WATAKIMU DAN STROKE


 

WATAKIMU DAN STROKE

Oleh: Purwowibowo

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571)

Pendahuluan

Watakimu, merupakan akronim dari: wajah, tangan, kaki dan mulut (watakimu). Ke empat bagian tubuh manusia ini sangat penting untuk melihat atau mengotrol kesehatan, terutama bagi orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Apalagi, jika seseorang berusia lebih 50 tahun atau 60 tahun. Mengapa demikian?

Pertama, Wajah (Wa)

Muka atau wajah merupakan bagian penting manusia, karena seseorang yang tampak dari dirinya adalah wajah. Wajah (wa), dapat digunakan untuk menilai apakah seseorang dalam kondisi sehat atau kurang. Hal ini akan ditampakkan di dalam wajah. Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk mengennai ciri-ciri kulit atau kondisi wajahnya.

Kulit wajah atau permukaan wajah yang sehat secara alami dapat dikenali dengan mudah. Misalnya:

(1) tekstur kulit wajah,

(2) kelembapan,

(3) elastisitas, dan

(4) iritasi yang ada di wajah.

Jika seseorang dalam kondisi sehat, selain ciri di atas, wajahnya bersih, cerah, tampak semangat, bergairah, dan tanda-tanda lainnya yang menunjukkan kondisi sehatnya. Namun, jika sebaliknya, maka juga dapat dikenali dengan keadaan wajahnya.

 Kedua, Kondisi Tangan (Ta)

Tangan merupakan merupakan anggota badan dari siku sampai ke ujung jari tangan. Selain itu, tangan  mempunyai berbagai bagian, seperti lengat atas, lengan bawah, dan jari-jari. Tangan adalah alat gerak pada tubuh manusia yang fungsinya sangat vital, yakni melakukan segala aktivitas. Selain itu, tangan mempunyai struktur yang cukup unik dan berbeda dibandingkan dengan organ tubuh lainnya.

Agar tangan bisa sehat, harus dijaga dengan selalu mencuci tangan. Namun, tangan yang mengindikasikan kesehatan seseorang adalah dapat melakukan berbagai fungsi, mengambil, memegang, mengangkat, mengetik, dan fungsi tangan lainnya yang sangat beragam.

Dengan mudah melihat seseorang sehat atau kurang sehat, manakala tangannya berfungsi baik, kuat mengangkat dan sempurna, maka orang tersebut sehat. Sedangkan jika sebaliknya, tangannya lemas, tidak kuat, maka orang tersebut tidak sehat.

Tip agar tangan sehat, maka tangan harus bersih, selalu digunakan dalam semua kegiatan. Jangan berpangku tangan, gunakan tangan sebanyak dan sesering mungkin untuk kegiatan hidup sehari-hari.

Ketiga, Kaki (Ki)

Kaki merupakan salah satu organ tubuh manusia yang dapat digunakan untuk berpindah tempat, yakni berjalan, berlari, melompat. Kaki terdiri dari beberapa bagian, yakni paha atas, paha bawah, telapak, dan sendi. Kaki merupakan struktur mekanis padat dan kompleks yang disatukan dengan berbagai sendi. Kaki, terdiri dari 28 buah tulang dan lebih dari 30 sendi. Oleh karena itu, kesehatan kaki juga ditentukan oleh berbagai tulang yang ada dan sendi yang menopangnya.

Selain itu, kaki yang sehat mengindekasikan orang tersebut, sehat. Misalnya kurang berjalan, bila digerakan tidak sakit. Namun, bila tidak sehat, kaki tidak bisa digunakan dan tidak kuat untuk berjalan atau digerakkan terasa sakit.

Agar kaki kita sehat, terutama yang sudah usia lanjut, dan sudah tidak melakukan olah raga, maka disarankan berjalan kaki atau bersepeda. Berjalan kaki, melatih otot kaki dan sendi untuk aktif, sehingga peredaran darah bisa lancar, terutama darah yang ada di kaki. Dengan keadaan demikian orang dapat terjaga kesehatannya.

Keempat, Mulut (Mu)

Mulut merupakan bagian wajah yang bisa digunakan untuk melihat kondisi kesehatan seseorang. Mulut adalah ronggo terbuka tempatnya masuk makanan dan minuman. Mulut bukan hanya itu, yang terpenting adalah mengeluarkan kata atau ucapan.

Mulut terdiri dari beberapa bagian, misalnya lidah, gigi, yang fungsinya merasakan, menggigit, mengunyah, mencabik makanan yang masuk ke dalam mulut. Dengan fungsi itu, makanan dapat dengan mudah ditelan dan masuk ke dalam perut.

Secara khusus, lidah membantu fungsi gigi sebagai indera perasa, mengaduk makanan, membantu proses menelan, membersihkan mulut, dan berbicara.

Mulut, juga dapat digunakan untuk mengindentifikasi kondisi kesehatan seseorang. Misalnya giginya habis, kerompos, dan patah. Sedangkan, lidah akan tidak berfungsi sebagai perasa makanan. Dengan kondisi tersebut orang kurang sehat.

Selain itu, mulut yang sakit bisa dilihat dari kondisi mulutnya, misalnya tidak simetris bibirnya. Bibir kiri dan kanan, besanya tidak sama atau posisinya ada yang lebih rendah dan lain lebih tinggi. Dalam hal ini orang tersebut tidak sehat. Orang sehat, bibir kiri dan kanan simetris letaknya.

Kemudian, lebih juga mengindikasikan orang sehat dan sakit, bukan hanya dari indera perasa ssaja, melainkan tatkala digunakan untuk berbicara. Bisa jadi orang yang berbicara mengalami kesulitan, cedal bagi orang yang sebelumnya berbicara dengan lancar, maka orang tersebut ditengarahi dalam kondisi yang tidak sehat.

Agar mulut dalam kondisi sehat, lakukan untuk menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi paling sedikit 3 kali sehari. Selain itu, agar seseorang menjadi sehat, apa yang dimakan harus halallan-toyyiban. Upayakan juga, tidak mengeluarkan kata yang bisa menyakiti orang lain. Berbicara dengan santun.

Berbicara buruk sesungguhnya membuat buruk diri sendiri: ‘jaga mulutmu karena mulut adalah harimau-mu’.

Jaga mulut (JAMU), dengan memakan makanan halallan-toyyiban dan berbicara dengan santun kepada orang lain.

Kesimpulan

Bagi seseorang yang sudah berusia lebih dari 50 tahun, harus selalu mengontrol WATAKIMU setiap waktu, karena tanda sakit stroke dapat dikenali dengan melihat kondisi keempat organ tubuh kita tersebut. Jika terjadi disfungsi dari watakimu, segera melakukan terapi, pergi ke dokter, dan usaha memulihkan kondisi organ-organ tersebut.

Mudah-mudahan kita menjadi orang tua, yang sehat wajahnya, tangan, kaki, dan mulut sehingga mampu menjalani kehidupan sehari-hari di sisa umur kita yang diberikan oleh Alloh SWT, aamiin.

IsnyaAlloh

Jember, 20 Juli 2022

Purwowibowo

 

Post a Comment

0 Comments