LIPSTIK DAN FUNGSI MULUT


 

LIPSTIK DAN FUNGSI MULUT

Oleh: Dr. Purwowibowo, M.Si

Pendahuluan

Lipstik atau gincu adalah pewarna bibir. Wanita dari remaja sampai usia tua, di dalam tasnya, terdapat lipstik. Barang kecil tersebut tidak pernah tertinggal kemanapun, wanita pergi.  Lisptik selalu menemani dan digunakan, tatkala wanita keluar rumah, baik bekerja, belanja, mengantar anak sekolah, atau kemana saja, wanita melakukan kegiatan dan akan ketemu orang.

Lipstik, salah satu bagian kosmetika yang digunakan untuk memberi sensasi warna pada bibir seorang wanita. Bahkan, warna lipstik sangat bervariasi mulai dari yang warna muda sampai tua. Warna itulah yang paling menonjol dari sebuah lisptik. Hal ini, memberikan pilihan bagi penggunanya yang disesuaikan dengan kondisi kulit muka, bibir, dan juga seleranya.

Dengan menggunakan lisptik di bibir dengan berbagai warna, penggunanya bisa tampak lebih cantik, elegan, anggun, dan menarik. Namun, banyak ditemukan juga wanita yang menggunakan lipstik yang berlebihan, baik dari sisi warna maupun ketebalan sehingga menjadi tampak kurang menarik dan bahkan lebih dekat suatu sosok seperti halnya boneka.

Lipstik terbuat dari lilin, pigmen, minyak, lemak, zat pewarna, anti oksidan, pengawet, parfum, surfaktan, dan bahan-bahan lainnya. Semua bahan tersebut diproduk sesuai dengan komposisi masing-masing. Hampir dipastikan, wanita tidak mengalami masalah kesehatan tatkala memakai atau menggunakan lisptik di bibirnya.

Lipstik telah ditemukan sejak masa kuno ketika batu permata semi-mulia dihancurkan dan dioleskan ke bibir dan kadang-kadang ke mata. Selama Zaman keemasan Islam, kosmetolog Al-Andalus yang kemudian dikenal dengan Abdul Qosim az Zahrowi menemukan lipstik pada. Lisptik tersebut berbentuk batangan wangi yang digiling dengan sangat halus dan kemudian dicetak.

Namun, lipstik baru popoler semasa pemerintahan Ratu Elizabeth I dari Inggris di akhir abad 16 sampai awal abad 17 (1558 – 1603). Hal itu tentu terkait dengan apa yang dilakukan oleh Ratu dalam menggunakan lipstik. Bahkan, dia disebut sebagai ‘The Virgin Queen’, gadis cantik sebagai ratu yang masih perawan dan tampil sangat cantik dengan menggunakan lipstik. Setelah itu, lipstik kemudian menyebar dan dikenal oleh bangsa lain, termasuk wanita Indonesia, sampai sekarang.

Lipstik dan Virus Corona

Sejak awal tahun 2020, virus corona meraja lela sampai sekarang, mampu mempengaruhi penggunaan lipstik. Meskipun belum ada data yang lengkap terhadap penjualan lipstik, namun menyebarnya virus corona sedikit dapat mempengaruhi penggunaan lipstik.

Pandemi virus corona diikuti dengan pola hidup 3 M, yakni menuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Khusus, penggunaan masker sudah pasti berhubungan erat dengan pemakaian lipstik.

Jika wanita memakai masker, yang tertutup adalah hidung dan bibirnya. Dengan tertutupnya kedua bagian wajah tersebut, terkadang sulit mengenali wanita yang sesungguhnya sudah kita kenal. Dengan wajah yang hanya dahi dan mata, karena bagian kepala, juga tertutup hijab, terkadang sulit mengenalinya. Bahkan, wanita tetangganya sendiri atau yang pernah dikenalnya, seakan tidak mengenalnya.

Dengan terus bertambahnya jumlah orang yang terjangkiti virus corona sampai sekarang ini, pengetatan penggunaan masker digalakkan lagi. Beberapa waktu lalu, sempat ada kebebasan tidak menggunakan masker, tetapi sekarang ini, banyak wanita dan pria menggunakan masker kembali. Tujuannya adalah penyebaran virus corona dapat terkendali dari hidung dan melalui mulut.

Dengan menggunakan masker, sesungguhnya ada keuntungan tersendiri terkait dengan lisptik. Semua wanita, mempunyai anggaran yang tidak sedikit untuk dibelikan lipstik. Apalagi, bagi wanita yang ada sedikit uang, bekerja di kantoran, penjabat publik, maka anggaran untuk memperindah bibir, bisa sangat mahal.

Masker menutupi bibir, sehingga orang yang menggunakan lipstik  atau tidak  menggunakan sulit dikenali bibirnya. Itulah sebabnya, penggunaan masker dapat mengurangi biaya pengeluargan terkait dengan perawatan bibir. Bibir seperti apapun, atau menggunakan lipstik apapun, dari sisi warna dan harga, tidak ada pengaruhnya terhadap penampilan bibir.

Menjaga Mulut (jamu)

Bibir merupakan bagian mulut yang tampak dari luarnya saja, dan tidak mempunyai fungsi penting terkait kegiatan mulut. Apalagi, bibir yang diberi lipstik hanya akan memberikan sensasi penampilan.

Justru, yang terpenting adalah mulut. Di dalam mulut ada rongga mulut, lidah, dan gigi. Agar mulut terjaga dan sehat, maka lakukan sesering mungkin berkumur dan sikat gigi. Dengan dua hal tersebut mulut atau rongga mulut akan menjadi sehat.

Peribahasa ini dapat digunakan untuk merenung agar dapat menjaga mulut (jamu) dan terjaga kesehatannya. Diantaranya:

1. Jagalah mulutmu karena dia adalah harimau-mu, artinya: perkataan bagai pedang yang bisa menyakiti orang lain.

2. Bermulut di mulut orang, artinya selalu meniru perkataan orang lain.

3. Gula di mulut, ikan dalam belanga, artinya sudah dalam kekuasaan kita.

4. Karena mulut bisa binasa, artinya mendapat celaka karena perkataannya.

5. Lain di mulut, lain di hati, yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya.

6. Lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya, lepas dari bahaya yang besar, lalu jatuh ke dalam bahaya yang lebih besar lagi.

7. Manis mulutnya bercakap seperti sa-utan manisan, di dalam bagai empedu
 artinya mulut manis (perkataan yang manis-manis) biasanya berisi tipu semu di dalamnya.

8. Mu-rah di mulut mahal di timbangan artinya mudah mengatakan, tetapi sukar melakukannya.

9. Mulut bagai ekor ayam diembus, seseorang yang mulutnya tidak berhenti-henti berkata (tidak pernah diam, selalu saja bergerak-gerak)

10. Mulut bajan boleh ditutup, mulut manusia tidak, rahasia jangan terlalu lekas dipercayakan kepada orang karena mulut manusia tidak dapat ditutup.

11. Mulut bau madu, pantat bawa sengat, mulut manis, tetapi hati busuk

12. Mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak (mulut manis hati berkait), manis perkataannya, tetapi jahat maksudnya

13. Mulut kamu, harimau kamu, keselamatan dan harga diri kita bergantung pada perkataan kita sendiri.

14. Mulut kapuk dapat ditutup, mulut orang tidak, artinya rahasia jangan dipercayakan kepada orang lain.

15. Mulut manis jangan percaya, lepas dari tangan jangan diharap, artinya jangan percaya kepada orang yang manis perkataannya, barang atau uang yang dipinjamkan kepada orang yang bersifat demikian, tidak dapat diharapkan kembali lagi.

16. Mulut manis mematahkan tulang, artinya perkataan yang lemah lembut dapat menyebabkan orang lain tunduk (menurut).

17. Mulut satu lidah bertopang, artinya perkataan berbeda dengan isi hati

18. Mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya),  artinya perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati.

19. Murah di mulut, mahal di timbangan, artinya banyak janji, tetapi janji itu tidak ditepati 

20. Seperti gula dalam mulut, artinya pekerjaan yang sangat mudah

21. Seperti lebah, mulut membawa madu, pantat membawa sengat, artinya orang yang manis tutur katanya, tetapi berbahaya (jahat).

22. Tebu masuk di mulut gajah artinya binasa sama sekali (sudah tidak tertolong lagi)

Jember, 29 Juli 2022

Purwowibowo

Post a Comment

0 Comments