STRATEGI PENTING DALAM MENGHADAPI MEWABAHNYA COVID-19
Oleh: Dr. Purwowibowo, M.Si
PENDAHULUAN
Bencana atau musibah akan menghampiri setiap insan, baik yang muslim maupun tidak. Bahkan, bagi setiap muslim sudah pasti akan diuji oleh Alloh SWT dengan musibah.
Alloh Berfirman dalam Surah Al Ankabut, Ayat 2 -3 : ‘Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.’
Musibah, dapat berupa kesengsaraan, kemelaratan atau kemiskinan, dan ancaman bahaya dari sakit serta kematian. Pandemi Covid-19 ini juga dapat disebut sebagai musibah bagi seorang muslim. Sebab, pandemi ini dapat menimbulkan kesengsaraan, kemiskinan, dan juga sakit serta kematian. Musibah ini sekarang datang dihadapan umat manusia dimana saja, dan pada siapa saja tanpa terkecuali.
Bahkan, para nabi juga mendapatkan musibah. Mereka tatkala mendapatkan musibah, justru bersyukur dan bergembira. Datangnya musibah dapat meningkatkan kualitas iman kepada Alloh SWT. Manusia sekarang, justru banyak mengeluh ketika menghadapi musibah. Padahal belum tentu musibah yang datang berupa covid-19 tidak baik bagi manusia. Pasti ada hikmah dibalik musibah yang melanda umat manusia seluruh dunia ini.
STRATEGI MENGHADAPI MUSIBAH COVID-19 MENURUT WHO
Covid-19 sampai artikel ini ditulis, jumlah orang terinfeksi di seluruh dunia mencapai 21.599.152 orang. Sedangkan jumlah orang meninggal mencapai 769.170 orang. Sembuh mencapai 14.270.117 orang. Suatu jumlah yang sangat banyak dan belum ada tanda-tanda mewabahnya Covid-19 ini berhenti.
Di Indonesia sendiri, jumlah kasus telah mencapai 137.468 dan yang meninggal mencapai 6.071 orang. Orang yang sembuh mencapai 91.321 orang. Tampaknya di Indonesia juga mengalami hal yang sama dengan kondisi dunia, belum ada tanda wabah akan berhenti. Ada kabar gembira, vaksin atau antivirus sudah ditemukan dan siap produksi masal di bulan September mendatang, semoga.
Dengan kondisi demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membuat strategi menghadapi virus ini agar tidak menyebar di seluruh dunia. Misalnya mulai awal Maret 2020 lalu, semua Negara diharapkan menerapkan beberapa strategi diantaraanya:
a) Melakukan rapid test. Langkah ini dilakukan agar wabah virus ini tidak menyebar atau menular dari satu orang ke orang lainnya. Tujuan dari langkah ini untuk mengetahui penderita lebih awal sehingga dapat dilakukan langkah cepat terkait isolasi. Selain itu, agar tidak menyebar ke orang lain.
b) Isolasi bagi orang terinfeksi. Langkah ini dilakukan agar orang yang sudah terindekasi terinfeksi covid-19, tidak berhubungan dengan orang lain. Diisolasi, baik secara intensif di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumahnya.
c) Persiapan dan reaksi cepat. Langkah ini dilakukan tatkala covid-19 yang dimulai dari Wuhan kemudian mulai menyebar ke Negara lain. Banyak Negara yang kurang persiapan dan bahkan abai terhadap langkah ini. Akibatnya, sekarang, covid-19 menyebar ke seluruh dunia tanpa terkendali.
d) Jaga jarak (social distancing). Langkah ini dilakukan agar covid-19 tidak meyebar dari orang ke orang. Orang terinfeksi akan dengan mudah menularkan ke orang lain, karena virus yang keluar melalui bersin, batuk, dan lendir, akan dengan mudah pindah ke orang lain. Jaga jarak dianggap strategi ampuh untuk memutus rantai penularan.
e) Promosi hidup sehat. Para pakar epidemologi, yakin bahwa covid-19 tidak akan masuk ke tubuh orang manakala seseorang kondisinya sehat. Imunitasnya tinggi, sehingga virus akan mati dengan sendirinya manakala orangnya sehat dan imunitasnya terjaga dengan baik.
f) Harus menggunakan masker. Ditengarai, bahwa virus ini dapat menular ke orang lain manakala orang tersebut tidak menggunakan masker. Namun, jika ada pelindung masker, virus tidak akan masuk ke tenggorokan maupun ke paru-paru.
g) Mencuci tangan setiap saat. Langkah ini dilakukan terkait dengan pemahaman bahwa orang yang memegang benda tertentu dan ditengari benda tersebut mengandung atau terdapat covid-19 akan dapat masuk ke tubuh orang tersebut. Untuk menghindari hal tersebut diharapkan mencuci tangan setiap saat.
STRATEGI MENURUT ISLAM
Pandemi covid-19 ini, merupakan musibah bagi siapa saja, baik muslim maupun non-muslim. Oleh karena itu, bagi seorang muslim, baik yang dianggap reaktif, terinfeksi, dan juga dalam perawatan hendaknya melakukan langkah-langkah berikut ini sebagai strategi yang dapat digunakan untuk memperkuat strategi yang disampaikan oleh WHO di atas, diantaranya:
1) Pertama, jika kita mendapat musibah covid-19, ucapkanlah kalimat istirja’ yaitu, “innalillaahi wa inna ilaihi roji’un.” Sesungguhnya, segala sesuatu datang dari Allah, dan akan kembali kepada-Nya (Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 156).
Dari ayat ini, hakikatnya, bahwa musibah itu adalah datangnya dari Allah SWT. Entah itu cobaan ataukah azab, kemiskinan, kesengsaraan, mewabahnya covid-19, dan lainnya, maka yakinlah Dia-lah yang mendatangkan itu semua, dan Dia pula-lah yang sanggup mengambil kembali musibah ini.
2) Kedua, ucapkanlah istighfar atau mohon ampun kepada Alloh SWT. Segala musibah, termasuk mewabahnya covid-19 ini, adalah akibat dari perbuatan tangan kita sendiri. Hal ini sesuai firman Allah, dalam Surah As-Syura, ayat 30, yakni: ‘Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)’.
Para ahli tafsir, menjelaskan bahwa makna dari perbuatan tanganmu sendiri itu mengandung arti yang lebih dalam, yaitu akibat dosa-dosa yang telah kita perbuat.
Artinya, introspeksilah diri masing-masing dari kita, bukan menyalahkan orang lain. Oleh sebab itu, kita harus lebih banyak mengucapkan kalimat istighfar, yakni astaghfirullahaladzhim.
3) Ketiga, berdo’alah kepada Allah, untuk mengangkat musibah yang berupa covid-19 ini. Hal ini sesuai dengan firman Allah, dalam Surah Ad-Dukhan: 10-12, yang artinya: ‘Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. Kemudian, mereka berdo’a, Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.’ Ayat ini, mengandung makna, bahwa, ketika azab itu datang berupa virus corona, maka memohonlah kepada-Nya, agar Alloh SWT melenyapkan musibah berupa pendemi covid-19 ini.
4) Keempat, manakala musibah datang sebagaimana covid-19 yang sedang kita hadapi sekarang ini, kita harus tetap optimis. Karena sesungguhnya, setiap musibah atau azab, yang datang tidak lain adalah untuk menghapus segala dosa-dosa yang telah kita perbuat. Hal ini sesuai degan sabda Rasulullah SAW, ‘Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.’ (HR. Bukhari)
Dengan empat strategi atau langkah tersebut, mudah-mudahan kita selalu istiqomah dalam menjalankan hidup dan kehidupan yang serba tidak menentu, saat ini.
Aamiin, ya robbal alamin.
IsyaAlloh.
Jember, 16 Agustus 2020
Dr. Purwowibowo, M.Si.





0 Comments