SAKIT JANTUNG ASHRAF SINCLAIR
Oleh:
Purwowibowo
PENDAHULUAN
Dua makhluk hidup ini, punya jantung, yakni manusia
dan binatang. Jantung
merupakan organ tubuh manusia, paling vital. Merupakan sebuah organ berotot. Fungsinya,
memompa darah dari pembuluh darah ke seluruh tubuh. Gerakan jantung, merupakan
kontraksi yang berirama, berulang, terus menerus, selama manusia hidup. Puluhan
tahun, tanpa henti atau istirahat. Berhenti, berarti, orangnya meninggal. Bahkan,
untuk mengukur waktu, terutama pergantian menit, digunakan detak jantung.
Jantung,
dibagi menjadi empat ruas, yakni atrium
atas kanan dan kiri, serta ventrikel
bawah kanan dan kiri. Ada kantung pembungkus jantung, yakni perikardium berisi
cairan. Susunan lapisan jantung ada tiga, yaitu: epikardium, miokardium, dan endokardium.
Bagi orang awam, mungkin susah mengerti apa istilah-istilah tersebut.
Tat
kala, jantung memompa darah melewati dua sistem sirkulasi. Merupakan, suatu proses
yang rumit. Pemahaman kita, manakala jantung, sehat, akan memompa darah
melewati paru-paru. Darah yang mengalir ke seluruh tubuh dan memuat oksigen
yang diperlukan oleh seluruh tubuh manusia.
Jantung
sehat, berdetak kurang lebih 72 kali per menit. Olah raga dan berfikir keras,
bisa mempercepat detak jantung. Misalnya, lari atau kaget, maka detak
jantungnya, menjadi lebih cepat. Olah raga, misalnya, dengan melakukan penanasan
terlebih dahulu, akan jauh lebih baik. Jantung menambah detaknya sesuai
kapasitasnya.
Olah
raga keras, tanpa memulai pemanasan, akan mengakibatkan jantung ‘kaget’. Peningkatan
detak jantung dengan tiba-tiba, bisa mengakibatkan jantung mendapat tekanan
berat. Jantung, bisa berhenti seketika, dan tidak mampu memenuhi tugas, memompa
darah, sesuai kebutuhan tubuh. Dan orang, bisa ‘mati’, mendadak, mengalami serangan
jantung.
PENYAKIT JANTUNG
Minggu
kemarin, 18 Februari, 2020, semua orang tercengang dan kaget, karena ada
seorang aktor terkenal, meninggal dunia, yakni Ashraf Daniel Mohammed Sinclair.
Aktor ganteng, yang berasal dari Malaysia, kelahiran Inggris, dan suami dari
Bunga Citra Lestari (BCL), meninggal dunia, kena serangan jantung. Kematiannya,
mendadak dan banyak orang tidak percaya. Padahal, dia masih berusia muda, 40
tahun. Malam itu, kondisi badannya, tampak sehat. Namun, secara mendadak, di pagi
hari, sekitar jam 4.50, dia dinyatakan meninggal.
Ashraf,
bukan satu-satunya, aktor yang sedang naik daun, meninggal dunia, akibat
serangan jantung. Paling tidak, 5 (lima) aktor muda, potensial, dan terkenal,
lagi naik daun, meninggal karena sakit jantung. Di antaranya, Adjie Massaid, usia 44 tahun, 2011;
Ade Namnung, 34 tahun, 2012; Mike Mohede, 32 tahun, 2016; Irine Justine, 22
tahun, 2016; dan Cecep Riza, 31 tahun, 2019. Mereka semua, menambah daftar
panjang, artis dan aktor yang meninggal dunia, sakit jantung.
Semua
kasus, menunjukkan bahwa, penyakit jantung, tidak mengenal usia. Dulu, orang
menjelaskan, sakit jantung, sakitnya orang tua. Namun, sekarang ini, penyakit
ini, bisa menjangkiti, semua kelompok umur, termasuk golongan muda. Bahkan,
penyakit jantung, menjadi pemicu kematian terbesar, yakni 30% dibanding jenis
penyakit lainnya. PBB, menyebutkan dan memperkirakan, 17 juta orang meninggal
di seluruh dunia, atau 31% penyebab kematiannya, sakit jantung. Pemicu lainnya,
adalah, stroke, kolesterol, tekanan darah tinggi, dan berbagai jenis penyakit
lainnya.
Meskipun,
belum terbukti secara syahih, penyebab sakit jantung, adalah merokok, obesitas,
kolesterol, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Para ahli kesehatan
mempercayainya. Sedangkan, dalam banyak kasus lainnya, banyak perokok,
misalnya, sehat-sehat saja, dan tidak menderita penyakit jantung.
Penyakit Jantung Koroner.
Penyakit jantung ini, disebut arteri koroner. Adalah jenis penyakit jantung yang paling banyak dialami
oleh kebanyakan orang. Ketika, menderita penyakit ini, gumpalan berlemak yang
disebut ‘plak’ menumpuk di arteri
jantung. Kita tidak akan tahu adanya gumpalan tersebut. Karena mempersempit arteri, seperti pipa tersumbat, akan
membatasi aliran darah masuk. Jantung bekerja sangat berat, bernafas berat, karena
jumlah darah yang dipompa sedikit. Kemudian, dilakukan pemasangan ‘ring’, agar
saluran lebih lebar, sirkulasi darah normal, memenuhi kebutuhan tubuh.
Penyakit Katup Jantung
Katup memandu darah melewati jantung. Berupa ‘flap’ yang membuka dan
menutup pada setiap detak jantung. Inilah yang membuat suara “lub-DUB”
terdengar pada area dada. Tiga masalah yang dapat memengaruhi kerja katup
jantung.
Atresia, hal ini disebabkan, celah katup tertutup, darah tidak bisa mengalir dengan
leluasa. Arus balik tidak terbuka, sehingga darah mengalir balik, tidak ke
jantung, mundur. Hanya sedikit darah dapat masuk ke jantung. Biasanya,
gejalanya sudah lama, bertahun-tahun, namun, ada juga yang dirasakan tiba-tiba.
Kondisi ini menyebabkan cepat lelah, sulit bernafas, dan di kaki terjadi
pembengkak-an.
Aritmia, hal ini ditandai dengan jantung berdebar atau
berhenti berdetak. Hal ini disebabkan ritme gerakan jantung. Penyebabnya,
aliran listrik, yang memberi energi ke jantung mengalami gangguan kecil. Namun,
bisa serius dan dapat mengganggu fungsi jantung.
Ketika jantung kehilangan ritme berdetak, artinya, organ lain, tidak
mendapatkan cukup oksigen. Penderitanya, merasakan sakit pada dada, pusing,
bahkan bisa pingsan. Kondisi ini, juga dapat mengancam jiwa seseorang.
Penyakit Jantung Kardiomiopati
Penyakit jantung jenis ini, merupakan sekumpulan atau sekelompok penyakit
yang menyebabkan otot jantung, tebal. Kondisi ini, otot jantung tidak elastis. Plastik,
yang sudah kotor dan lama, mengalami kondisi ini. Demikian juga, otot jantung. Otot
jantung menjadi tebal, kaku, atau lebih besar dari normal. Akibatnya, jantung
lama-kelamaan menjadi lemah dan tidak mampu memompa darah dengan sempurna.
Ketika otot jantung menebal, aliran darah akan terhambat sehingga darah
yang mengalir, kekurangan oksigen. Hal ini menyebabkan masalah seperti pusing,
pingsan, sesak napas, dan pingsan. Ritme jantung terganggu sehingga muncul rasa
berdebar. Akibatnya, ginjal bereaksi terhadap jumlah darah yang sedikit dengan
cara menahan lebih banyak air dan garam, dalam kandungan darah. Akibatnya, pembengkakan
tungkai, kaki, dan organ-organ lainnya.
Infeksi Jantung
Jantung, seperti bagian organ lain, tempat bersarangnya kuman, virus, atau
bakteri. Hal tersebut dapat menyebabkan, infeksi pada jantung. Bisa datang
secara perlahan dan juga dapat cepat. Lokasinya, bisa di semua organ jantung.
Gejala infeksi jantung, bisa pembekakkan. Akibatnya, nyeri dada. Gejala lain
perubahan irama detak jantung, demam, sesak nafas, dan merasa cepat lelah.
Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung ini, disebabkan kelainan jantung sejak lahir. Dengan kondisi
tersebut, jantung tidak berfungsi sempurna. Karena, organ terkait dengan
jantung, tidak berkembang sesuai kondisi alamiah seseorang. Akibatnya, sirkulasi
darah di dalam tubuh tidak berjalan sesuai fungsinya. Hal ini, bisa jadi, sejak
sebelum lahir, dinding, katup, dan pembuluh darah jantung, tidak berkembang. Seluruh
organ jantung mengalami disfungsi organ.
Gejala sakit jantung ini, tidak menimbulkan rasa sakit. Aliran darah, tidak
teratur. Kebutuhan oksigen tubuh, tidak cukup. Dampaknya, warna kulit,
kebiruan, sesak nafas, dan rasa lelah berlebihan. Akibat terakhirnya, bisa
gagal jantung.
PENGELOLAAN JANTUNG
SEHAT
Jantung dan paru-paru, merupakan organ tubuh vital manusia. Keduanya, harus
dijaga. Kebiasaan buruk yang menjadi penyebab sakit jantung, harus dihindarkan.
Pola hidup sehat, digalakkan. Makan halalan-thayyiban, diusahakan. Olah raga,
dilakukan. Semua, yang memberikan sumbangan, kesehatan jantung, terus
ditingkatkan.
Salah satu cara tidur, ala Rasulullah, dapat dipraktikan. Misalnya, tidur
miring dengan dada kanan, di bawah, dan dada kiri di atas.
Posisinya jantung, ternyata agak condong ke kiri. Manakala tidur, dada kiri
di bawah, maka jantung, bisa tertekan. Dan akibatnya, jantung tidak berfungsi
secara sempurna, ketika tidur. Sehingga, banyak kasus, orang sehat-walafiat, di
sore hari, tidur malan hari, pagi harinya, meninggal.
Mungkin, tidur mereka tidak memperhatikan posisi jantung!!!!
Mari, tidur, ala atau pola, Rasulallah SAW, tidur miring, dada kanan di
bawah. Dada kiri di atas, agar jantung tidak mendapatkan tekanan dari tubuh
kita.
Ayooo................... laksanakan dan praktikkan dalam tidur kita.
InsyaAlloh.
Jember, 24 – 02 -2020
Purwowibowo




7 Comments
Semoga selalu menyebarkan manfaat untuk para pembaca nggih bapak
ReplyDeleteMatur nuwun, insyAlloh
DeleteGood Job
ReplyDeleteSemangat menulis terus Pak Dosen Millenial
ReplyDeleteinsyAlloh
DeleteNice artikel pak...
ReplyDeleteSuwun
ReplyDelete