PHOBIA VIRUS CORONA
Oleh: Purwowibowo
PENDAHULUAN
Phobia merupakan istilah dalam, psikologi, yakni
suatu rasa ketakutan yang berlebihan. Rasa takut tersebut, terkait fenomena tertentu. Phobia bisa berdampak
pada emosional seseorang. Biasanya, seseorang mengalami ‘trauma’, masa lalu,
hingga membekas kuat dalam alam bawah sadarnya.
Bagi
orang yang mengedepankan, prinsip rasional, sulit memahami, bagi mereka yang
terjangkit ‘perasaan phobia’, tersebut. Prinsip rasional, menggunakan logika,
sedangkan pengidap phobia menggunakan rasa atau perasaan. Orang rasional,
menganggap pengidap phobia, orang lucu.
Orang
phobia pada umumnya terhadap, objek, benda, dan fenomena, yang menjadi sumber phobia
tersebut. Mereka mengaitkan dengan sesuatu di luar logika. Misalnya, bayangan
binatang ular, kecoak, katak, cacing, kalajengking, lebah, dan lain sebagainya.
Bisa, menakutkan, menjijikkan, dan menyeramkan.
Pada
umumnya, setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut, menjijikan,
dan menyeramkan. Namun, apabila terpapar secara terus menerus dengan berbagai
objek phobia, mental mereka terkunci dan mengalami phobia.
Phobia
bukan hanya disebabkan oleh, binatang saja. Perasaan phobia juga bisa
disebabkan suatu keadaan ‘ekstrem’. Misalnya ledakan bom, terjebak di lift,
tsunami, banjir bandang, gempa bumi, wabah penyakit, dan sebagainya.
Bagi
pengidap phobia, setiap kali berinteraksi dengan sumber phobia, otomatis akan
merasa cemas, tidak nyaman, kawatir, yang berlebihan. Bahkan, ada yang melakukan respon negatif. Misalnya,
karena phobia terhadap kecoa, setiap ketemu, langsung dibunuh, disemprot,
sampai binatang itu mati.
JENIS PHOBIA
Berbagai
sumber phobia, misalnya, berada di tempat tinggi atau ketinggian, kegelapan,
badai, petir, kilat, jarum suntik, keramaian, angka 13, ruangan sempit,
binatang, dan banyak lagi yang lainnya.
Phobia sosial, dikenal sebagai gangguan
anxietas sosial. Merupakan, rasa atau perasaan takut
akan diamati atau dipermalukan di depan publik. Sekarang, banyak kasus, anak
di-bully, melalui media sosial, dan korbannya melakukan bunuh diri.
Di
dalam phobia sosial ini, terutama, melalui media sosial, terjadi penindasan,
intimidasi, ancaman, kekerasan, paksaan,
dengan menggunakan kata atau kalimat tertentu.
Phobia
sosial, mengakibatkan orang yang mengalami menjadi stress, rasa malu
berlebihan. Penderitanya merasa tidak nyaman, tertekan, takut dalam
berinteraksi dengan teman, atau orang lain. Akibatnya, menghidari situasi
sosial tertentu dan terkadang mengambil jalan pintas, bunuh diri.
Phobia
spesifik, merupakan ketakutan yang tidak rasional akan
objek atau situasi tertentu. Gangguan ini, paling banyak terkait dengan gangguan
medik. Misalnya, phobia dengan jarum suntik, gunting, silet, pisau, dan
lainnya. Benda-benda tajam, dan menurut penderita phobia ini, mengerikan.
Bagi
penderita phobia jenis ini, akan merasa panik, keringat dingin, jantung
berdebar, dan tekanan darah bisa naik. Misalnya, orang takut dengan jarum
suntik. Ketika, orang tersebut akan disuntik, sudah merasakan ngeri sebelum
disuntik. Orang yang akan menjalani, operasi, misalnya, akan merasakan ngeri
terlebih dulu. Membayangkan bagian tubuhnya, dibedah, menggunakan berbagai
peralatan yang mengerikan tersebut.
VIRUS CORONA PHOBIA
Di
dua bulan terakhir ini, orang di Wuhan dan China khususnya, serta dunia pada umumnya dilanda phobia, virus
corona. Hal ini, terkait virus ini yang menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
Hingga,
hari ini, Sabtu, 22 – 02 – 2020, jumlah orang yang meninggal dunia sudah mencapai
2.442 jiwa. Suatu jumlah sangat banyak dibandingkan dengan virus SARS, 777 jiwa
dan MERS, 22 jiwa. Diperkirakan jumlah tewas akan terus bertambah.
Kota-kota
seluruh daratan China masih tertutup dan kasus orang terinfeksi terus
bertambah. Meskipun pemerintah China mengumumkan, sudah ada penurunan kasus
terinfeksi, yakni 1045 sehari menjadi 648 orang, hari ini. Sedangkan jumlah
orang sembuh semakin bertambah. Namun, sampai detik ini, phobia virus corona
juga menyebar ke seluruh dunia.
Jumlah
korban yang sangat banyak di Wuhan dan China, bukan hanya orang-orang yang
sudah terinfeksi saja. Kepala rumah sakit Wuhan, meninggal, juga karena virus
corona. Banyak dokter, perawat, dan tenaga medis, dan tentara, mengalami hal
sama, yakni terinfeksi dan meninggal.
Perjalanan
yang menggunakan transportasi, darat, laut, udara, dihentikan. Toko, kantor
pemerintahan, sekolahan, ditutup, agar penyebaran virus corona dapat dikendalikan.
Sekarang
virus telah menyebar dan tidak terkendali. Orang menjadi phobia. Phobia virus
ini, merupakan suatu phobia, rasional. Secara logika, dari banyak kasus, seseorang
terinfeksi maka bisa mengalami kematian. Phobia virus corona, dilandasi
seseorang yang takut terinfeksi dan akan mati.
Mereka
tidak mau ketemu, berpapasan dengan orang lain. Jangan-jangan orang tersebut
bisa menularkan virus corona, padanya. Pertemuan antar orang, acara pernikahan,
di gereja, sidang kabinet, tidak dilakukan atau dibatalkan.
Virus
corona, telah menjadikan orang di Wuhan, China, pada khususnya, dan masyarakat
dunia pada umumnya, takut atau phobia atas virus corona. Korea Selatan, juga
terus bertambah kasus terinfeksi dan meninggal.
Orang-orang
Wuhan, China, dan di seluruh dunia, sekarang ini, merasa ketakutan luar biasa.
Mereka takut ketemu, berjabat tangan. Takut ada orang bersin, batuk, pilek, dan
sebagainya.
Pokoknya,
orang Wuhan dan China sekarang, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain. Hubungan
sosial menjadi renggang, komunikasi terputus, kekeluargaan, pertemanan,
persaudaraan, tidak tersambung.
Mereka mengalami
‘Felinophobia’
dan ‘Necrophobia’ terhadap
virus corona, karena virus itu sangat menakutkan dan menjadi penyebab kematian.
Sekarang dimanapun,
terjangkit:
‘Phobia Corona
Virus’
atau ‘Corona Virus Phobia’.
Jember,
23 – 02 – 2020
Purwowibowo




30 Comments
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTulisanya bagus bapak, mungkin sebagai mahasiswa saya juga butuh refrensi dari panjenengan lewat blog ini. Dan refrensinya menurut buku atau kutipan kutipan psikologi dunia di tulis dalam blog bapak. Barakallah🤲
ReplyDeleteterimakasih bapak tulisan ini sangat membantu.
ReplyDeleteakan tetapi menurut saya mengantisipasi diri sangat perlu agar tidak memiliki rasa ketakutan yg berlebihan terhadap virus corona ,apalagi sekarang sedang marak terjadi hoax di media sosial akan virus Corona yg bahkan meresahkan di kalangan masyarakat...
Artikel ini membuat saya mengetahui bahwa virus juga bisa menjadi salah satu sebab phobia, dalam artikel ini juga saya menjadi paham phobia fenomena itu ada
ReplyDeleteSangat membantu informasinya pak untuk menambah ilmu pengetahuan��
ReplyDeleteTerimakasih bapak tulisannya bermanfaat dan dapat menambah wawasan. Setelah membaca tulisan ini dapat mengetahui bahwa ilmu kesejahteraan sosial luas bisa dikaitkan dengan isu isu sosial yang lainnya.
ReplyDeleteDengan adanya tulisan ini membantu saya memahami tentang virus corona yang sedang menjadi permasalahan dunia dan tahu jika virus corona bisa menyebabkan trauma hingga phobia apalagi disini dijelaskan macam-macam phobia yang sebelumnya saya tidak tahu.
ReplyDeleteMenurut saya memang Virus Corona ini sedang hangat di perbincangkan karena tingkat penularannya yang bisa dengan mudah terjangkit bahkan meluas ke seluruh dunia. saya rasa bapak sangat mengikuti fenomema sosial dengan update sekali. tulisan ini juga sangat membantu untuk semua kalangan dikarenakan bahasannya yang mudah di mengerti ��
ReplyDeleteTerimakasihatas pembahasan nya bapak, sangat membantu dalam memahami materi tentang phobia dan juga pembahasan tentang virus yang saat ini sedang menyerang seluruh dunia. Ditunggu karya selanjutnya bapak
ReplyDeletesehat terus pak, biar bisa bikin artikel terus💪
ReplyDeleteTulisan mudah untuk di pahami dan semoga bermanfaat untuk kedepannya...
ReplyDeleteTerimakasih bapak tulisannya sangat bermanfaat bagi saya selaku mahasiswa jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial. Di tunggu yaa untuk keberlanjutan tulisan dari bapak mengenai kasus Corona Virus dan mengenai topik bahasan yang lainnya😊
ReplyDeleteBerkat tulisan bapak saya jadi tau kalau Corona dan phobia saling berkesinambungan, selain itu diatas juga dijelaskan beberapa jenis phobia yang sebelumnya saya kurang paham, Alhamdulillah dapat tambahan ilmu
ReplyDeleteterimakasih bapak
Terimakasih sudah membuat tulisan tentang phobia serta virus corona, dimana tulisan ini membantu mahasiswa mengetahui lebih luas phobia. Ditunggu tulisan" bermanfaat bagi pembaca semua ...
ReplyDeleteTerima kasih bapak. Tulisan ini sangat membantu saya untuk memahami bahwa virus corona juga bisa menimbulkan trauma.
ReplyDeletewah terimakasih pak, berkat tulisan bapak saya jadi paham bahwa virus corona dapat menyebabkan dampak phobia yg sangat menakutkan bagi penderitanya bahkan juga untuk orang orang di sekitarnya
ReplyDeleteTerimakasih Bapak, tulisan ini sangat membantu kami dalam memahami, mengenal, dan lebih mengetahui tentang virus yg saat ini sangat ditakuti dan menjadi perbincangan di masyarakat. Kami tunggu lanjutan tulisan untuk cara pencegahan phobia virus corona.. :)
ReplyDeleteSaya menghargai tulisan bapak yang sangat menarik dan bagus dari hal yang bapak tulis membuat saya jadi paham apa yang bapak sampaikan, jika saya pahami ada beberapa kekurang di antara kata kota-kota di seluru China agar efektif kalimat ditulis kota di seluru china itu yang lebih efektif kalimat, tapi itu udah membuat saya paham dan semoga saja karya yang bapak tulis bermanfaat bagi semuanya
ReplyDeleteTerima kasih tulisannya bapak, telah menambah pengetahuan saya tentang phobia secara general dan phobia virus corona yang tengah hangat-hangatnya diperbincangkan saat ini. Mungkin selanjutnya bisa ditambahkan terkait diagnosis, frekuensi dan gejala phobia.
ReplyDeleteTulisan diatas sangat menarik Bapak :) Dalam closing statement juga disebutkan jika masyarakat dimanapun dapat terjangkit Felinophobia. Namun, dari hasil yg saya baca dari situs Common Phobias karya Edward Bozman yg dirilis tahun 2007 menyebutkan jika Felinophobia merupakan phobia (takut) terhadap kucing. Jadi, apakah bisa nggih pak terjadinya virus Corona juga menyebabkan seseorang phobia terhadap kucing?
ReplyDeleteTerimakasih Bapak, tulisan ini sangat membantu kami dalam memahami, mengenal, dan lebih mengetahui tentang virus yg saat ini sangat ditakuti dan menjadi perbincangan di masyarakat yg ternyata dapat menyebabkan phobia. Kami tunggu lanjutan tulisan untuk cara pencegahan phobia virus corona.. :)
ReplyDeleteMudah mudahan, bisa memberikan manfaat
DeleteTulisan yang sangat menarik bapak, semoga bisa selalu menebarkan manfaat kepada para pembaca. Virus corona memang sudah menjadi permasalahan di dunia, namun di Indonesia sendiri masih belum terdeteksi terkait virus corona, entah itu dikarenakan alat deteksi yang kurang mumpuni atau memang virus tersebut tidak menginfeksi orang Indonesia.
ReplyDeleteTerima kasih bapak dari tulisan bapak saya baru mengetahui bahwa virus corona bisa menyebabkan phobia. Membuat saya lebih berpikir kritis dan bertanya-tanya apa perbedaan orang yang memiliki phobia virus corona atau tidak, karena pada faktanya semua orang sangat takut akan virus corona yang menyebabkan kematian. Tulisan yang sangat membangun.
ReplyDeleteMatur nuwun, mudah mudahan
DeleteTerimakasih bapak, tulisannya sangat membantu dan menambah wawasan di masyarakat khususnya mahasiswa tentang virus corona yang lagi hangat di perbincangkan. Ditunggu next tulisannya bapak :)
ReplyDeleteinsyAlloh
DeleteTerima kasih pak. Artikel ini menarik untuk dibaca dan bermanfaat bagi pembaca karena menambah wawasan tentang virus corona yg akhir2 ini menjadi perhatian masyarakat dunia. Ditunggu tulisan-tulisan bapak selanjutnya.
ReplyDelete