tidak bisa dipercaya lagi atas kesalahan fatal tersebut.
    Lantas untuk apa pemerintah Indonesia melayangkan perintah "ZERO NARKOBA" apabila penegak hukum negara masih menyalahgunakannya?. Saya harap untuk kedepannya penegak hukum dan masyarakat saling intropeksi dan bersama sama untuk perang melawan narkoba!

    ReplyDelete
  49. Nama : Rintang Laisa Wiyah Ramadhanti
    Nim : 220910301055

    Apakah bisa penegak hukum bermain api dan air tetapi tidak hangus dan basah?

    Menurut saya bisa. Berdasarkan kasus diatas Indonesia menjadi negara dengan status darurat narkoba, meskipun polisi sering menangani kasus barang haram tersebut, mereka juga harus punya kesadaran akan dirinya sendiri agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Polisi harus bisa menunjukan citranya sebagai penegak hukum mereka harus sadar akan kewajibannya untuk membasmi kejahatan dan mengayomi masyarakatnya. Agar hukum mampu ditegakkan dengan baik dalam aturan kehidupan masyarakat untuk mengembalikan citra polisi menjadi pengayom rakyat Indonesia.

    ReplyDelete
  50. NAMA : DWI PUSPITASARI
    NIM : 220910301047


    kebijakan hukum di indonesia sebenarnya sudah baik, namun pelaksanaannya kurang baik dan tidak sesuai dengan UUD yang berlaku. kenyataannnya, hukum diindonesia malah dikalahkan dengan politik,seperti money politik. padahal sudah tercantum dalam undang-undang bahwa hukum adalah diatas segalanya. hal inilah yang membuat masyarakat kurang percaya pada hukum di negara sendiri

    ReplyDelete
  51. Nama: Himatul Ulya
    NIM: 220910301064

    implementasi penegak hukum di Indonesia masih memiliki prokontra yang sampai saat ini masih belum terpecahkan sebab banyaknya aparat yang berwewenang sendiri malah melanggar peraturan yang dibuat, sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintahan. Dari khasus yang dipaparkan diatas dapat di simpulkan bahwa oknum aparatur negara sendiri yang melakukan tindak pidana yakni penyalahgunaan narkoba dan penegakan hukum kurang kuat sebab oknum tersebut memiliki kekuasaan. kekuasaan lebih domianan dibandingkan dengan hukum. upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan menumbuhkan kesadaran sebagai seseorang yang berpendidikan dan paham akan hukum untuk menggunakan kekuasaan yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. sehingga bisa menjadi contoh yang baik untuk aparatur negara dimasa depan.

    ReplyDelete
  52. Nama : Sri Rahayu
    Nim : 220910301070
    Kelas : D4

    Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas kekuasaannya sendiri terkadang banyak yang lolos dan tidak terjerat oleh hukum, padahal oknum itu sendiri banyak yang terjerumus dan tidak menjadi fungsi lembaga yang sebaik-baiknya. Banyak kasus yang didapat salah satunya penyeludupan narkoba oleh oknum kepolisian itu sendiri, hal ini tentu memicu ketidak percayaan masyarakat dengan fungsi lembaga yang mereka jabat dan akan berpengaruh terhadap citra penegak hukum Indonesia. Harapannya semoga penegak hukum yang ada di Indonesia dapat lebih paham dengan jabatan dan fungsi yang ia jabat sehingga tidak memunculkan pandangan yang tidak mengenakkan di lingkungan sosial masyarakat.

    ReplyDelete
  53. Hukum merupakan sebuah aturan yang harus ditaati oleh siapa pun, baik masyarakat maupun penegak hukum itu sendiri. Namun dalam pengimplentasiannya sendiri, sering terjadi penegak hukum yang tidak mematuhi aturan. Padahal penegak hukum merupakan contoh tauladan yang bertugas untuk menghimbau masyarakat agar patuh terhadap hukum. Jadi apabila ada penegak hukum yang tidak mematuhi hukum maka oknum tersebut pantas untuk dijatuhi hukuman.

    ReplyDelete
  54. D4_220910301017_Desinta F.December 5, 2022 at 7:13 PM

    Nama : Desinta Fitriani
    NIM : 220910301017
    Kelas : Pengantar ilmu hukum D4

    Pada dasarnya kata hukum sendiri merupakan suatu kata dengan asas yang memaksa, dimana di dalam hukum sendiri apapun prilaku yang bisa melanggar terdapat sanksi hukum yang sudah di tetapkan. Pada penjelasan diatas para oknum yang justru memiliki jabatan malah menyalah gunakan hal tersebut demi kepentingan pribadi yang bahkan sangat merugikan, tapi anehnya justru orang yang memiliki title atau jabatan lebih lama untuk ketahuan dan terkadang ada ketimpangan yang terjadi hukuman yang diterima bahkan jauh lebih ringan daripada masyarakat biasa. Hal ini yang membuat masyarakat resah, dimana hukum yang terkenal akan keadilan justru menjadi tidak adil di dalam tangan orang-orang yang memiliki jabatan tertentu. Hendaknya hal ini diperhatikan kembali terutama pada kesetaraan yang terjadi antara orang yang memiliki jabatan dan masyarakat umum.

    ReplyDelete
  55. Najwah Primananda 220910301008December 5, 2022 at 10:55 PM

    Bisakah bermain api tapi tidak hangus?
    Menurut saya bisa, karena jika memiliki banyak kaki dan tangan masalah yang ada dapat ditutupi. Hukum di indonesia pun masih kurang baik yang menyebabkan masih banyak oknum oknum yang belum mendapatkan hudkuman setimpal

    ReplyDelete
  56. Aulia Gita KurniasariDecember 5, 2022 at 10:59 PM

    Nama: Aulia Gita Kurniasari
    NIM: 200910301050

    Segala suatu pasti ada dampaknya, maka dari itu kita harus berhati-hati dengan segala sesuatu yang kita lakukan. Bukan hanya masyarakat biasa yang dapat dikenakan hukuman, tetapi pihak berwajib juga dapat dikenakan hukuman jika melakukan suatu kesalahan. Adanya kasus Ferdy Sambo, kasus Kanjuruhan, kasus Teddy Minahasa dan kasus Bripka Sad menjadi contoh bahwa pihak berwajib juga dapat dikenakan hukuman jika melakukan suatu kesalahan yang fatal.
    Polisi secara institusi cukup baik, hanya saja ada oknum polisi yang melanggar hukum. Oleh karena itu perlu adanya perbaikan disektor pengawasan internal polri serta perbaikan sistem perekrutan anggota polri

    ReplyDelete
  57. RAYNALDY OKTAMI DWI PUTRA
    200910301058
    D2 Pengantar Ilmu Hukum

    lemahnya pengawasan terhadap barang bukti narkoba yang disita polisi. Hal ini menurutnya membuat sejumlah oknum polisi dengan gampang menggelapkan narkoba sitaan untuk dijual lagi ke masyarakat. Harusnya ada pihak yang ikut control. Selain atasan terkai kalau bisa lembaga luar dilibatkan juga seperti BNN

    Anggota Kompolnas Poengky Indarti sepakat oknum polisi yang terlibat kasus narkoba dihukum lebih berat dari pada masyarakat biasa. Namun ia menolak hukuman mati. Sanksi pada oknum anggota Polri seharusnya lebih berat, antara lain sanksi pidananya, maupun sanksi internal yaitu hukuman disiplin dan etik. Polisi yang terjebak Tidak perlu dikasihani atau dilindungi,

    ReplyDelete
  58. Daffa Salsabilla (200910301075)
    Orang tua memiliki peran yang penting dalam penggunaan narkoba pada generasi ini, orang tua juga harus memberi pendekatan yang dapat mencegah anak-anak menjadi pengguna narkoba. Seperti, rajin beribadah bersama, memberikan gambaran masa depan, dan tidak mengekang. Selain itu polisi adalah aparat yang bertujuan untuk Penegakan hukum di Indonesia, keamanan dan ketertiban masyarakat, lalu jika kepolisian sendiri mengatakan hal demikian. "Sekaligus mengajak masyarakat, tolong bantu kami, jangan ajak personel kami untuk melakukan kejahatan apa pun, apalagi dalam kaitan penyalahgunaan narkoba ini."

    Bukankah memperlihatkan betapa tidak tercapainya tujuan adanya polisi, karena seorang aparat kepolisian saja tidak bisa menjaga satu sama lain dan malah seolah-olah menyalahkan masyarakat.

    ReplyDelete
  59. Ahcmad syamhan
    200910301052

    Dalam artikel bertuliskan "potret penegak hukum di Indonesia" Ini merupakan tamparan keras bagi bangsa Indonesia ini, karena dalam artikel ini yang menjadi tokoh utama adalah aparat penegak hukum yaitu polisi. Sangat memilukan karena yang seharusnya polisi ini menjadi pelopor pemberantasan narkoba justru polisi menjadi tersangka kasus narkoba.Gagasan pemerintah tentang "zero narkoba" Hanya bualan belaka, karena masih banyak narkoba berkeliaran baik di masyarakat umum maupun di aparat penegak hukum. Dari pihak kepolisian menyatakan bahwa hanya segelintir oknum yang terjerat, namun ketika di tinjau kebelakang oknum-oknum jika dikumpulkan akan menjadi satu Batalyon yang artinya kasus polisi terjerat narkoba tidak hanya sekali dua kali melainkan sudah beberapa kali terjadi. Harus ada perombakan besar dan pengawasan extra untuk menangani kasus narkoba ini, baik pengawasan ke masyarakat umum maupun kepada pihak aparatur penegak hukum.

    ReplyDelete
  60. Aileen Urania
    200910301016

    Bagaimana bisa negara indonesia akan terbebas dari sarang narkoba jika ternyata masih banyak oknum penegak hukum yang menjadi agen penjualan dan pendistribusian barang berbahaya tersebut. Dari kasus tersebut penyebab lemahnya penegakan hukum Indonesia yaitu sifat serakah dari oknum penegak hukum yang menjadi faktor dominan bobroknya penegakan hukum Indonesia. Hal itu terjadi karena rapuhnya jiwa tanggung jawab terhadap profesi yang dijalani.

    ReplyDelete
  61. Aprilia Nur Cahya
    200910301132

    Hukum mengenai narkoba di Indonesia masih dapat dikatakan lemah. Hal tersebut dibuktikan dengan kurang tegasnya hukuman yang diberikan kepada pengguna ataupun pengedar sehingga masih banyak kasus mengenai narkoba di masyarakat, tidak terkecuali oknum penegak hukum itu sendiri. Rendahnya tingkat hukuman yang diberikan dalam kasus narkoba membuat masyarakat dan oknum polisi menganggap enteng kasus tersebut. Padahal apabila ditelusuri lebih jauh, polisi sebagai penegak hukum seharusnya dapat memberikan perubahan terhadap masyarakat agar dapat membantu memberantas narkoba, bukan malah sebaliknya. Sebagai penegak hukum yang baik, seharusnya polisi dapat memberikan contoh yang baik masyarakat agar citra polisi di masyarakat tidak semakin menurun, mengingat beberapa kasus terakhir ini instansi kepolisian mengalami beberapa masalah yang mengakibatkan citra polisi menjadi kurang bagus di masyarakat. Sudah seharusnya pemerintah dan pihak berwajib sebagai penegak hukum membuat kebijakan dan mengimplementasikannya melalui real action dan tidak hanya wacana belaka untuk menjadikan 'zero narkoba' di Indonesia dengan mengikutsertakan masyarakat dalam implementasinya.

    ReplyDelete
  62. Intan Nisrina Nurirsita 200910301065

    Dari kasus ini dapat diketahui bahwa bukan hanya dari kalangan masyarakat sipil saja yang melakukan penyalahgunaan narkoba, bahkan pihak penegak hukum atau polisi yang bertugas di Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat yaitu Bripka Sud justru tertangkap membawa banyak sabu dan ekstasi. Hal ini tentu saja mencoreng nama baik dirinya dan juga institusi. Akan terdapat stigma atau cap buruk yang juga ditujukan kepada penegak hukum Indonesia karena hal ini. Selain itu, ini juga akan menjadi bukti bahwa Indonesia memang darurat akan kasus narkoba. Maka dari itu, keadilan harus tetap ditegakkan dan pemerintah harus lebih tegas dalam mengawasi anggota kepolisian sebagai lembaga penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, agar tidak melakukan tindak kriminalitas serta melanggar kode etik.

    ReplyDelete
  63. Faridatus Sa’adah (200910301061)
    Kasus narkoba di Indonesia masih sangat tinggi, maka dari itu untuk mengamankan adanya oknum yang terjerat narkoba dibutuhkan para aparat keamanan untuk mengamankan kondisi darurat narkoba ini. Namun yang dilakukan oleh aparat justru menjadi salah satu oknum kasus narkoba tersebut. Jika terus begini lalu siapa yang seharusnya mengingatkan dan mengamankan dari adanya oknum yang terjerat narkoba. Menurut saya perlu adanya sidak dari aparat setiap beberapa bulan sekali untuk mencegah adanya aparat yang terjerat narkoba serta adanya operasi keliling dari aparat kepada masyarakat dalam mencegah darurat narkoba.

    ReplyDelete
  64. Nama : Viky Fara Amlati
    Nim : 220910301006
    Kelas : D2

    Kasus yang terdapat dalam blog tersebut ialah membahas mengenai kasus narkoba yang ada di indonesia, miris ketika mendengar kejadian yang seharusnya tidak dilakukan oleh aparat penegak hukum (polisi) yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat tapi justu melakukan hal yang terpuji yaitu dengan penyalahgunaan narkoba. Kejadian seperti ini membuat masyarkaat kehilangan kepercayaan kepada para penegak hukum di indonesia. Hal ini diibaratkan bermain api hangus maksudnya siapa yang melakukan iya juga akan mendapat imbasnya tanpa memandang jabatan dan kekuasaan. Tentunya hal ini bukan hanya mencoreng nama baik pelaku, tetapi juga mencoreng nama baik penegak keadilan yang memberantas narkoba.

    ReplyDelete
  65. Diazsa Regina Salma T
    220910301010

    Sebenarnya semua aturan sudah tertulis dengan jelas pada perundang-undangan hanya saja yang membedakan adalah pelaksanaannya. Hanya karena ada 1 oknum yang menyalahgunakan wewenang bukan berarti itu merupakan kesalahan kesatuan/lembaga. Namun, menurut segi pandang masyarakat masalah ini merupakan kesalahan kesatuan. Penegak hukum yang membuat peraturan seharusnya juga mematuhi aturan yang berlaku tersebut dan melakukan pengawasan, bukan malah berpartisipasi melanggar. Kesalahan 1 oknum membuat kepercayaan masyarakat terhadap semua penegak hukum menurun. Hal ini perlu adanya kesadaran dari masing-masing individu penegak hukum untuk melakukan apa yang menjadi hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya.

    ReplyDelete
  66. Qothrun Nada Miftahus Salamah PujiDecember 6, 2022 at 8:20 PM

    Nama: Qothrun Nada Miftahus Salamah Puji
    NIM: 200910301104

    Seluruh peraturan yang menyangkut norma-norma dan hak-hak manusia telah ada dan seharusnya ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali orang dengan jabatan, pangkat, ataupun profesi tertentu. Namun, pada pengimplementasiannya banyak sekali oknum seperti kasus didalam artikel ini. Profesi dan jabatan tidak dapat mengukur seberapa taat manusia terhadap norma dan aturan yang ada. Mereka yang melanggar akan menyebabkan tercorengnya nama institusi yang mereka bawa dan menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut semakin meningkat.

    ReplyDelete
  67. Tarisa Andriani E.S
    200910301096

    Narkoba dapat meracuni kehidupan masyarakat terutama generasi muda Indonesia dan ini harus dihentikan segera serta diberantas sampai ke akar-akarnya. Upaya yang dilakukan dapat terus bertahan dan berjalan apabila seluruh lapisan masyarakat bersatu untuk melawan penyalahgunaan narkotika. Sehingga perlu dukungan baik dari masyarakat, pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya. Namun ada oknum polisi yang seharusnya menjadi salah satu aparat penegak hukum tetapi malah menjadi pengguna narkoba. Hal tersebut wajar jika membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah/aparat (sebagai pemberantas narkoba) semakin berkurang

    ReplyDelete
  68. Nama : Adinda Dwi Septiani
    Nim : 220910301029
    Kelas : D2

    Dari blog diatas dijelaskan tentang seorang polisi yang menggunakan narkoba, hal ini tentu saja membuat prihatin kepada seluruh masyarakat terutama lagi kepada pihak kepolisian. Sebab polisi merupakan penegak hukum di Indonesia yang seharusnya memberikan contoh yang baik saja, akibatnya bukan hanya mencoreng lembaga polisi secara umum, namun membuat penegak keadilan juga sudah memberikan contoh yang buruk.

    Dengan itu setiap perbuatan pasti saja ketahuan seperti pada pepatah pada blog yang menyatakan "Bermain api hangus, bermain air basah, bermain bola bisa gol, dan polisi bermain narkoba masuk penjara". Jadi pada kondisi ini penegak hukum harus membuat sanksi yang sesuai. Maka dari itu pemerintah atau aparat polisi telah merancang "Zero narkoba" sehingga tindakan-tindakan yang tidak benar seperti narkoba tidak akan terulang lagi.

    ReplyDelete
  69. Difa' Ramadhani PutraDecember 6, 2022 at 11:05 PM

    Nama : Difa’ Ramadhani Putra
    Kelas : Pengantar ilmu hukum-D2
    NIM : 200910301147

    Dalam tulisan diatas dijelaskan tentang keprihatinan penulis terhadap situasi penegak hukum di indonesia dewasa ini. Hal ini dibuktikan dengan ditangkap nya oknum polisi yang berurusan dengan narkoba. Saya setuju dengan ajakan kepolisian untuk mengajak masyarakat bekerja sama dalam memberantas narkoba. akan tetapi saya tidak setuju jika oknum polisi yang terjerat narkoba karena berbaur dengan masyarakat umum yang terkesan masyarakat paling bersalah dalam hal ini. Justru kesadaran hukum penegak hukum lebih ditingkatkan sehingga dapat mengajak masyarakat untuk sadar akan bahayanya narkoba.

    ReplyDelete
  70. Zackwan harsof s.
    220910301021


    Dengan kasus tersebut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya ingin membersihkan institusinya dari oknum yang melakukan pelanggaran, khususnya narkoba. Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak melibatkan polisi dalam penyalahgunaan narkotika atau kriminal apa pun.

    Dia menyatakan bahwa: "Kami juga ingin ada pengawasan dari masyarakat, sehingga apa yang dilakukan anggota Polri, apabila ada ditemukan tindakan tidak terpuji dapat kami tindak lanjuti. Sekaligus mengajak masyarakat, tolong bantu kami, jangan ajak personel kami untuk melakukan kejahatan apa pun, apalagi dalam kaitan penyalahgunaan narkoba ini."

    Pemerintah sendiri telah mencanangkan Indonesia 'Zero Narkoba'. Sehingga, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di masa yang akan datang. Polisi sendiri sangat riskan akan pelanggaran karena berbaur dengan masyarakat di kehidupannya sehari-hari.

    Selanjutnya dia menyatakan bahwa: "Kami tidak ingin oknum polisi yang menjadi para pemakai, para pengedar dipidana sesuai dengan hukum yang berlaku”. “Hal ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat, karena pergaulan sehari-hari pada jam dinas mereka dalam pengawasan, tetapi di luar mereka berbaur dengan masyarakat”. Riskan sekali relasi kegiatan yang dilakukan oleh polisi sehingga mengarah kepada penyalahgunaan narkotika,"


    Ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap personel polisi mulai dari level bawahan hingga atasan yang dilanjutkan dengan pengawasan dari Inspekatorat Pengawas Daerah (Itwasda). "Pengawasan ini penting, sehingga ke depan kami akan sampaikan ke personel untuk tetap memegang tertib disiplin dan kode etik Polri sehingga penyimpangan dapat diminimalisir,"


    Bripka Sud ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di parkiran Hotel MKL, Jl Latumenten, Jakarta Barat. Bukan main-main barang bukti yang didapat dari anggota Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat itu yakni sejumlah klip narkotika yang berisi total 800 gram sabu dan 9.700 butir pil ekstasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ZACKWAN HARSOF.S
      220910301021

      menurut saya sendiri, saat ini memang negara indonesia mengalami darurat terkait kasus-kasus hukum yang muncul secara drastis,karena juga itu tergantung pada masyarakat sebagai pelaku penyebeb munculnya kasus hukum yang menjadi darurat ini. Terutama kasus narkoba yang selalu muncul di indonesia ini membuat semua warga tak heran lagi mendengar kasus ini muncul bahkan pelakunya pun ada yang usia lebih mudah, menurut saya sebaiknya pemerintah melakukan upaya yang lebih ketat terkait kasus utama yaitu narkoba agar bisa meminimalisir kasus ini .

      Sekian Terima kasih🙏🏼

      Delete
  71. Miko Nandriako
    220910301056

    Menurut saya, narkoba di Indonesia saat ini memang sangat memprihatinkan, banyak sekali narkoba yang tersebar begitu luas, hal ini di karena Indonesia sudah meniadi sarang narkoba, apalagi kini distribusinya sudah di perlancar dengan oknum-oknum seperti polisi, yang seharusnya polisi meringkus para pelaku narkoba bukan malah membantu mafia narkoba.

    ReplyDelete
  72. Nama : Dimas Wulan Rochmawati
    NIM : 220910301129
    Kelas : D4

    Apakah bisa seorang aparat penegak hukum Bermain api hangus, bermain air basah, bermain bola bisa gol?

    Jawabannya adalah Bisa Indonesia dikenal dengan negara hukum dalam arti bahwa setiap tindak pidana harus dipidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Namun, ada beberapa kasus hukum yang mengganggu keadilan warga seperti kasus (Polisi dagang NARKOBA)

    Masalah terbesar penegakan hukum di Indonesia bukanlah produk dari sistem hukum itu sendiri, melainkan kualitas dari para penegak hukum. Dengan demikian, peran masyarakat dalam penegakan hukum menjadi strategis. Masalah transparansi hukum sangat erat kaitannya dengan kegiatan badan hukum atau lembaga hukum yang ada. Lemahnya pola pikir penegak hukum membuat penegakan hukum tidak berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  73. Nama : Narita Shara Arifin
    NIM: 200910301112
    Kelas: D2 Pengantar Ilmu Hukum

    Marak terjadinya kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika di lingkungan instansi Kepolisian menjadi akibat dari kurangnya penerapan undang-undang di kalangan kepolisian itu sendiri. Sehingga, diharapkan adanya kebijakan yang lebih tegas dalam memberikan hukuman serta pengawasan dari pemerintah dan Kapolri dalam menangani anggota polisi yang terlibat tindak pidana narkotika karena hal tersebut dapat membuat kehormatan, harkat martabat, serta citra polisi di masyarakat menjadi menurun dan tercoreng. Polisi tidak boleh lalai dalam menangani kasus kejahatan narkotika dan harus menegakkan hukum tanpa pandang buluh.

    ReplyDelete
  74. AISYAH JOVANCA A_220910301061_D4December 13, 2022 at 8:00 AM

    Nama : Aisyah Jovanca Anggraini
    NIM : 220910301061
    Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Hukum D4

    Polisi merupakan salah satu aparat penegak hukum di Indonesia. Tugasnya adalah menegakkan hukum, memberikan contoh yang baik, dan menjadi cerminan bagi masyarakat luas. Namun, banyak polisi zaman sekarang yang seakan terlena oleh “seragam” yang mereka kenakan. Katanya sih oknum, tapi oknum kok banyak sekali? Polisi sudah sebenarnya paham dan sadar bahwa mereka adalah abdi negara, tugasnya adalah mengayomi rakyat dan mematuhi apa yang memang seharusnya dipatuhi. Terkait penyalahgunaan narkoba oleh anggota polisi itu sendiri, pasti polisi lebih paham bagaimana konsekuensi dan sanksi yang akan diterima bila berani melanggar aturan tersebut serta dampak untuk kesehatannya. Apakah karena ia seorang polisi sehingga berpikiran akan lepas dari tanggungan hukum di Indonesia?
    Semua warga memiliki derajat yang sama di mata hukum, baik seorang polisi ataupun orang biasa memiliki derajat yang sama di mata hukum. Polisi yang seharusnya memberikan pengawalan dan pengawasan pada masyarakat, kini berlaku sebaliknya. Polisi yang meminta pengawasan dari masyarakat terkait tindakan anggota sejawatnya.
    Sudah seharusnya polisi lebih paham dalam memaknai abdi negara dan pengayom masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  75. Mirsya Amellia Islami
    220910301146
    Banyak individu yang tidak bertanggung jawab atas kekuasaannya sendiri kadang-kadang lolos dan tidak jatuh ke dalam perangkap hukum, meskipun banyak dari mereka menemukan dirinya dalam kebuntuan dan tidak melayani yang terbaik dari institusi. Beberapa kasus yang diterima, salah satunya menyangkut penyelundupan narkoba oleh pihak kepolisian sendiri, yang jelas akan menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap tanggung jawab lembaga yang mereka layani dan mencoreng citra kepolisian Indonesia. Diharapkan aparat kepolisian Indonesia lebih memahami posisi dan tugasnya, sehingga tidak menimbulkan opini yang tidak nyaman di lingkungan masyarakat.

    ReplyDelete