Mengenal Pembelajaran Komunikasi Total Bagi
Anak Tunarugu
oleh: Purwowibowo, Agus Trihartono, Kris Hendrijanto
Pengantar
What I’m
looking for is not out there, it is in me. - Helen Keller
Pembahasan
apa pun tentang anak-anak berkebutuhan khusus rasanya sulit meninggalkan nama
besar Helen Keller. Dia seorang penulis inspiratif yang mampu melewati kehidupannya
dengan penuh rasa syukur. Meskipun dia, buta dan tuli sejak usianya masih 19
bulan sampai meninggal pada usia 87
tahun,
Helen
Keller mewariskan 12 buku dan beberapa artikel penting, rujukan para pejuang
kemanusiaan untuk disabilitas.
Dalam
bukunya berjudul: Helen Keller: A Life, Dorothy Hermann mencantumkan sematan,
‘the Star of Happiness to all struggling humanity’, bagi Hellen Keller, sang pemilik ‘unconquerable spirit’.
Takdirnya
yang sering dianggap sebagai keterbatasan, justru menjadi kekuatan terbesar
Helen untuk eksis sebagai manusia, bermanfaat dan berguna bagi manusia lain serta lingkungannya.
Semasa
hidupnya, ia telah berkeliling ke 39 negara untuk berbicara dengan para
presiden, serta mengumpulkan dana bagi para orang buta dan tuli.
Dunia
mencatat, sejarah gemilang Helen Keller, tidak terlepas dari jasa besar seorang
tulus bernama, Anne Mansfield Sullivan Macy atau biasa disebut Anne Sullivan.
Pada
usianya yang ke-21, Anne menjadi guru bagi Helen hingga dapat berkomunikasi dan
mempelajari huruf Braille.
Keberhasilannya tersebut menjadikan Anne Sullivan sebagai salah satu tokoh pendidikan yang banyak dikenal di Amerika Serikat dan dunia.
Keberhasilannya tersebut menjadikan Anne Sullivan sebagai salah satu tokoh pendidikan yang banyak dikenal di Amerika Serikat dan dunia.
Sejarah
Helen Keller dan Anne Sullivan adalah sejarah tentang upaya sungguh-sungguh
manusia pada zamannya untuk menerima disabilitas sebagai kekurangan, tetapi tidak
terjebak dengan kondisi itu.
Seperti
ungkap Helen Keller dalam autobiografinya berjudul: My Religion, yang lantas
diterbitkan kembali dengan judul: Light in My Darkness, bahwa masalah hidup harus diterima dan diakui
keberadaannya, tetapi tidak lantas pasrah menguasai manusia.
Helen
menulis, “Biarkanlah dirimu menyadari adanya pendidikan situasi berupa
kesabaran, kebahagiaan, dan pemahaman makna.”
Buku yang
berjudul: Mengenal Pembelajaran Komunikasi Total Bagi Anak Tunarungu ini,
berikhtiar memperkenalkan pembelajaran komunikasi total bagi anak tunarungu.
Kondisi
tidak berfungsinya organ pendengaran secara normal menyebabkan anak tunarungu
kurang atau tidak mampu mengadakan komunikasi dengan sesama, bahkan lingkungannya.
Guna mengantarkan
anak tunarungu menuju kehidupan wajar, salah satunya, adalah dengan
pembelajaran Komunikasi Total (Komtal). Pengembangan diri seoptimal mungkin
dalam berkomunikasi menjadi tujuannya.
Komunikasi
yang dapat dijalin secara optimal oleh anak anak tunarungu, dengan pembelajaran
komunikasi total, dapat dianggap sebagai peranti menuju terciptanya banyak
kesempatan hidup bagi mereka. bahkan, bisa jadi dianggap wajar, tidak lagi terus dinilai
berbeda, namun juga bisa menjadi luar biasa.
Banyak
kita jumpai, anak tunarungu mampu mencapai prestasi yang membanggakan, bahkan
lebih baik dibandingkan anak-anak yang normal sejak lahirnya.
Semoga
buku ini dapat bermanfaat bagi para orangtua, terutama ibu, juga para pendidik,
hingga masyarakat yang peduli pada disabilitas.
Setidaknya,
komitmen untuk membangun kehidupan yang lebih baik dapat terus lestari, dengan
memupuk keilmuan bernas yang dapat diterapkan. Anak tunarungu, seperti halnya
anak-anak normal, membutuhkan kesempatan hidup yang lebih baik dalam menatap
masa depannya sendiri dan berfungsi sosial secara wajar.
Wassalam
Jember,
November 2019
Penulis,
Purwowibowo,
dkk.




0 Comments