VIRUS CORONA DAN HAMA WERENG



VIRUS CORONA DAN HAMA WERENG
Oleh: Purwowibowo

Motto Hidup:
ü Air tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya, jernih dan kuat; Mawar tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya, harum dan indah; Matahari tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya,panas dan perkasa.
ü Dan jangan menjelaskan apa yang ada pada dirimu dan kelebihan-mu kepada orang lain, karena mereka tidak butuh itu semua......
HAMA WERENG
Ketika, Indonesia, mampu mewujudkan ‘swasembada’ pangan di tahun 1984, banyak ucapan dan pujian datang dari semua pihak. Orang Indonesia sendiri mengapresiasi-nya. Bahkan, badan dunia di bawah PBB, yakni FAO (Food and Agriculture Organization), juga mengapresiasi dengan semjumlah penghargaan, dalam bentuk program di bidang pertanian.
Indonesia, kemudian menjadi contoh, bagi bangsa dan negara berkembang dari seluruh dunia. Bagaimana cara agar bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kemudian, banyak ilmuwan, petani, dan orang-orang yang peduli dengan pangan dari berbagai negara, belajar ke Indonesia.
Tat kala, pemerintah dengan ‘jumawa'. dan ‘bangga’, menyampaikan ‘swasembada pangan’, semata-mata, hasil usaha keras mereka, yakni aparatur pemerintah, dari pusat sampai daerah. Seakan, usaha swasembada demikian dari mereka sendiri dan mengabaikan dan tidak ada campur tangan penguasa langit dan bumi, yakni Allah SWT. Maka, tahun berikutnya, jenis padi unggul, yang ditanam saat itu, IR-34 dan IR-64 terjangkit ‘hama wereng’.
Di berbagai tempat, tanaman padi, secara massal terkena hama wereng, sehingga tahun berikutnya, sampai sekarang tidak ada lagi pernyataan, tentang swasembada beras. Yang ada adalah, swasembada impor-beras.
Kala itu, semua panik, karena tidak ada obat-obatan anti hama, yang dapat digunakan untuk membasminya virus atau hama wereng.
Langkah, strategisnya dan cepat, agar sawah yang terkena hama wereng - tidak menyebar, di bumi-hanguskan atau dibakar. Karena berhasil, maka saat ini, jika padi sawah terjangkit, virus wereng, tanaman padinya, dibakar. Tujuannya agar virus tidak menyebar ke sawah di tempat lain.
VIRUS CORONA WUHAN
Ketika, pemerintah China, menyatakan ‘kedigdayaannya’ di HUT ke-70 negara tersebut, tiba-tiba muncul virus corona. Pemerintah China dengan ‘jumawa’ dan ‘percaya diri’, menyatakan, tidak ada satu negara di dunia ini, bisa menandingi dan mempengaruhi China. Bidang ekonomi, politik, dan militer, China telah merasa menguasai dunia, jauh lebih unggul dari negara manapun.
Virus ini, datang tiba-tiba. Yakni akhir tahun 2019. Dan telah berlangsung selama dua bulan. Jumlah korban terus meningkat. Paling tidak, sesuai informasi, jumlah korban meninggal telah lebih dari 1500 jiwa. Sedangkan yang terinfeksi, atau positif terjangkiti, virus ini, telah lebih 60000 orang. Suatu jumlah yang sangat banyak. Dan yang sembuh lebih 3000 pasien.
Banyak kalangan, di luar China meragukan data tersebut. Menurut berbagai sumber, yang juga belum jelas, jumlah yang meninggal dan terjangkiti, jauh lebih besar dari angka itu.
Terlepas dari hal itu, sampai saat ini, virus corona yang ada telah menyebar ke seluruh dunia, belum ditemukan, obat anti virusnya. Penelitian laboratorium di China, ‘dikebut’, agar segera ditemukan obat anti virus. Rumah sakit khusus dibangun dengan super cepat. Namun, hasilnya masih nihil, virus terus berkembang dan menyebar.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 1 milyar orang dan semua orang dilanda kepanikan, kecemasan, dan rasa takut mati. Pemerintah China, mengusulkan ke dewan kehormatan China, dengan ide yang luar biasa, dan  jauh dari sisi kemanusiaan. Yakni, bagi orang yang terjangkiti atau terinfeksi, dan mereka masih hidup-mungkin bisa sembuh, langsung dikremasi atau dibakar, agar tidak menyebarkan virus ke orang lain.
Korea Utara, telah melakukan langkah ini, agar virus tidak menyebar dan meluas.
Langkah ‘gila’ dan di luar batas ‘perikemusiaan’ ini, ‘mungkin’ dilandasi, kebijakan untuk mengendalikan hama wereng, di Indonesia. Yaitu dengan ‘membumi-hanguskan’ atau membakar, tanaman padi terjangkit–wereng di petak sawah tertentu, dan berhasil.
Sambil menunggu, kita do’akan agar, Pemerintah China tidak mengambil kebijakan dan keputusan yang sama, orang yang terjangkiti virus corona sama dengan tanaman padi yang terkena hama wereng di Indonesia, dibaaakaaaar.
Semoga
Nganjuk, 15-02-2020

Post a Comment

0 Comments