POHON


POHON
Oleh: Purwowibowo
Dosen IKS-FISIP-Universitas Jember

(Prinsip ini, perlu dipegang teguh semua orang kota dan desa. ‘Pohonku-tumbuh kotaku dan desaku teduh’, ‘pohonku-tumbang kota-desaku gersang dan meradang’. Purwowibowo, 2016)

PENDAHULUAN
Dalam lingkungan, ada unsur hidup dan unsur tidak hidup. Unsur hidup, tumbuhan, binatang, dan manusia. Sedangkan unsur tidak hidup, udara, tanah, batu, air dan lain sebagainya. Semua unsur tersebut, saling pengaruh-mempengaruhi di dalam ekosistem.
Pohon unsur ekosistem penting, menjadi produsen utama, menyediakan kebutuhan hidup makhluk lain. Pohon merupakan pabrik yang  melakukan proses produksi, menggunakan semua unsur lingkungan di dalam tanah, ditambah udara, dan air. Bahan-bahan tersebut dicampur dan diproses dalam daun menjadi glokusa dengan bantuan sinar matahari. Proses tersebut dinamai ’fotosintesis’.
Secara ilmiah telah dijelaskan, namun  masih merupakan mesteri rumit. Paling tidak, proses fotosentesis menggunakan unsur tidak hidup dalam tanah. Kemudian menyerap udara berupa Carbon (CO2) dan mengeluarkan Oksegen  (O2). Carbon disimpan sebagai batang, dahan, dan ranting. Sedangkan Oksigen dilepas ke udara, bisa mendinginkan iklim, udara di lingkungan, dan dihisap makhluk hidup binatang serta manusia.
Udara atau oksigen, yang dihisap binatang dan manusia melalui paru-paru digunakan dalam proses ‘dikomposisi’. Proses ini juga rumit, namun secara sederhana dicampur dengan bahan makan di dalam perut. Hasilnya adalah energi dan gizi. Energi untuk bergerak hidup binatang dan manusia, dan gizi untuk pertumbuhan. Hasilnya utamanya berupa glokusa dan dijadikan buah-buahan, rasanya manis. Buah hasil dari pohon, dimanfaatkan, binatang dan manusia untuk dimakan guna memenuhi kebutuhan hidup fisik.

POHON KOTA
Di Jember, baik di wilayah kota maupun desa, jalan-jalannya hanya berupa batang, bukan pohon. Dinas lingkungan hidup dan masyarakat menganggap bahwa pohon sebagai pengganggu. Pohon menjadi sumber sampah, kotor, dan membahayakan kehidupan.
Misalnya pohon besar menghasilkan banyak sampah. Di waktu hujan, pohon yang menempel di kabel listik dapat dialiri listrik sehingga orang bisa tersengat. Manakala, hujan angin, puting beliung, bisa tumbang, mengenai manusia, kendaraan, rumah, dan merugikan. Itulah sebabnya, banyak pohon, digunduli, ditebang, dan disisakan hanya batangnya saja.
Padahal, batang yang disisakan itu tidak bisa berfungsi secara ekologis. Yakni melakukan proses fotosintesis. Dalam proses tersebut, pohon harus ada daunnya. Daun sebagai media utama pohon dalam melakukan proses fotosintesis. Hasilnya digunakan untuk menghidupkan semua kehidupan binatang dan manusia.
Pohon yang hanya berupa batang, berarti juga pohon itu tidak hidup. Jika pohon dibandingkan dengan makhluk hidup lain yakni binatang dan manusia, maka pohon haruslah memiliki unsur lengkap. Manusia dan binatang, tidak bisa hidup tanpa kepala, leher, dan perut. Pohon yang hanya batangnya tidak bisa hidup, meskipun kalau dipotong, disisakan batangnya, tumbuh tunasnya.

ANTROPOSENTRISME
Pohon yang hanya batangnya saja, menerapkan prinsip antroposentrisme. Dalam pandangan ini, tokohnya Aristoteles. Dia menjelaskan bahwa, pohon atau tumbuhan dicipta Tuhan untuk kepentingan manusia. Pohon menjadi ciptaan Tuhan untuk mendukung kepentingan lebih tinggi, yakni manusia. Manakala pohon mengganggu kepentingan manusia, maka pohon ditebang, dipotong, dipangkas, dan disisakan batangnya  saja.
Tokoh lain, seperti, Thomas Aquainas, Rene Descartes dan Immanuel Kant menyatakan bahwa manusia lebih tinggi dan terhormat dibandingkan dengan makhluk ciptaanNya, yakni tumbuhan.  Manusia mempunyai jiwa tinggi dan luhur. Sedangkan tumbuhan, makhluk lebih rendah. Dengan faham ini, bahwa tumbuhan tidak berjiwa dan menjadi korban keangkuhan manusia. Pohon dianggap makhluk pendukung kehidupan manusia. Manakala keberadaannya mengganggu manusia, tumbuhan ditebang, dipotong, dan dipangkas, disisakan batangnya saja.
Descartes, menegaskan bahwa hanya manusia yang merupakan makhluk rasional, sehingga diperbolehkan menggunakan makhluk non rasional lainnya untuk mencapai tujuan hidupnya. Menebang, memotong, dan memangkas pohon, menurut pandangan ini dilakukan untuk kepentingan dan hidup manusia.
Selain itu, pohon tidak memiliki akal budi, maka tidak perlu diperlakukan dan tidak berhak dilindungi manusia. Manusia yang harkat dan martabatnya tinggi, menurut antroposentrisme, secara moral, tidak mempunyai kewajiban melakukan perlindungan terhadap pohon, yang tampak mengganggu kepentingan manusia.
Dengan pandangan antroposentrisme, maka di mana-mana, banyak ditemui pohon, tetapi hanya batangnya saja.

EKOSISTEM ATAU EKOSENTRISME
Mari kita semua melihat dan memandang, pohon, binatang, dan manusia, sebagai suatu ekosistem atau pandangan ekosentrisme.
Dalam pandangan ekosentrisme, semua unsur lingkungan saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. Dengan prinsip ekosentrisme, semua unsur lingkungan kita hargai. Pohon sebagai tumbuhan sebagaimana harkatnya harus dilestarikan. Pohon,  penyuplai oksigen dalam semua kehidupan makhluk di dunia, yakni keberadaannya  penting dan sangat diperlukan bagi kehidupan dan peningkatan kesejahteraan manusia.
Jember, 15 Januari 2020

Post a Comment

8 Comments

  1. Pohon merupakan sumber kehidupan manusia bahkan bagi seluruh makhluk hidup, karna pohon memiliki sejumlah manfaat terutama oksigen yang kita hirup. Namun, seluruh unsur hidup dan tak hidup pasti memiliki sisi positif dan negatif, jika keberadaan pohon tersebut terasa mengganggu bagi makhluk hidup, ada kalanya kita sebagai manusia bisa lebih bijak dalam hal tebang pilih, agar fungsi dari pohon tetap dapat dirasakan manusia.

    Terimakasih kepada Pak Purwowibowo yang telah menulis artikel yang sangat bermanfaat bagi kita semua.

    Semoga Pak Pur sehat selalu, dan terus semangat dalam menulis artikel artikel hebat.

    ReplyDelete
  2. Keberadaan pohon dilingkungan sebenarnya sangatlah penting dalam proses ekosistem di lingkungan, tanpa adanya pohon secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup yang ada dilingkungan. Akibat keserakahan manusia yg kurang memperhatikan manfaat dari adanya pohon untuk lingkungan sehingga penebangan pohon secara sembarangan terjadi di lingkungangan demi kepentingan individu di masyarakat.

    Dengan adanya tulisan ini saya berterima kasih kepada p purwowibowo telah menulis artikel ini untuk bisa menyadarkan masyarakat baik yang ada di kota maupun desa bisa sadar akan pentingnya manfaat dari adanya pohon di lingkungan kita.

    ReplyDelete
  3. Pohon di gambar memang benar, pantas dikatakan sebagai batang. Bagaimana sebuah pohon dikatakan tanpa adanya ranting ataupun sehelai daun. Pantas saja manusia mengatakan pohon itu tidak berguna, yaa...karena gundul begitu. Tapi walaupun sudah tidak berfungsi sebagai sumber oksigen, setidaknya pohon memiliki fungsi seperti pohon kelapa yang semua elemennya bisa dimanfaatkan.
    Teori Antroposentrisme memang menyebutkan bahwa manusia menajdi pusat alam semesta, namun bukan berarti manusia bisa melakukan semena-mena dunia. Semua jenis makhluk hidup diciptakan oleh tuhan agar saling melengkapi. Kesadaran manusia terhadap makhluk hidup lainnya harus selalu diingat, karena sekarang manusia sudah terlalu jauh. Keserakahan manusia di dunia sudah semakin berbahaya, dan membuat alam mengalami banyak kerusakan yang berkepanjangan. Seperti yang terjadi baru-baru ini yaitu pembuangan limbah nuklir di jepang. manusia tidak hanya lupa akan fungsi pohon sebenarnya, tapi juga lupa dengan lingkungan di sekitarnya. Manusia menganggap lingkungan sekitarnya bisa sembuh dengan sendirinya dan tidak akan mempengaruhi hidupnya. Padahal itu akan mempengaruhi hidup banyak manusia, hanya saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk manusia meraskan akibatnya tersebut.
    Pohon memang bisa membahayakan manusia, tapi pohon juga bermanfaat atau berfungsi sangat penting dalam hidup yaitu udara yang sehat berasal dari pohon yang sehat juga.

    Dikomenari oleh : Lerra Rachma Nirwana Sefinda (210910202157) Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

    ReplyDelete
  4. Menjadi makhluk yang bertempat tinggal di Bumi dan berdampingan dengan mahluk mahluk lainnya membuat kita sebagai manusia harus sadar pentingnya menjag lingkungan. Sebab dengan menjaga lingkungan tidak hanya menjaga hunian kita melainkan juga menjaga keseimbangan ekosistem yang ada. Dari gambar tersebut menunjukkan bahwa pohon tanpa daun dan inti lainnya melainkan hanya batang. Dapat dikatakan bahwa memang pohon tersebut tidak lagi dapat berfungsi sebagai mana mestinya seperti menghasilkan oksigen dan membuat keadaan atau lingkungan menjadi hijau. Tidak lain dan tidak bukan akibat dari manusia itu sendiri. Sebab tidak dapat menjaga lingkungan yang padahal sebenarnya menjadi faktor utama dalam kelangsungan hidup. Gambar tersebut merupakan satu dari sekian banyak pohon yang berhasil dirusak oleh manusia. Entah apa yang ada di benak manusia hingga tidak ragu untuk merusak pohon dan lingkungan hidup. Manusia menganggap bahwa apa yang menjadi kepentingan dan keegoisannya harus lah terwujud dan terlaksana. Mereka lupa betapa berharganya pohon dalam hidup. Di bumi ini memang hidup berdampingan namun hanya manusia yang dapat melestarikan dan menjaga lingkungan. Apabila manusia tidak bisa menjaga dan melestarikan alam bagaimana dengan kehidupannya dimasa datang? Miris sekali melihat maraknya gambar dengan perusakan lingkungan. Mari kita sebagai generasi muda untuk turut perhatian dan lebih peka terhadap lingkungan dan mahluk sekitar.

    MAYDINA REGILIA PUTRI (210910202141)
    PRODI ILMU ADMINISTRASI BISNIS

    ReplyDelete
  5. Setelah mendengarkan penjelasan matkul pertemuan pertama menurut saya menanam pohon sangat bermanfaat bagi kehidupan di alam semesta ini, karena pohon memiliki korelasi yang tinggi untuk makhluk makhluk hidup seperti kita ini. Pohon, manusia, dan makhluk hidup lainnya memiliki hubungan ekosistem yang kompleks. Pohon menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya untuk bernapas. Selain itu, pohon menyediakan habitat bagi banyak spesies hewan dan tumbuhan, serta memberikan sumber makanan dan bahan baku untuk manusia. Selain itu, manusia dan makhluk hidup lainnya juga saling bergantung dalam rantai makanan dan jaringan ekologi yang kompleks. Keselarasan dalam ekosistem sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dan kelangsungan hidup semua makhluk hidup di planet ini.

    ReplyDelete
  6. Pohon dapat dijuluki sebagai jantung kehidupan. Sebagai bagian dari mahkluk hidup, pohon memiliki sejuta manfaat bagi kehidupan. Dalam siklus rantai makanan, pohon berperan penting sebagai produsen utama. Pohon mengubah energi matahari menjadi oksigen melalui proses fotosintesis, memberikan makanan untuk makhluk hidup herbivora. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pohon sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup.

    Dalam upaya menjaga kelangsungan ekosistem, pohon memiliki fungsi berupa penjaga kualitas lingkungan dari berbagai polusi, khususnya menyaring polutan air dan udara. Akar pohon juga mampu menjadi pencegah terjadinya erosi tanah serta mengurangi dampak terjadinya bencana banjir. Adapun fungsi ekologis seperti yang telah disebutkan di atas merupakan bagian dari mengatasi perubahan iklim.

    Rania Ramadhani 210910202154 Administrasi Bisnis

    ReplyDelete
  7. Keberadaan pohon memang sangat penting bagi lingkungan karena sebagai penghasil oksigen dan menyerap karbondioksida dalam udara, pada saat ini banyak orang yang melakukan pemebangan bagi pohon itu sendiri tanpa mereka sadari bahwa keberadaan pohon memang sangatlah penting bagi manusia
    Febrian maulana ims
    210910202097
    Administrasi bisnis

    ReplyDelete