PENYAKIT HATI

 

 

PENYAKIT HATI

Oleh: Dr. Purwowibowo, M.Si

PENDAHULUAN

Penyakit hati, secara populer disebut sebagai penyakit liver atau penyakit hepatitis. Penyakit ini,  merupakan masalah kesehatan bagi masyarakat di dunia dan juga di Indonesia. Di dalam ilmu kedokteran atau kesehatan, penyakit hati ini, dimaknai sebagai penyakit fisik dari bagian tubuh manusia, yakni hatinya mengandung penyakit. Penyakit hati ini, bagi sebagian besar masyarakat dianggap biasa. Padahal penyakit ini juga sangat berbahaya dan juga dapat mengakibatkan kematian.

Di seluruh dunia, orang yang terinfeksi dan mengalami penyakit liver ini cukup besar, yakni 2 milyar orang. Sedangkan yang mengalami kematian mencapai 1,46 juta orang.

Di Indonesia sendiri, belum ada data yang akurat. Namun, di tahun 2013 orang yang mengalami penyakit hepatitis atau liver ini diperkirakan mencapai 1,2 % dari penduduk Indonesia. Dengan total penduduk Indonesia 269 juta pada tahun 2020 ini, maka penderita hipatitisnya mencapai 3,2 juta orang.

Penyakit hepatitis ini, dapat menular dari orang satu ke orang lain. Caranya dengan ‘fecal oral’, yakni virus hepatitis keluar dari seseorang kemudian menempel ke benda lain dan kemudian masuk ke tubuh orang lain. Atau, orang yang menderita penyakit ini berdekatan dengan orang lain, kemudian virusnya pindah ke orang tersebut.

Di tahun 2019, khususnya di lingkungan Kampus Universitas Jember, pernah terjadi wabah virus hepatitis ini. Kala itu, musim kemarau panjang, air sulit didapatkan. Para pedagang kaki lima (K5) di sekitar kampus, tidak cukup air untuk mencuci piringnya dengan bersih. Akibatnya, sejumlah mahasiswa tertular penyakit hepatitis. Pemerintah daerah menetapkan KLB lingkungan kampus untuk penyakit hepatitis.

PENYAKIT HEPATITIS

Salah satu jenis penyakit hepatitis  adalah hepatitis A. Penyakit ini, merupakan penyakit hati yang mengalami peradangan organ hati. Hal ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. akibatnya dapat menganggu kerja organ hati dan dapat menular ke orang lain dengan mudah. perantaranya dapat melalui makanan dan minuman yang terinfeksi virus. Hepatitis A tergolong penyakit hati akut dan dapat disembuhkan dalam waktu kurang dari 6 (enam) bulan.

Sedangkan   faktor yang dapat mempermudah penyakit hepatitis A, jika seseorang memiliki kondisi sebagai berikut: (1) Mengunjungi atau tinggal di daerah yang terdapat banyak kasus hepatitis A; (2) Melakukan hubungan intim dengan penderita hepatitis A; (3) Tinggal serumah dengan penderita hepatitis A.

Gejala penderita penyakit hepatitis A muncul beberapa minggu setelah tertular virus tersebut. Selain itu, gejala lainnya adalah perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning. Oleh karena itu, orang-orang dulu menyebut penyakit ini dengan penyakit kuning.

Secara umum penyakit hepatitis ini disebabkan karena seseorang mengalami obesitas (kegemukan), mengkonsumsi minuman beralkohol berlebihan, terpapar racun atau zat kimia tertentu, penyalahgunaan NAPZA terutama mereka yang menggunakan jarum suntik, terpapar darah atau cairan tubuh orang lain yang telah menderita hepatitis, sering berganti pasangan dalam hubungan seksual, pemasangan tato di dalam badannya atau tindik, menderita diabetes, dan memiliki penyakit liver atau hepatitis dalam keluarganya.

BEBERAPA JENIS PENYAKIT HATI

Selama ini kita mengenal penyakit hati dengan penyakit hepatitis atau penyakit liver. Namun, secara khusus penyakit ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:

A.   Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan hati yang disebabkan oleh adanya infeksi virus hepatitis. Namun, bisa juga karena konsumsi obat tertentu, minum minuman beralkohol tinggi, dan juga karena menderita penyakit autoimun.

Gejalanya, hilangnya nafsu makan, diare, muntah dan mual, kulit dan mata menguning, urine berwarna hitam. Sehingga dapat mempengaruhi keseluruhan system metabolisme tubuh.

B.    Sirosis

Sirosis, merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut di hati. Hal ini terkait dengan kerusakan hati yang berjalan dalam proses waktu yang panjang. Pada saat awal, gejalanya tidak dirasakan oleh penderita, namun setelah mengalami kerusakan akut baru penderita merasakan sakit.  Gejala penyakit sirosis, penderita merasa kelelahan atau lemas, mual, kehilangan nafsu makan, hingga nafsu seksualnya hilang.

C.    Abses Hati

Penyakit hati ini terkait dengan adanya lubang-lubang kecil yang berisikan nanah di dalam hati. Hal ini merupakan tanda dari penyakit abses hati. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, bisa pula karena infeksi parasit. Terkadang, dapat menyebabkan pembengkaan sehingga hati tidak dapat berfungsi secara normal dan sempurna.

PENYAKIT HATI MENURUT ISLAM

Penyakit hati ini bukan karena secara fisik, namun lebih kepada fungsi hati dalam kehidupan seseorang terkait hubungan sosial dengan masyarakat. Hati merupakan segumpal daging dan dapat mempengaruhi keseluruhan tabiat, tingkah laku manusia. Oleh karena itu, jika segumpal daging itu baik, maka semua anggota tubuh manusia juga akan berperilaku baik. Sebaliknya, jika segumpal daging itu buruk, maka semua perilaku manusia juga akan buruk.

Ada beberapa penyakit hati yang dapat memperburuk tabiat atau tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

1.  Sombong

Secara terminologi, sombong adalah tingkah laku dan sifat yang buruk dari seseorang. Orang sombong cenderung memuji, mengagungkan, membesarkan, dan memandang diri sendiri sebagai makhluk yang paling di atas segala-galanya dari makhluk lain atau orang lain.

Orang sombong akan selalu menganggap dirinya paling tinggi dan memandang orang lain rendah. Hati orang sombong akan mudah mengeras, tidak mudah dinasehati. Mereka menganggap dirinya paling bisa, paling pandai, paling terkenal, dan paling segala-galanya.

Dalam hal ini, Allah SWT pun telah menjelaskan dalam firmannya bahwa Ia sangat membenci orang – orang yang senantiasa menyombongkan diri.

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min: 76]

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’: 37]

2.  Hasud (Iri dan Dengki)

Pengertian hasud atau iri hati atau dengki, secara epistimologi adalah keadaan hati seseorang yang tidak mensyukuri nikmat Alloh SWT. Mereka yang mengalami penyakit ini, benci terhadap kebahagian orang lain yang mendapat suatu kenikmatan. Sedangkan dia sendiri akan merasa bahagia apabila mendapat nikmat, sedangkan orang yang dibenci mendapat malapetaka, kesusahan atau kesengsaraan. Padahal Alloh SWT melarang yang berpenyakit ini.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’: 32.

“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu”. [HR. Abu Dawud]

 3.  Riya

Pengertian riya secara bahasa adalah memperlihatkan amal kebaikan kepada orang lain. Selain itu, riya adalah memperlihatkan ibadah dengan maksud dan tujuan dilihat manusia dan mengharapkan pujian atas apa yang diperlihatkannya itu. Oleh karena itu, Alloh SWT juga melarang umat muslim untuk berbuat riya sebagaimana dalam ayat berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia” [QS. Al-Baqarah: 264]

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya” [Al Maa’uun 4-6]

4.  Bakhil atau Kikir

Al-buhlu atau bakhil adalah menahan sesuatu yang wajib. Sedangkan asy-syuh atau kikir adalah menahan sesuatu yang wajib dan tamak atau rakus terhadap apa yang menjadi milik orang lain. Bakhil atau Kikir alias Pelit atau Medit merupakan salah satu penyakit hati karena terlalu cinta pada harta sehingga tidak mau berbagi dan bersedekah kepada orang lain. Penyakit hati ini juga sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, Alloh SWT melarang orang yang mengalami penyakit ini seperti termaktuf dalam beberapa ayat berikut ini:

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Ali ‘Imran 180]

“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa” [Al Lail 8-11]

5.  Ujub (Kagum akan diri sendiri)

Ujub adalah perilaku mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan diri sendiri. Orang yang mengalami penyakit ini, merasa memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Ujub merupakan sifat yang tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Ujub bisa menjerumuskan seorang muslim kepada sifat Takabbur. Mempunyai kekuatan sendiri dan bisa dengan sendirinya tanpa kekuatan dari Alloh SWT.

Padahal semua yang ada pada diri manusia, berupa kepandaian, kekuatan, dan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya merupakan pemberian Alloh SWT. Oleh karena itu, kita tidak boleh mempunyai penyakit hati ujub ini.

PENGOBATAN ATAU PENYEMBUHAN PENYAKIT HATI INI:

a.    Selalu bersyukur mengucapkan ‘Alhamdulillah’;

b.    Membaca dan menyimak Al Qur’an maknanya;

c.    Merasakan keagungan Allah SWT;

d.    Mencari dan mempelajari ilmu agama Islam dengan benar;

e.    Banyak berdzikir;

f.    Memperbanyak amal sholeh;

g.    Rajin melakukan ibadah, terutama sholat;

h.    Banyak mengingat mati;

i.     Selalu ingat akan tibanya hari akhir;

j.     Tidak terlalu mengharap dunia;

k.    Berdo’a kepada allah SWT agar dijaga keimanan kita

 

Jember, 07 Agustus 2020

Purwowibowo

 

 

 

 

 

 

Post a Comment

0 Comments