KAPASITAS MANUSIA DALAM NEW-NORMAL




KAPASITAS MANUSIA DALAM NEW-NORMAL
Oleh: Purwowibowo

Motto 1: 
Jangan Meremehkan Keberadaan Orang Lain, Siapapun Dia, Bagaimanapun Kondisi Mereka, Serendah Apapun Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Mereka, Semiskin Apapun Kondisi Sosial Ekonomi Mereka, Apapun Agama dan Keyakinan Mereka, Apapun Warna Kulitnya, Dari Manapun Asalnya, Dimanapun Tempat-Tinggalnya, Apapun Bahasanya, Karena Sesungguhnya, Semua Orang Adalah ‘Guru’ Bagi Diri Kita Semua.
Motto 2: 
Semua Tempat, Yang Diciptakan Tuhan Yang Maha Esa Di Muka Bumi, Adalah Tempat Untuk Menimba Ilmu (Sekolah atau Kampus). Oleh Karena Itu, Di Manapun Anda Tinggal, Di Rumah, Di Sekolah, Di Pasar, Di Masjid, Di Sawah, Di Hutan, Di Sungai, Di Laut, Atau Dengan Kata Lain, Anda Tinggal Di Permukaan Bumi Manapun, Adalah Suatu Tempat Belajar Bagi Anda. Semua Tempat Yang Anda Tinggali Adalah Sekolah dan Kampus Anda. Gunakan tempat Anda Berada, Untuk Menempa Diri Agar Anda Sendiri Memperoleh Ilmu Dan Pengetahuan Darinya.

Diberikan Justru Bertambah
Tahukah anda harta yang kita miliki kalau diberikan kepada orang lain bisa bertambah?:
Harta benda (uang dan barang / properti)?, oohh, tidak!!, tetapi:
Ilmu dan hanya ilmu, jika kita punya ilmu kemudian kita berikan atau komunikasikan kepada orang lain, maka ilmu kita tidak berkurang justru bertambah.
Maka:
Carilah ilmu, perbanyak ilmu, karena jika anda ingin mencari dunia dengan ilmu, mencari akhirat juga dengan ilmu, mencari keduanya juga dengan ilmu.
”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

Ada dua jenis ilmu:
1.     Ilmu hard-skill. Hal ini pada umumnya menunjuk keahlian seseorang yang berkaitan dengan pendidikan yang telah dijalani oleh seseorang. Misalnya, pendidikan sekolah dasar, pendidikan sekolah menengah, pendidikan sekolah lanjutan dan perguruan tingggi. Di dalam pendidikan tinggi di bagi lagi S-1, S-2, dan S-3.
Dilihat dari jurusan atau program studinya sangat banyak, misalnya manajemen, teknik mesin, sastra perancis, kesejahteraan sosial, administrasi publik, dan lain sebagainya.
Kesemuanya ini akan membentuk orang untuk menguasai hard-skill.
2.    Ilmu soft-skill. Softskill adalah ilmu atau ketrampilan tambahan yang tidak diperoleh di dalam pendidikan secara umum seperti dijelaskan di atas.  Soft-skill, hanya bisa di dapatkan dari luar pendidikan umum tadi, melalui pelatihan, kursus, pertemanan, bacaan, menjadi panitia 17-san, membantu orang tua di rumah, mendengarkan ceramah, seminar, diskusi, workshop, studi-tour, kunjungan ke musium, berenang, dan lain sebagainya. Semua hal yang kita alami, kita lakukan, kita kerjakan selain melalui pendidikan informal dan non-formal, bisa disebut dengan ‘ilmu soft-skill’, tersebut.
Apa saja soft-skill itu?
          1. Communication skill (ketrampilan berkomunikasi);
          2. Organization skill (ketrampilan berorganisasi);
3        3. Leadership skill (ketrampilan memimpin);
          4.  Logic skill (ketrampilan logika/logis);
          5. Effort skill (ketrampilan usaha keras);
         6.  Group skill ( ketrampilan berkelompok);
  7. Ethics skill (kemampuan menggunakan etika / sopan santun).

   Indeks Prestasi?
   Ada ahli lain yang mengatakan bahwa indeks prestasi merupakan urutan yang ke 17       dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang di masyarakat.
Justru soft-skill, yang menentukan keberhasilan seseorang dalam mengarungi hidup di tengah masyarakat, seperti dikemukakan di bawah ini:
  1.  Communication skill (kemampuan berkomunikasi); 
  2. Integrity (integritas atau kejujuran); 
  3. Group-work skill (kemampuan bekerja sama); 
  4. Intelectual skill/logic skill (kmampuan intelektual); 
  5. High-spirit (etos kerja yang  tinggi); 
  6. High motivation (bermotivasi tinggi); 
  7. Adaptation skill (kemampuan beradaptasi); 
  8. Analytical skill (kemampuan menganalisis); 
  9. TI/Computer skill (kemampuan menggunakan komputer);  
  10. Organization skill (kemampuan berorganisasi); 
  11. Detail orientation (orientasi rinci); 
  12. Leadership skill (ketrampilan memimpin); 
  13. Self confidence (kepercayaan diri); 
  14. Personality (kepribadian ramah); 
  15. Polite (sopan dan santun); 
  16. Social justice (bijaksana); 
  17. Academic  values (nilai  akademis, misal ipk 3 lebih); 
  18. Creativity (kreativitas); 
  19. Humanis (mudah bergaul, senyum, dan lainnya);
  20. Enterprenuership (jiwa kewirausahaan).
Mana yang diutamakan dalam Masa New Normal?
Keduanya diperlukan untuk membangun kapasitas diri masing-masing (human capacity building yourself), karena keberhasilan seseorang dalam menghadapi era baru, setelah wabah corona ini, adalah keduanya.
Oleh karena itu di era ini kita harus:
  1. Disiplin, bukan sebaliknya; 
  2. Fleksibel bukan sebaliknya; 
  3. Bersemangat dan bukannya bermalas-malasan; 
  4. Jangan korupsi waktu, uang, dan lainnya; 
  5. Jangan membesar-besarkan masalah apa saja; 
  6. Jangan melakukan pelecehan sosial; 
  7. Selalu melakukan adaptasi segala hal; terutama perkembangan TI
‘Selamat meraih kehidupan baru di era new-normal dan membangun dan mengimplementasikan hard skill dan softskill’.
  Semoga kita berhasil dan sukses, aamiin.
   Wassalam
   Jember, 06 – 06 – 2020
      Purwowibowo


Post a Comment

0 Comments