VIRUS SARS, MERS, CORONA


VIRUS SARS, MERS, CORONA
Oleh: Purwowibowo
Di dalam perbincangan ilmiah para ahli biologi seluruh dunia, virus adalah makhluk hidup yang bisa dikembang-biakkan, layaknya binatang ternak. Ayam, kambing, sapi, dan binatang ternak lainnya.
Berbagai laboratorium biologi sekarang ini, banyak yang mengembangkan makhluk kecil, yang namanya virus itu. Tentu, keinginannya untuk membantu kepentingan manusia. Namun, meskipun belum dapat dibuktikan dengan fakta ilmiah, ada juga pengembangan virus, akan digunakan sebagai senjata perang, yakni ‘senjata biologi’. Manakala virus ini, disebar, orang yang terpapar, akan terdampak, terinfeksi, dan meninggal dengan cepat sebagaimana yang kita lihat sekarang ini. HuAlloh, hu-alam.
Bagi orang awan, seperti kita, membicarakan atau membahas tentang virus, rasanya sulit. Untuk berfikir tentang keberadaan virus sebagai makhluk, tidak menjangkau. Bahkan, sampai sekarang mungkin masih bingung, tidak faham, tentang virus. Memang, bagi orang awam, tidak perlu tahu, secara detail, atau memahami tentang virus.
Di jaman, yang teknologi canggih sekarang ini berkembang pesat, virus sebagai makhluk, ternyata dapat ‘diternak’ atau dikembang-biaknya. 
Beberapa orang bisa membuat virus, yang digunakan dalam proses permentasi. Misalnya, permentasi dari tumbuhan atau bahan pakan kambing dan sapi. Bahannya virus dan jerami, serta semacamnya. Mereka membuat, cairan berupa bibit virus, yang kemudian digunakan untuk mempercepat proses permentasi dan hasilnya digunakan untuk memberi makan ternak mereka.
Virus sesungguhnya sudah diterangkan secara eksplisit di dalam Al-Quran, Surah Al-Baqarah, ayat, 26. ‘Allah SWT, tidak segan atau malu membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu (berupa virus), adapun orang yang bertaqwa, mereka faham bahwa itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Sedangkan mereka yang tidak yakin, mereka berkata: apa maksud Allah SWT membuat perumpamaan seperti itu? Dengan perumpamaan itu, dibiarkan mereka terus dalam kesesatan. Sedangkan dengan perumpamaan itu pula, banyak orang yang mendapatkan petunjuk’.
Bagi orang yang yakin, keberadaan virus itu, landasannya seperti ayat di atas. Bahwa semua yang ada di dunia ini, termasuk virus, adalah makhluk ciptaanNya. Karena merujuk yang lebih kecil dari nyamuk. Jadi Allah SWT, maha kuasa, untuk membuat, menghidupkan, dan memerintahkan makhluk, yang namanya virus, berkembang, menyebar seperti virus corona sekarang ini.
VIRUS
Binatang, atau makhluk yang berupa virus ini, sesungguhnya sudah ada sejak lama, dunia ini tercipta. Karena, jika tidak ada virus, proses pembusukan tidak terjadi. Padahal kita perlu dan memerlukan proses tersebut. Misalnya, di lingkungan kita, ada sampah organik, dan jika tidak dibantu proses penguraiannya dengan virus, maka tidak akan menjadi tanah kembali dengan cepat.
Contoh lain, di dalam diri manusia, ternyata juga banyak mengandung virus itu. Misalnya, di dalam perut, makanan yang kita makan, proses ‘dekomposisi’, dibantu dengan virus. Kalau kita makan, sekarang dan besuk sudah membusuk, dan kita keluarkan, berupa tinja. Proses dekomposisi ini, dibantu virus, sehingga penguraian di dalam perut menjadi cepat. Dari hasil itu, adalah glukusa, kita gunakan sebagai energi dan sisanya dibuang. Jadi di dalam diri kita, sesungguhnya ada virus, dan jumlahnya juga banyak.
Manakala, makhluk hidup, manusia dan binatang, meninggal maka proses pembusukannya dilakukan sepenuhnya oleh virus. Jadi, virus sesungguhnya ada di mana-mana, termasuk di dalam diri kita juga.
Kata virus, artinya kecil dan menyebar dengan cepat. Di dalam, istilah sehari-hari sekarang ini, kecepatan menyebarnya informasi sebagaimana cepatnya penyebaran virus. Oleh karena itu, kita mengenal istilah ‘viral’. Arti viral adalah penyebaran informasi bagai cepatnya, menyebarnya virus, sangat cepat dan tidak bisa diamati dengan indera kita, yakni mata.
MERS, SARS DAN CORONA
Agar kita sedikit faham tentang virus yang lagi viral di seluruh dunia, seperti terjadi saat ini, mari mengenalnya.
Virus tertentu dan terkendali, sangat diperlukan, sebagaimana uraian di atas. Namun, manakala jumlahnya sangat banyak, seperti virus MERS, SARS, dan CORONA, maka manusia, dibuatnya menderita, ngeri, dan sangat takut, dengan keberadaannya. Bahkan, sebulan terakhir ini, orang semuanya, disibukkan dengan virus. PBB dan organisasi dibawahnya, seperti WHO, sibuk luar biasa membahas dan mengatasi atau mengendalikan virus CORONA WUHAN.
Apa perbedaannya ketiga virus di atas:
1. VIRUS SARS
SARS kependekan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus. Virus ini ditemukan di China pada Nopember 2002. Virus ini menjadi temuan pertama, virus corona.
Menurut hasil penelitian, virus ini inangnya adalah binatang kelelawar. Kemudian pindah ke manusia. Hal ini terjadi tatkala, virus yang ada di binatang itu dikonsumsi manusia. Akhirnya virus itu menular dari manusia ke manusia lain.
Jika manusia, terkena virus ini, gejalanya: (a) menggigil; (b) demam; (c) batuk kering; (d) sakit di bagian dada. Virus ini menghebohkan dunia dan terjadi pada kurun waktu 2002-2003.
Virus ini mewabah ke seluruh dunia dan menyebabkan 777 orang meninggal dunia serta 9098 terinfeksi. Dari data tersebut virus ini memiliki tingkat 10% kematian bagi orang yang positif terdampak.

2. VIRUS MERS
MERS-COV. Kependekan dari Middle East Respitory Syndrome Coronavirus. Pertama kali ditemukan di Timur Tengah, pada tahun 2012. Sumber inang utamanya adalah kelelawar. Entah bagaimana prosesnya, virus kelelawar tersebut pindah ke binatang lain, yakni ke unta.
Orang yang bersinggungan atau meminum air susu dan juga memakan daging unta, ditengarahi dapat terjangkiti virus mers ini.
Tanda orang yang terinfeksi virus ini adalah (a) demam; (b) batuk; (c) gangguan pernafasan akut; dan (d) diare. Kejadiannya di Arab Saudi, yakni 44 kasus terinfeksi dan menyebabkan 22 orang meninggal. Dari prosentase 37%, tetapi jumlah absolutnya sangat kecil dibandingkan dengan virus SARS. Sehingga virus ini tidak berdampak besar dalam kehidupan manusia di seluruh dunia.

3. VIRUS CORONA
Virus ini disebut dengan 2019-nCoV atau Novel Coronavirus. Ditemukan pertama kali di Wuhan Cina. Yakni pada tanggal 31 Desember 2019. Sebagian ilmuwan berpendapat, virus ini juga berasal atau ber-inang dari kelelawar. Perpindahan, virus ini disebabkan manusia memakan binatang inangnya, yakni kelelawar. Pasar ekstrem, untuk sementara ini diduga sebagai sumber utamanya, sehingga pasar tersebut ditutup total. Bahkan, sampai detik ini, Wuhan dan sekitarnya, masih dinyatakan kota tertutup.
Gejalanya, orang terinfeksi virus ini adalah: (a) demam; (b) batuk; (c) kelelahan; (d) sakit kepala; (e) hemoptisi. Dan (f) diare.
Sampai hari ini, virus baru ini belum dapat dikendalikan, dan telah menyebar ke seluruh dunia. Orang yang terinfeksi telah lebih dari 9000 orang, yang meninggal lebih dari 259 orang. Sehingga PBB, menyatakan keadaan darurat kesehatan manusia di seluruh dunia.
Bahkan, virus ini telah mencengkeram jutaan manusia di China, karena mereka tidak bisa berkutik dan keluar rumah atau meninggalkan wilayah Wuhan.
Dengan penjelasan di atas, jelas bahwa virus-virus itu, asal-muasalnya dari binatang, yakni kelelawar.
Memang agak sulit dipahami, virus di dalam kelelawar kemudian pindah ke unta. Karena unta makanannya tumbuhan, rumput dan semacamnya. Unta tidak makan kelelawar.
Namun, bila unta telah terjangkiti, virus tersebut kemudian pindah ke manusia melalui proses makan dagingnya dan susunya, dapat dipahami dengan jelas.
Sangat masuk akal, jika inang virus tersebut berupa kelelawar. Mereka yang memakan, bersentuhan dengan pasar yang memperjual-belikan kelelawar, kemudian terinfeksi. Jelas hubungannya atau perpindahannya dan sangat masuk akal.

KESIMPULAN
Mari kita ‘hargai’ binatang malam, berupa kelelawar itu, sebagai binatang malam yang luar biasa dari bagian kehidupan kita. Keluar di malam hari dan tidur di siang hari. Kelelawar, sebagai makhluk ajaib, mampu terbang di malam hari, mencari makan, tentu mempunyai fungsi sebagai penyeimbang ekosistem lingkungan kita. Bukan kita konsumsi dagingnya, karena telah ditengarai sebagai inang dari berbagai virus yang mematikan bagi manusia.

Jember, 1 Februari 2020
Purwowibowo







Post a Comment

0 Comments