MODAL MANUSIA DAN MODAL
SOSIAL
Oleh:
Purwowibowo
PENDAHULUAN
Dalam
ilmu sosial, terdapat dua konsep modal, yakni modal manusia dan modal sosial. Kedua
konsep tersebut terkait dengan sumber daya dalam kaitannya dengan pembangunan.
Ciri
atau perbedaan yang dapat dikenali dari kedua konsep di atas adalah:
Modal manusia mengacu pada keterampilan, pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu mengacu terhadap apa yang dimiliki oleh individu. Tentu, masing-masing individu mempunyai modal yang yang berbeda-beda.
Sedangkan modal sosial mengacu pada sumber daya yang kita peroleh dari menjadi jejaring sosial, misalnya hidup di tengah masyarakat, berteman, berkelompok, satu profesi, satu hobi, dan lain sebagainya.
APA
ITU MODAL MANUSIA?
Dalam
konsep pembangunan, sudah pasti memerlukan
modal, yakni modal manusia. Modal ini, merupakan sejumlah sumber daya manusia,
yang diukur dari nilai ekonomi. Misalnya, ketrampilan yang dimiliki, baik
ketrampilan teknis dan sosial yang dimiliki karyanan atau pekerja.
Jadi
modal manusia dapat didefinisikan sebagai suatu keterampilan, pengetahuan, dan
pengalaman yang dimiliki oleh individu atau seseorang. Kemudian, dilihat dari
segi nilai atau biaya mereka untuk mewujudkan tujuan suatu organisasi atau
negara (kamus Oxford).
Modal
manusia, dibangun di atas input produksi dasar, yang ukurannya adalah tenaga
kerja. Dalam hal ini, semua tenaga kerja dianggap sama. Konsep ini menerima
kenyataan bahwa tidak semua tenaga kerja sama dan kualitas tenaga kerja yang
berbeda dan rendah, dapat ditingkatkan.
Untuk
dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, beberapa faktor penting seperti,
pengalaman, pendidikan, keterampilan, dan kemampuan seorang karyawan dapat
ditingkatkan melalui pelatihan tertentu sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi
di dalam mencapai tujuan organisasi. Hal ini tentu dilakukan oleh manajer atau majikannya agar organisasi atau perusahaannya
mendapat keuntungan sebagaimana diinginkan. Keuntungan tersebut diukur dapat
sisi ekonomi.
Istilah
modal manusia, juga dapat merujuk pada pengetahuan individu kolektif, keterampilan,
bakat, kemampuan, pengalaman, pelatihan, kecerdasan, dan kebijaksanaan dari
suatu masyarakat. Aset-aset terkait dengan modal sosial, dapat mewakili ‘bentuk
kekayaan’, meskipun semu, karena dapat digunakan untuk pembangunan ekonomi
suatu negara.
Konsep
modal manusia dipopulerkan oleh Gary Becker (1964) dan Jacob Mincer (1981),
keduanya, menyatakan bahwa pengetahuan, kebiasaan, atribut kepribadian, dan
lain sebagainya. Semuanya itu, dapat diwujudkan dalam kemampuan melakukan kerja
oleh seorang individu, dan yang demikian itu memiliki nilai ekonomi.
Dalam
suatu organisasi atau perusahaan, modal manusia adalah modal intelektual organisasi,
yang mencakup kompetensi, pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas.
Namun,
modal manusia tidak dapat dilihat dalam laporan keuangan dalam suatu organisasi.
Karena, sumber daya manusia mengacu pada keterampilan dan kompetensi karyawan,
hal itu tergantung pada sepenuhnya karyawan yang bersangkutan. Ketika karyawan
meninggalkan perusahaan, sumber daya manusia ini terpengaruh secara negatif dan
bisa merugikan secara ekonomi.
APA MODAL SOSIAL?
Modal
sosial dapat didefinisikan sebagai: jaringan hubungan antar orang-orang yang
tinggal dan bekerja sama dalam masyarakat tertentu dan memungkinkan masyarakat
berfungsi secara efektif (Kamus Oxford).
Selain
itu, modal sosial juga dapat merujuk pada sumber daya atau manfaat yang
diperoleh dari menjadi bagian dari jaringan atau jejaring sosial.
Penting
untuk diketahui, bahwa istilah modal sosial memiliki lebih dari satu makna dan
definisi.
Penulis
Lyda Hanifan (1916) menggambarkan modal sosial sebagai ‘aset' yang berwujud dan
dapat diperhitungkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Berupa: niat baik,
persekutuan dalam kelompok, simpati, dan hubungan sosial antar individu dan
keluarga yang membentuk unit sosial tertentu.
Sosiolog
Pierre Bourdieu (1995), mendefinisikan modal sosial sebagai kumpulan dari
sumber daya aktual atau potensial yang terkait dengan kepemilikan jaringan yang
tahan lama dari hubungan yang lebih kurang dilembagakan, dari kenalan dan
pengakuan bersama.
Modal
sosial dapat dibagi menjadi 2 (dua), yakni: Obligasi dan Jembatan.
Obligasi adalah tautan berdasarkan
identitas umum, seperti teman dekat, keluarga, anggota dari kelompok etnis yang
sama – yaitu orang-orang yang mempunyai identitas sama baik sosial maupun
budaya.
Jembatan, merupakan tautan yang
melampaui identitas umum – teman jauh, kolega, teman kampus, dan lain
sebagainya. Dalam posisi terkait dengan
jembatan ini orang, bisa naik dan turun dari tangga sosial.
Perbedaan secara umum
antara Modal Manusia dan Modal Sosial:
Aspek
|
Modal Manusia
|
Modal Sosial
|
Definisi
|
Sumber
daya manusia adalah ketrampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang dimiliki
oleh seorang individu. Dilihat dari sisi nilai atau biaya bagi suatu
organisasi atau perusahaan.
|
Jaringan
hubungan diantara orang-orang yang tinggal dan bekerja dalam masyarakat
tertentu, yang memungkinkan masyarakat berfungsi secara efektif.
|
Sifat
|
Mencakup
kompetensi dan ketrampilan individu atau seseorang
|
Tergantung
pada kelompok orang dalam jaringan sosial
|
Pustaka:
Bourdieu, Pierre. (1995).
Entretiens: Pierre Bourdieu et Michael Grenfell. Centre for Languages in Education, University
of Southampton.
Gary Becker
(1965). Human Capital Effort, and the Sexual Devision of Labor. Journal of Labor Economics. Vol 5 No 1.
Hanifan, L. J. (1916). "The Rural School Community
Center" (PDF). Annals of the American Academy of Political
and Social Science.
Jacob Mincer
(1981). Human Capital and Economic Growth. NBER
Working Paper SSRN.
Jember,
19 – 02 - 2020




1 Comments
Menarik pak, menjadi salah satu rujukan dalam melihat fenomena pengembangan wisata dengan memanfaatkan modal manusia dan modal sosial di salah satu kelompok nelayan di banyuwangi, yang kebetulan menjadi ulasan pada tugas akhir saya 🙏
ReplyDelete