ENTREPRENEURSHIP
Oleh: Purwowibowo
Setiap entrepreneur perlu mengurangi (bahkan) menghilangkan waktu untuk berdebat.
Anda tidak perlu membuktikan sesuatu benar atau salah melalui kata-kata.
Buktikan benar atau salah dengan perbuatan
(Purwowibowo, 2017)
Penduhuluan
Penduduk dunia pada tahun 2020, telah lebih dari 7,753 milyar manusia, sedangkan penduduk Indonesia telah lebih dari 275, 77 juta jiwa (2022). Dalam benak saya selalu terpikir, orang sebanyak itu, ternyata dunia masih mampu mensuplai kebutuhan hidup semua manusia. Artinya, kebutuhan akan pekerjaan dan kebutuhan pangan ternyata sampai sekarang masih terpenuhi dan tidak langka.
Meskipun pengaruh dari kelesuan ekonomi dan bisnis akibat pandemik virus corona, selama dua tahun lebih, dan sekarang masih terus berlangsung, namun dunia usaha terus berjalan, bergulir, sebagai media dan sarana untuk menghidupi manusia.
Dunia usaha atau perdagangan adalah tempat di mana para entrepreneur tumbuh dan berkembang. Dia tidak menggantungkan pekerjaan dari pemerintah, menjadi ASN. Justru dia tumbuh dan berkembang bersama dunia usaha, yang tanpa batas.
Entrepreneur
Menurut Dahlan Iskan (2018), ‘menjadi entrepreneur ibaratnya sebagaimana anak kecil belajar naik sepeda’;
ü Terkadang jatuh, dan bahkan berkali-kali’
ü Baru kemudian bisa bersepeda tertatih-tatih,
ü Selanjutkan mampu naik sepeda dengan, terampil, laju, dan lancar’.
Artinya, menjadi seorang entrepreneur, sama artinya ketika kita sedang belajar naik sepeda: orang belajar sepeda, terkadang dengan waktu singkat mampu mengendari sepeda. Sedangkan orang lainnya lagi, belajar sepeda dengan susah payah, mereka tidak langsung bisa. Ada juga, yang belajar sepeda jatuh bangun, sampai berdarah-darah.
Dari kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa, menjadi pengusaha ada yang perjalannya sangat mudah dan kemudian berhasil. Namun, ada pengusaha yang dimulai dengan kondisi jatuh-bangun terlebih dahulu dan kemudian berhasil. Bahkah, jatuh-bangunnya sampai berdarah-darah, namun dengan motivasi yang tinggi kemudian berhasil pula.
Selanjutnya, menurut Ciputra (2019), seorang pengusaha bisa berhasil dan dapat sukses harus mempunyai prinsip tertentu. Agar bisa menjadi entrepreneur yang berhasil hendaknya seseorang harus mampu melakukan sesuatu dari sumber daya yang ada di lingkungannya. Dia menjelaskan bahwasanya, untuk menjadi seorang entrepreneur yang unggul dan tahan goncangan, krisis, dan masalah bisnis lainnya adalah ‘orang mampu, dapat, dan berhasil mengubah sampah, rongsokan, dan barang bekas lainnya yang tidak berharga menjadi emas.’
Suatu proses yang sangat berat, sulit, dan bahkan bisa menjijikan untuk menjadi seorang entrepreneur. Jadi seorang entrepreneur adalah orang mampu melihat sampah, rongsokan, dan barang bekas yang lain menjadi peluang untuk dijadikan uang. Artinya, barang bekas, rongsokan, yang menurut orang lain tidak ada guna dan manfaatnya sama sekali, dianggapnya sampah, bagi seorang entrepreneur menjadi sumber daya, yang bisa menghasilkan uang. Sampah yang terpilih bisa langsung dijual, dibuat barang antik yang harganya menjadi mahal, dan lain sebagainya.
Agar dapat menjadi entrepreneur yang berhasil dan sukses, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, misalnya mempunyai integritas tinggi dan penuh kejujuran. Dua hal ini merupakan fondasi penting untuk dapat menjadi seorang entrepreneur yang sukses atau berhasil.
Integritas dan kejujuran merupakan prinsip utama untuk dapat menjalin hubungan dan membangun kepercayaan dengan orang lain. Jika, keduanya sudah jatuh, biasanya orang mengalami kesulitan untuk menjadi entrepreneur. Meskipun bisa, memerlukan waktu yang cukup lama.
Selain kejujuran dan integritas, agar orang dapat menjadi entrepreneur yang berhasil harus dilandasi dengan branding diri yang baik. Artinya, keberhasilan seseorang untuk menjadi entrepreneur terkait erat dengan branding yang sudah terbangun dalam dirinya. Jika brandingnya kurang bagus, juga mengalami kesulitan untuk dapat menjadi seorang entrepreneur yang sukses.
Membangun personal branding, dapat dimulai dari belajar di perguruan tinggi. Namun demikian, bisa juga mulai usia remaja tatkala di bangku sekolah dan kuliah. Bisa pula, membangun personal branding, setelah lulus perguruan tinggi. Oleh karena itu, agar dapat menjadi entrepreneur, seseorang harus membangun personal branding sejak dini.
Tip Menjadi Entrepreneur
Agar seseorang dapat menjadi entrepreneur yang sukses dan berhasil harus mampu menggali potensi diri sendiri.
1. Membangun Personal Branding
Keberhasilan menjadi entrepreneur sangat dipengaruhi oleh personal branding ini. Personal branding adalah terkait dengan citra diri dan juga citra produk. Jangan sampai, kapasitas diri, kemampuan, keahlian, berbeda dengan citra produk. Artinya, seorang yang ahli masak-memasak (chep), untuk membranding produk atau jasa kontruksi. Personal branding dan produk harus selaras, sehingga dapat menunjang keberhasilan menjadi entrepreneur.
2. Meningkatkan Kapasitas
Seorang entrepreneur dituntut mempunyai kapasitas melebihi orang di sekitarnya. Paling tidak, entrepreneur mempunyai banyak alternatif untuk membuka peluang usahanya. Hal ini tentu dipengaruhi oleh kapasitas yang dimiliki calon entrepreneur. Jika kapasitas memadai, maka seorang entrepreneur bisa melihat sumber daya yang ada di lingkungannya, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya lainnya dan kemudian memanfaatkan sebagai usaha untuk membuka peluang bisnisnya.
3. Membaca Peluang
Seorang entrepreneur adalah orang yang mampu membaca peluang bisnis. Artinya, di manapun seorang entrepreneur berada hendaknya mencari dan kemudian mengembangkan peluang bisnis di lingkungan sekitarnya. Peluang ini bisa dengan melihat potensi yang ada dengan membandingkan yang sudah ada di tempat lain. Bisa juga membuat bisnis yang belum ada di tempat entrepreneur berada.
4. Memulai Usaha dan Mengambil Risiko
Ada pengusaha, yang berhasil, namun dia hanya melanjutkan suatu usaha yang sudah ada. Pengusaha demikian belum bisa disebut sebagai entrepreneur. Dia disebut pengusaha lanjutan, yakni melanjutkan bisnis orang tuanya.
Sedangkan, entrepreneur, setiap usaha harus dimulai sendiri. Oleh karena itu, agar bisa disebut sebagai entrepreneur, setidaknya, seseorang harus memulai usahanya sendiri, berani mengambil risiko, tekun dan bekerja keras, membuka usaha yang disukai, membangun kepercayaan diri tinggi, membuat perencanaan bisnis yang jelas, membangun networking, melakukan penelitian secara cermat, mengambil momentum yang tepat, dan gigih.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Muhammad bersabda, “Hendaklah kamu berdagang (pengusaha atau entrepreneur), karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki,” (hadis riwayat Imam Ahmad). Dari Mu'az bin Jabal, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan,” (hadist riwayat Baihaqi).
Jember, 29 – 08 2022
Purwowibowo




0 Comments