TEORI PILIHAN RASIONAL DALAM ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

 


TEORI PILIHAN RASIONAL DALAM ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Oleh: Purwowibowo

PENDAHULUAN

Teori pilihan rasional secara konsep mengadopsi prinsip terkait dengan asas-manfaat atau asas guna dalam kehidupan sehari-hari. Sesungguhnya, manusia merupakan aktor atau makhluk nalar atau logis yang selalu mempertimbangkan semuai kegiatannya sesuai cara, tujuan, pilihan, manfaat dari apa yang ditentukan berdasarkan pilihan yang rasional.

Sesungguhnya, teori pilihan rasional merupakan metode yang dikemukakan oleh   Cornish dan Clarke untuk membantu dalam memikirkan pencegahan kejahatan situasional yang dilakukan oleh penjahat di Amerika. Selain itu, teori pilihan rasional juga digunakan untuk melakukan intervensi pekerjaan sosial atau usaha kesejahteraan sosial dalam memecahkan masalah sosial secara individual, kelompok, dan masyarakat, di tengah masyarakat.

Secara kronologis, teori pilihan rasional muncul ketika ada suatu hipotesis yang sudah lama terkait dengan suatu eksperimen terhadap kasus kejahatan tertentu di masyarakat.  Secara ilmiah menjelaskan bahwa teori pilihan rasional telah muncul dari kumpulan hipotesis yang lebih tua dan lebih bersifat eksperimental.

Pada dasarnya, temuan empiris dari banyak penelitian ilmiah menjelaskan bahwa teori pilihan rasional terkait dengan sifat kerja manusia. Konsep dan kemiripan model sosial ini kemudian diekspresikan melalui fungsi ekonomi mikro dalam masyarakat.

TEORI PSIKOLOGI DAN PERILAKU  

Secara substansial, teori pilihan rasional menggunakan pendekatan psikologis atau perilaku seseorang. Teori pilihan rasional demikian mengubah dan menyesuaikan perilaku guna memastikan kompatibilitas dengan dorongan motivasi spontan yang ditampilkan oleh seseorang.

Teori pilihan rasional, terkait dengan teori dorongan yang dikemukakan oleh (David Matza, Delinquency and Drift , 1964). pada dasarnya perilaku nakal dan kejahatan sistematis. Dalam hal ini, disebabkan oleh kegagalan keluarga dan kelompok kerabat kemudian meluas ranah hubungan yang tidak bisa dikendalikan. Akibatnya, kontrol masyarakat dan pemerintah menjadi lemah.

Dengan disorganisasi demikian, menyebabkan dan memperkuat tradisi budaya dan konflik mendukung kegiatan atau perilaku antisosial. Perilaku sistematis kemudian memicu pelanggaran berulang, terpola, terorganisir. Suatu teori kriminologi lingkungan sebagai aspek dari pencegahan kejahatan.

TEORI PILIHAN RASIONAL

Banyaknya perspektif teori pilihan rasional membuatnya sangat cocok untuk berfungsi sebagai "metateori", khususnya kriminologis terkait dengan peran luasnya penjelasan tentang berbagai fenomena kriminologis.

Teori pilihan rasional dapat menjelaskan banyak komponen yang berbeda-beda dan cukup luas untuk dapat diterapkan, tidak hanya pada kejahatan, tetapi juga keadaan kehidupan sehari-hari. Studi demikian melibatkan pelaku yang terkait dengan motif, metode, dan pilihan target dari orang yang melakukan kejahatan.

Teori pilihan rasional telah memberikan kerangka kerja untuk mengatur informasi tentang perilaku sehingga studi individu menghasilkan manfaat yang lebih umum bagi masyarakat. Teori ini menegaskan bahwa kejahatan dihitung dan disengaja. Semua penjahat adalah aktor rasional yang mempraktikkan pengambilan keputusan secara sadar, yang secara bersamaan bekerja untuk mendapatkan manfaat maksimal dari situasi mereka saat ini.

Aspek lain dari teori pilihan rasional adalah kenyataan bahwa banyak pelaku membuat keputusan berdasarkan rasional, meskipun pilihan tersebut sangat terbatas.

TEORI PILIHAN RASIONAL TERBATAS

Gagasan tentang teori pilihan rasionalitas terbatas menekankan sejauh mana individu dan kelompok menyederhanakan keputusannya. Hal ini, karena kesulitan mengantisipasi atau mempertimbangkan semua alternatif dan semua informasi yang ada. Pilihan rasional terikat dan berhubungan dengan dua aspek, yakni, satu bagian muncul dari keterbatasan kognitif dan yang kedua, dari rangsangan emosional yang ekstrem.

Kadang-kadang gairah emosional pada saat kejahatan bisa menjadi akut. Oleh karena itu. pelaku kejatan akan menemukan diri mereka di luar kendali, dan pertimbangan rasional jauh kurang menonjol. Dengan hal tersebut, kejahatan dapat dipengaruhi atau berdasarkan kesempatan.

Peluang dalam melakukan kejahatan dapat dikaitkan dengan manfaat biaya, status sosial ekonomi, risiko deteksi, tergantung pada konteks situasional, jenis pelanggaran, dan akses ke manfaat eksternal. Selain itu, peluang tergantung pada lingkungan individu dan faktor konsekuensial. Teori pilihan rasional ini sesungguhnyq menjelaskan kejahatan instrumental daripada kejahatan ekspresif.

Kejahatan instrumental melibatkan perencanaan dan menimbang risiko dengan pikiran rasional. Contoh kejahatan instrumental dapat mencakup: penghindaran pajak, pelanggaran lalu lintas, minum dan mengemudi, kejahatan korporasi, pencurian dan penyerangan seksual.

Di sisi lain, ada tindak kejahatan ekspresif, termasuk kejahatan yang melibatkan emosi dan kurangnya pemikiran rasional tanpa memperhatikan konsekuensi di masa depan. Kejahatan ekspresif dapat mencakup: pembunuhan yang tidak direncanakan sebelumnya seperti pembunuhan, dan penyerangan. Akibatnya, hukuman hanya efektif untuk mencegah kejahatan instrumental daripada kejahatan ekspresif.  

Pada tahun 2000, O'Grady dan kawan-kawan, melakukan penelitian terhadap penjualan ilegal produk tembakau kepada remaja di bawah umur. Dengan menggunakan pikiran rasional, para pedagang dan juru tulis menimbang keuntungan biaya dan faktor risiko yang terlibat dalam penjualan rokok kepada remaja di bawah umur. Karena minimnya risiko patroli polisi setelah jam 5 sore, para pedagang dan panitera merasakan pengurangan risiko, sehingga memungkinkan mereka untuk menjual produk mereka secara ilegal kepada remaja di bawah umur.

ASUMSI TEORI PILIHAN RASIONAL

Menurut O’Grady (2011), melihat tiga kritik utama pilihan rasional:

Mengasumsikan bahwa semua individu memiliki kapasitas untuk membuat keputusan yang rasional.

Teori pilihan rasional tidak menjelaskan mengapa beban tanggung jawab dibebaskan dari pelanggar muda dibandingkan dengan pelanggar dewasa.

Teori pilihan rasional sesungguhnya bertentangan dengan Sistem Peradilan Pidana Kanada dan sistem pengadilan di berbagai negara.

Teori pilihan rasional tidak mendukung gagasan bahwa semua individu adalah aktor rasional karena ketidakmampuan kognitif. Contoh individu yang kurang berakal adalah mereka yang ‘Tidak Bertanggung Jawab Secara Pidana karena Gangguan Jiwa (NCRMD).’

TEORI PILIHAN RASIONAL DAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL

Kejahatan merupakan bentuk diorganisasi sosial di tengah masyarakat. Selain itu, kejahatan juga merupakan masalah sosial yang terus ada dan mengikuti perkembangan jaman. Oleh karena itu, teori pilihan rasional dapat membantu dan memberikan fokus pada pencegahan kejahatan yang dilakukan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan kejahatan sebagai bentuk antisipatif atau preventif terhadap terwujudnya kesejahteraan sosial di masyarakat.

Pencegahan kejahatan, khususnya kejahatan situasional terdiri dari tindakan pengurangan peluang yang diarahkan pada bentuk kejahatan yang sangat spesifik. Misalnya, melibatkan pengelolaan, desain atau manipulasi lingkungan  sosial, dan dilakukan secara sistematis dan permanen, agar membuat tindak kejahatan lebih sulit dan berisiko atau kurang bermanfaat bagi pelaku kejahatan. Oleh Karena itu, teori rasional ini dapat dimaafkan sebagaimana usaha atau pencegahan kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat.

Perubahan pada lingkungan fisik, saat ini, telah mencakup langkah-langkah di dalam menjegah tindak kejahatan atau kriminal. Misalnya lanskap jalan dan desain bangunan yang lebih baik, pencahayaan yang lebih baik di ruang publik, pemasangan deadlock dan alarm, penandaan dan identifikasi properti, dan lalu lintas yang tenang dan pembuatan sabuk hijau., dan juga CCTV. Hal tersebut sebagai usaha untuk mewujudkan keteraturan sosial (social order), sebagai dari bagian kesejahteraan sosial masyarakat.

Selain itu, langkah preventif untuk mewujudkan keteraturan sosial, juga telah dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan kegiatan lingkungan setempat. Kegiatan tersebut juga melibatkan langkah-langkah seperti pembentukan komite pengawas lingkungan, mempekerjakan penjaga keamanan swasta di tempat tinggal dan bisnis, organisasi antirasis/antifasis dan komite pengawasan masyarakat untuk mencegah pelecehan polisi, dan tindak kejahatan lainnya.  

Dalam teori pilihan rasional, dalam intervensi pekerjaan sosial atau usaha kesejahteraan sosial sangat penting, khususnya terkait dengan emosi atau perilaku orang yang bermasalah sosial atau klien yang dijadikan sasaran intervensi. Orang yang melakukan pelanggaran dan kejahatan, misalnya pekerja sosial atau ahli kesejahteraan sosial dapat mempertimbangkan faktor emosional dalam melakukan intervensinya. Khususnya dalam melakukan pekerjaan sosial, tidak hanya terkait dengan kejahatan, tetapi dengan masalah sosial lainnya.

Selain itu, teori pilihan rasional juga dapat diterapkan dalam melakukan inteversi pekerjaan sosial lainnya. Misalnya jika pekerja sosial melihat masalah sosial, terhadap anak nakal, dapat memberikan alternatif sesuai teori pilihan rasional ini. Teori ini,  juga dapat digunakan manakala pekerja sosial di dalam melakukan intervensinya, memiliki berbagai pilihan terhadap klien yang bermasalah sosial. Memilih dari berbagai alternatif yang baik dan memungkinkan orang bermasalah sosial mampu memecahkan dan berfungsi sosial di tengah masyarakat, merupakan bentuk pilihan rasional yang bisa dilakukan pekerja sosial.

Jember, 24 – 10 – 2022

Purwowibowo

 

Post a Comment

0 Comments