ROKOK DAN KOPI

 

ROKOK DAN KOPI

Oleh: Dr. Purwowibowo, M.Si

ROKOK

Hampir semua kalangan masyarakat dimana-pun, mengenal dan faham tentang rokok. Namun, apa itu rokok, terkadang belum dapat menjelaskan dengan tepat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata rokok merupakan  gulungan tembakau, yang ukurannya kira-kira sebesar kelingking, yang dibungkus dengan daun nipah, atau kertas.

Panjangnya antara 70 sampai dengan 120 mm (bervariasi tergantung, negara dan bangsa pembuatnya). Sedangkan ukuran diameternya sekitar 10 mm. Isinya terdiri dari daun-daun tembakau kering yang telah diolah atau dicacah.

Fungsi rokok, diambil asapnya dengan cara membakar ujunya kemudian si perokok menghisapnya dari ujung lainnya yang tidak dibakar, yang biasanya diberi saringan berupa filter, agar berbagai bahan rokok yang terbakar tidak terhisap secara keseluruhan.

Rokok, yang diproduksi pabrik rokok, biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas. Hal ini dimaksudkan agar rokok dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam saku.

Beberapa tahun terakhir ini, bungkusan-bungkusan rokok, disertai pesan tertentu terkait dengan kesehatan. Misalnya, ‘rokok membunuhmu’. Hal tersebut karena ditengarahi bahwa rokok dapat mengakibatkan sakit paru-paru, ganggunan jantung, kehamilan, dan berbagai penyakit lainnya.

Suatu pesan kesehatan agar seseorang tidak melakukan kegiatan merokok. Namun, pecinta rokok, perokok berat, kebanyakan mengabaikan pesan baik tersebut.

Bangsa yang merokok untuk pertama kali adalah suku bangsa Indian di Amerika. Mereka melakukan kegiatan merokok sebagai bagian ritual keagamaan yang dianutnya, yakni melakukan pemujaan  terhadap dewa atau roh.

Kemudian di abad ke 16, ritual merokok tersebut oleh bangsa Eropa diadopsi dengan cara mencoba merokok. Bahkan, bangsa Eropa, yang merokok dilakukan oleh kaum bangsawan, kemudian menjadi tren dan kebiasaan masyarakat luas, dengan merokok. Merokok akhirnya menjadi bagian kehidupan mereka dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, banyak orang merokok, dan perokok berat.

Bahkan, ada orang mempunyai prinsip, ‘lebih baik tidak sarapan daripada tidak merokok’. Merokok menjadi kebutuhan utama dan bukannya makan atau sarapan.

Sesungguhnya, merokok dapat menurunkan kualitas kesehatan seseorang. Paling tidak, banyak para ahli menjelaskan bahwa, perokok atau pencandunya dapat menurun kesehatannya atau menderita berbagai penyakit.

Menurut hasil penelitian Sukmana (2019), orang merokok dapat menyebabkan gangguan pernafasan, batuk kering, nyeri pada paru-paru. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan sakit jantung, stroke, kanker, imptensi, dan gangguan kehamilan bagi wanita.

KOPI

Kopi atau minuman kopi, sebagaimana dikemukakan oleh Farah, et al (2012), kopi merupakan salah satu minuman yang sudah dikenal masyarakat secara luas dan digemari masyarakat. Bahkan, minum kopi dapat ditemukan di mana-mana di seluruh dunia. Sekarang ini, banyak kedai kopi, warung kopi, yang menjual minuman kopi baik yang bahannya dari produk pabrikan maupun kopi hasil olahan masyarakat.

Minum kopi, tidak sebagaimana orang minum teh di Jepang. Minum teh di negara tersebut merupakan ritual penting dan prestisius bagi masyarakat Jepang. Minum kopi tidak merupakan kegiatan luhur atau ritual tertentu dimana-pun masyarakat di dunia ini.

Padahal, minum kopi mempunyai manfaat yang sangat banyak. Misalnya, minuman kopi mengandung kafein, stimulanyang digemari dan paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Umumnya kopi tidak dianggap sebagai bagian dari gaya hidup sehat karena kandungan kopi mengandung kafein, stimulan, dan juga menjadi sumber yang sangat kaya adanya antioksidan dan senyawa bioaktif lainnya.

 

MEROKOK DAN MINUM KOPI

Merokok bagi seseorang dapat menyebabkan berbagai timbulnya penyakit atau merokok menurunkan kualitas kesehatan. Namun demikian, agar pengaruh negatif itu tidak dengan cepat menurunkan derajat kesehatan, maka perokok harus minum kopi. Lho kok demikian, apa penjelasannya?

Ketika seseorang merokok, maka berbagai zat negatif yang menganggu fungsi organ, seperti paru-paru dan jantung akan terus melakukan stressor terhadap keduanya.

Agar kondisi keduanya terjaga, maka perokok harus minum kopi. Kopi dapat menetralisir zat negatif dari asap rokok. Hal ini karena fungsi kopi, sebagai berikut: (1) meningkatkan energy dalam tubuh, (2) menurunkan berat badan, (3) menurunkan risiko diabetes, (4) mencegah penyakit otak, (5) melindungi hati, (6) meningkatkan mood, (7) kopi mengandung antioksidan yang bisa menetralisir zat racun dalam tubuh. Terutama, racun yang dihasilkan dari seseorang yang mengisap rokok.

Itulah sebabnya, jika seseorang merupakan perokok berat dan perokok pasif-pun diharapkan mimum kopi. Tentu kopinya, yang asli bukan kopi-kopian, yang bahan bakunya terkadang bukan biji kopi. Hal ini, disebabkan karena harga kopi mahal, banyak masyarakat membuat kopi, yang dicampur dengan bahan lain. Kopi demikian tidak dapat menetralisir zat racun yang berasal dari rokok maupun bahan makan lainnya.

Orang cerdas – minum kopi, mari minum kopi agar hidup kita sehat dan bergairah. 

Ada pepatah 'ayam berkokok di pinggir kali, silahkan merokok dan minum kopi'

InsyaAlloh, aamiin.

Jember, 16 – Juli 2022

Purwowibowo

Post a Comment

0 Comments