KEGAGALAN UMKM
Oleh: Purwowibowo
PENDAHULUAN
|
Membangun dan menjalankan UMKM tidak semudah membalikkan tangan. Ada UMKM yang langsung berhasil tatkala dibuka, ada yang tertatih-tatih kemudian berhasil. Ada juga dibuka langsung bangkrut. Sebagai seorang wirausahawan, banyak faktor yang menyebabkan kegagalan di dalam menjalankan atau membangun UMKM. Kegagalan tersebut banyak dan sering dialami oleh para pengusaha di Indonesia, khususnya bagi para pengusaha pemula. Para pendiri baru umumnya tidak tahu dan tidak belajar dengan kegagalan yang dialami oleh orang lain. Oleh karena itu, mereka mengulangi kesalahan yang sama yang membuat bisnis UMKM mereka gagal. Pada dasarnya, penyebab kegagalan UMKM tidak sama dan beragam. Terkadang juga diakibatkan hal yang sepele. Oleh karena itu, agar tidak seperti UMKM yang gagal seperti diuraikan di atas dan jatuh ke lubang yang sama, maka harus mengetahui hal-hal yang menyebabkan kegagalan UMKM. KEGAGALAN UMKM Seperti yang sudah disebutkan, faktor kegagalan bagi usaha kecil menengah atau UMKM adalah sebagai berikut: 1. Kurangnya Perencanaan Bisnis Banyak pemilik bisnis sukses mengatakan bahwa aset terpenting dalam membangun bisnis adalah niat dan tekad yang kuat. Namun, faktanya modal dan tekad saja tidak cukup untuk membuat sebuah bisnis sukses. Anda juga membutuhkan perencanaan yang cermat dan terorganisir. Karena tanpa perencanaan, cepat atau lambat bisnis Anda akan runtuh. Salah satu aspek perencanaan yang sering terlewatkan oleh pendiri baru adalah sumber daya manusia dan pemasaran. Karena kurangnya sumber daya manusia dan lemahnya teknik pemasaran yang digunakan menjadi faktor penghambat UKM.
2. Bisnis Usang / Ketinggalan Jaman Pengertian bisnis yang ketinggalan zaman adalah cara bagaimana mempertahankan bisnis yang terlalu tradisional, bukan bisnis atau produk yang dijual yang ketinggalan zaman. Karena apapun produk atau bisnis yang dijalankan, selama ini mengemasnya dengan cara yang modern, bisnis tersebut bisa berkembang pesat dan sukses. Salah satu contoh paling umum adalah perusahaan yang masih menggunakan metode lama. Bukan berarti offline branding itu buruk atau tidak berdampak, namun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, branding online lebih efektif dan bisa menjadi cara cepat untuk mengembangkan bisnis.
3. Mengutamakan Ekspansi di Banding Kualitas Ekspansi bisnis bukanlah hal yang buruk dalam sebuah perusahaan UMKM. Memperluas ke cabang lain juga bisa menjadi peluang untuk lebih mengembangkan bisnisnya. Namun, jika bisnis berkembang terlalu cepat, hal itu dapat membebani pengelolaan masing-masing cabang. Apalagi jika perusahaan tersebut tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas. Jadi jangan langsung fokus mengembangkan bisnis Anda. Pertama, fokus pada peningkatan kualitas bisnis tersebut di lokasi pertama. Nantinya, ketika staf UMKM memenuhi syarat dan Anda memiliki modal yang cukup, Anda bisa mulai mengembangkan bisnis Anda ke lokasi baru. 4. Lokasi Bisnis Faktor selanjutnya yang menyebabkan kegagalan UMKM masih terkait dengan poin sebelumnya. Pemilihan lokasi tidak tepat. Seperti yang kita semua tahu, lokasi memainkan peran penting dalam cara kita menjalankan bisnis dan bisnis yang kita ciptakan. Baik pemilihan lokasi pusat komersial maupun pemilihan lokasi cabang usaha baru. Seringkali, kesalahan dibuat ketika memilih lokasi bisnis yang sulit diakses, tanpa tempat parkir yang memungkinkan, dan berbagai faktor lainnya. Padahal, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem online untuk berjualan. Namun, tidak semua orang ingin bergantung pada penjualan produk bisnisnya secara online karena berbagai alasan. 5. Pengelolaan Modal Faktor berikutnya dan paling fatal yang menyebabkan UMKM gagal adalah manajemen permodalan. Seperti yang kita semua tahu, bisnis tidak berfungsi tanpa modal uang. Durasi modal tertutup berbeda untuk setiap perusahaan, bisa sangat cepat dan bisa juga bertahun-tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, modal kerja dapat terus menurun tanpa meningkatkan bisnis secara signifikan. Jika ini terus berlanjut, bisnis Anda pasti akan mengalami penipuan dan kebangkrutan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pengelolaan permodalan harus dilakukan oleh orang-orang yang profesional atau paling tidak ahli di bidang keuangan. Dan selalu pikirkan risiko dan keuntungan dari keputusannya sebelum mengeluarkan uang untuk modal usaha. |
Soal:
Apa yang harus dilakukan oleh pengusaha UMKM agar tidak mengalami kegagalan sebagaimana diuraikan di atas. Jawaban diunggah ke dalam sister.
Jember, 18 – 10 – 2022
Purwowibowo




0 Comments