TANTANGAN UMKM DI ERA NEW NORMAL
Oleh: Purwowibowo
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Muhammad bersabda, “Hendaklah kamu berdagang atau berbisnis (UMKM), karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki,” hadis riwayat Imam Ahmad.
Dari Mu'az bin Jabal, Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya, sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan atau berbisnis,” hadist
riwayat Baihaqi
Dampak dari pandemic virus corona yang dimulai dari awal tahun 2020 sampai sekarang masih terus menjadi penekan perkembangan, pertumbuhan, dan perjalanan UMKM. Banyak sekali usaha kecil-menengah yang gulung tikar, bahkan masih banyak yang mempunyai tanggungan keuangan berupa utang, baik di lembaga keuangan atau teman, sahabat, dan juga keluarganya.
Sampai saat ini, mereka belum pulih sepenuhnya dari keterpurukan dampak pandemic covid-19. Banyak usaha yang dilakukan oleh pemerintah agar UMKM bangkit dan menjadi penopang ekonomi serta menjadi sumber penghidupan masyarakat. Masalah pokoknya adalah, daya beli masyarakat menurun drastis.
PHK terjadi di mana-mana, beban hidup dan kehidupan terus bertambah. Belum lepas dari himpitan ekonomi yang serba sulit, kemudian ada stressor baru lagi yakni, harga BBM naik. Belum reda protes kaum duhafa, wong cilik, dan mahasiswa untuk dapat menurunkan harga BBM. Dalam kenyataannya tidak mungkin turun.
Ada lagi stressor lainnya, GAS melon dicabuT diganti kompor listrik, dan yang paling baru adalah tarif listrik akan segera naik.
Inilah lingkungan UMKM yang menjadi tulang punggung sebagian besar masyarakat Indonesia dalam kondisi linglung dalam menghadapi new normal sekarang ini.
Pertanyaannya:
1. Apa yang seharusnya dilakukan oleh UMKM?
2. Apa yang dilakukan oleh pemerintah?
3. Apa yang sebaiknya dilakukan UMKM menurut Anda?
4. Lihat juga tulisan lain di blog tentang ‘wong cilik’ dalam menghadapi hidup yang tidak pasti di lingkungan perkotaan.
I Ispirasi untuk UMKM dan kita semua!
Jember, 04 – 10 – 2022




0 Comments