WUHAN


WUHAN
Oleh: Purwowibowo
Wuhan adalah kota yang lagi viral di seantero dunia. Kota ini menjadi topik berita di halaman depan berbagai surat kabar dunia dan berita media sosial, televisi dan internet, WhatsApp, dan lainnya.
Kota ini berada di bagian tengah wilayah China dan  merupakan ibu kota provinsi Hubei, Tiongkok. Penduduknya cukup padat, yakni berjumlah 11,08 juta jiwa. Sedangkan luas wilayahnya 8.494 km2.
Walaupun saya belum pernah datang ke Wuhan, bayangan saya kota ini sangat indah. Hal ini, terkait dengan nama saja, Wuhan, menunjukkan nama dari seorang wanita. Tentu wanita cantik, gemulai, dan aduhai. Indikator wanita cantik ada semua, di kota Wuhan.
Bahkan, kota ini menjadi tujuan wisatawan dunia, manakala berkunjung ke China. Misalnya, Yellow Crane  Tower,  East Lake, Wuhan Yongtze River Brigde, dan keindahan kota Wuhan itu sendiri.
Wuhan juga dikenal sebagai ‘Chicago’-nya Tiongkok. Hal ini tentu terkait dengan kondisi yang ada di kota Wuhan, yakni menjadi pusat industri China. Di tempat ini banyak industri mobil berkembang pesat. Misalnya, General Motors, Nissan, Honda, dan merek internasional lainnya.
Selain itu, Wuhan juga menjadi pusat perdagangan di seluruh Tiongkok. Karena banyak perusahaan besar dunia, seperti IBM, HSBC, Siemens, Walmart, Ericsson, dan banyak lagi, berkantor di kota Wuhan.
Secara ekonomi, pertumbuhan PDB-nya mencapai 7,8%  dan lebih tinggi 1,7% dibandingkan rata-rata nasional pada tahun 2019 lalu. Hal tersebut mampu menyumbang 61,9% dari nilai total nilai impor-ekspor, dari perdagangan luar negeri propinsi Hubei, yang mencapai 244 miliar yuan. Wuhan menjadi kota penting di daratan Tiongkok.
Di tahun 2021, Wuhan terpilih menjadi kota untuk tuan rumah Piala Dunia Klub FIFA. Secara infrastruktur, semua fasilitas berstandar internasional telah siap menerima delegasi kontestan  yang lolos.
Di akhir tahun 2019 sampai tulisan ini dibuat, Wuhan, tidak seperti kita bayangkan sebelumnya. Merebaknya virus corona, telah menjadikan Wuhan kota mati. Bahkan setelah pemerintah China menutup total kota Wuhan, semua aktivitas berhenti.  Pemerintahan, perdagangan, pendidikan, rekreasi pada tanggal 23 Januari sampai sekarang, dan kegiatan lainnya ditiadakan. Belum ada kepastian, kota Wuhan dibuka kembali.
Virus corona yang terus menyebar ke seluruh dunia, telah menewaskan ratusan orang dan ribuan orang terjangkiti. Berita terakhir, orang yang meninggal telah mencapai lebih dari 908 orang dan 40.000 orang terinfeksi.
Kalau melihat, sampai sekarang belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk menangkal virus corona ini, dimungkinkan orang yang meninggal akan terus bertambah dan penyebarannya semakin meluas.
Dengan kota mati, bayangan saya, masalah sosial bermunculan. Namun, Wuhan, tidak menampakkan itu semua. Semuanya tertib, berjuang bau-membahu: pemerintah, swasta, tentara, tim medis, dokter-perawat, dan semua orang, bekerja secara total menghadapi mewabahnya virus corona. Meskipun, ada juga masalah muncul, pemerintah dapat meredamnya.
Tentu, tidak bisa dibayangkan, masalah sosial apa yang muncul jika hal tersebut terjadi di kota lain, di luar negara China. Saling mencari kambing hitam, saling menyalahkan, mencari aktor intelektual, ingin menjadi pahlawan kesiangan, dan lain sebagainya, bisa muncul di berbagai media sosial.
Namun, tidak terjadi di Wuhan.

Jember, 10 Februari 2020
Purwowibowo

Post a Comment

2 Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. yang saya salut dari pemerintah china, mereka secara tanggap mencari jalan keluar dari penyakit ini melalui penelitian dan pencarian vaksin. bahkan pemerintah china mampu membangun rumah sakit khusus corona selama 8 hari. nyatanya, memang tidak ada masalah yg melampaui batas kekuatan seorang manusia. china pasti bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan tanggap. sebuah tulisan yang membuka mata dan sisi lain dari Wuhan dari keindahannya bukan masalahnya.

    ReplyDelete