KESEJAHTERAAN SOSIAL INDIVIDU


  INDIVIDU DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL

oleh Purwowibowo

RINGKASAN

Usaha kesejahteraan menyediakan kebutuhan fisik dan material bagi semua orang. Kepentingan ini behubungan dengan kebutuhan manusia, yang biasanya didefinisikan, sebagai apa yang diinginkan oleh manusia itu. Jika orang tidak mampu memenuhi apa yang diinginkan, kesejahteraan sosialnya tidak disediakan oleh mereka sendiri.

Kesejahteraan sosial tidak sesederhana yang berkaitan dengan kesejahteraan individual, dan satu konsep tidak berasal dari konsep yang lain. Beberapa kepentingan mungkin disediakan secara umum. Kesamaan, mungkin, banyak konflik antara kepentingan satu dengan kepentingan lain, dan beberapa mungkin memerlukan biaya untuk mendapatkannya dari orang lain.

Dalam pengertian yang luas, pemikiran tentang kesejahteraan menunjukkan kondisi sejahtera atau baik atau baik untuk orang.  Pengertian demikian sangatlah sempit, karena hal itu menunjuk pada tersedianya layanan sosial – terutama layanan kesehatan, jaminan sosial, pendidikan dan pekerjaan sosial. Menghubungkan antara pelayanan sosial dengan kesejahteraan merupakan peran dari usaha kesejahteraan sosial. Salah satu tujuan pelayanan sosial secara ideal adalah melakukan sesuat kebaikan bagi orang lain. 

Ada yang disebut dengan pendekatan kuratif, jika ada orang yang mungkin ada kesalahan pada dirinya kemudian diberikan pertolongan yang baik dan benar. Pelayanan sosial dapat mengembangkan suatu masyaraka yang secara individual bernilai baginya diberikan berbagai fasilitas sehingga dapat membantu dirinya menyadari potensi yang ada pada mereka. Dan pelayanan sosial dapat melindungi orang-orang dari garis keamanan (kemiskinan) yang disediakan untuk membantu guna mencapai sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhannya, serta melindungi dalam menghadapi masalahnya, seperti masalah orang lanjut usia, kecacatan, dan kemiskinan.

Namun, penyediaan kesejahteraan tidak begitu penting dalam memberikan manfaat bagi penerima layanan secara pribadi. Townsend menyarankan bahwa  pelayanan sosial demikian itu berarti mengembangkan dan melembagakan suatu layanan yang dilakukan oleh masyarakat guna meningkatkan tiada akhir kesejahteraan secara keseluruhan atau kebutuhan sosial utama (1976:28). Di berbagai langkah, mengukur tentang kemanfaatan secara individu merupakan hal yang penting bagi masyarakat, karena masyarakat secara keseluruhan terdiri dari individu-individu. Tetapi, ada pula tujuan lain yang dapat diraih dan lebih bermanfaat terhadap keseluruhan masyarakat dari pada keuntungan secara pribadi. Pelayanan sosial dapat melakukannya, misalnya, memperkuat kebijakan ekonomi. 

Di dalam kebijakan ekonomi akan tampak sebagai suatu jalan untuk mencapai kesamaan atau keadilan sosial. Oleh karena itu keduanya disebut sebagai instrumen baru dari perubahan sosial. Karena kebijakan ekonomi dapat juga terjadi sebaliknya, yang berarti bisa menjamin ketentraman sosial. Penyediaan kesejahteraan sosial seringkali menimbulkan pertentangan. Banyak sekali perbedaan dan pertentangan pandangan mengenai yang baik terhadap individu atau masyarakat. Buku ini berusaha untuk menjelaskan prinsip-prinsip yang dapat digunakan sebagai pegangan. Di dalam buku ini berusaha untuk menjelaskan berbagai nilai yang dapat dilaksanakan, menguji mulai dasar ketidak-setujuan dari prinsip-prinsip yang muncul, dan menghubungkan dengan prinsip dalam menghadapi isu praktis dalam usaha kesejahteraan.

KESEJAHTERAAN INDIVIDU

Dengan mendasarkan sesuatu itu baik bagi seseorang sesuai dengan kepentingannya berarti hal itu menuju kepada kesejahteraan. Feinberg menggunakan konsep tentang kepentingan kesejahteraan yang menunjuk pada kepentingan dengan mempertimbangkan sesuatu hal yang bersifat dasar. Termasuk kesehatan fisik dan raga, keutuhan fisik dan fungsinya, jika ada yang sakit atau cacat, kemunduran daya pikir, kestabilan emosi, tidak ada ketetapan hati (selalu gelisah) dan dendam, pertentangan di dalam kehidupan yang normal, sedikitnya kekayaan, pendapatan, dan jaminan keuangan, lingkungan sosial dan fisik yang menekan, dan beberapa kebebasan dari campur tangan orang lain. Kepentingan demikian merupakan dasar, dari pendapat Feinberg, karena tanpa kesemuanya itu seseorang tidak dapat menjadi seorang manusia. Dengan kata lain, kepentingan kesejahteraan merupakan kebutuhan-hal-hal di atas merupakan hal yang sangat penting.

Seorang psikolog yang bernama Maslow menulis tentang tingkatan kebutuhan, yang merupakan kombinasi dari kondisi yang harus dipenuhi setiap orang.

“ada paling sedikit lima tingkatan dari tujuan yang disebut dengan kebutuhan dasar manusia. Secara ringkas menyangkut kebutuhan psikologis, keamanan, cinta, penghargaan, dan aktualisasi diri. Kelima kebutuhan tersebut berhubungan satu dengan yang lain, yang dirancang sebagai tingkatan sesuai potensinya. Hal itu berarti bahwa kebanyakan potensi yang ada bertujuan untuk menuju kesadarannya. Meskipun potensinya kecil, terlupakan dan kadang disangkal. Tetapi ketika kebutuhan terpuaskan secara wajar dari tingkatan yang satu, maka kebutuhan lainnya yang lebih tinggi muncul dan ingin dipenuhi”.

Dengan kata lain, kebutuhan psikologis merupakan kebutuhan yang sangat penting daripada rasa aman, rasa aman lebih penting dari pada kebutuhan cinta, dan seterusnya. Di dalam konsep tersebut ada tiga masalah utama. Pertama, Maslow kurang lebihnya menekankan cinta – masih bisa dibantah – yang merupakan bagian dari keamanan. Kedua, hal itu kurang jelas karena kebutuhan dasar dibedakan menjadi bertingkat-tingkat secara keseluruhan. 

Di banyak kasus, penilaian dari ukuran tersebut dapat menjaga kebutuhan psikologis seseorang dapat berkurang dengan jelas jika kebutuhan yang lain tidak terpenuhi, banyak orang lebih suka menjadi kekurangan pangan dan mendapatkan kebebasan daripada kenyang tetapi hidup dalam penjara. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa seseorang peduli, tidak memperhatikan hirarkis, karena kebutuhan manusia itu saling ketergantungan satu dengan yang lain. Ketiga, sangat sulit untuk menerapkan pendekatan tersebut secara langsung dalam usaha kesejahteraan. Pendidikan sangat tidak penting bagi seseorang yang memerlukan kebutuhan emosional. Jika ada kebutuhan yang sangat mendesak mengenai pengolahan data di dalam komputer, kasus ini akan tidak diperhatikan.

LAYANAN SOSIAL DAN NEGARA KESEJAHTERAAN

Layanan sosial adalah pengembangan lembaga sosial untuk menyediakan berbagai kondisi dari ketergantungan yang diakui sebagai tanggung jawab bersama. Negara Kesejahteraan didasarkan atas pengakutan adanya ketergantungan sebagai suatu unsur hubungan sosial. Secara teoritis, negara kesejahteraan berusaha untuk melindungi seluruh warganya pada kondisi sebaik mungkin. 

Di dalam tataran praktis, negara kesejahteraan dapat ditelusuri, tidak dengan kondisi yang ideal. Negara bisa menyediakan layanan, sejauh intervensi negara dapat diterima dan syah, tetapi peran negara sesungguhnya sangat kompleks, yakni selain mengawasi ketentuan atau aturan kesejahteraan di seluruh masyarakat, menentukan peraturan, memberikan mandat, membangkitkan semangat , dan membuka saluran alternatif bagi ketentuan kesejahteraan.

ASAL MULA LAYANAN SOSIAL (SOCIAL SERVICES)

Pemikiran mengenai pelayanan sosial lazimnya digunakan sangat terbatas. Bidang khusus seperti pelayanan medis, jaminan sosial, perumahan, pendidikan, dan pekerjaan sosial. Titmuss menjelaskan di dalam esaynya bahwa pendekatan demikian sangat terbatas, dan hal itu mengarah ketidakkonsistenan di dalam diskusi mengenai kesejahteraan. 

Dengan menggunakan dua contoh terbaru dari banyak  contoh lainnya, dia   telah menulis tentang subsidi pemerintah  kepada petani penyewa disebut sebagai pelayanan sosial, tetapi peraturan mengenai subsidi, dan pengendalian ekonomi dari industri untuk peningkatan tenaga kerja tidak dilakukan. Penggunaan konsep demikian adalah kesewenang-wenangan.

Layanan sosial dapat dibedakan paling tidak dengan apa yang mereka lakukan daripada yang mana mereka lakukan. 

Di tempat pertama, pelayanan sosial harus merupakan aktivitas yang terorganisasi. Ketentuan kesejahteraan sosial dapat juga secara informal: seperti pelayanan yang dilakukan oleh keluarga dapat disebut pelayanan sosial ketika hal itu dilakukan oleh lembaga kesejahteraan. Pelayanan sosial sukarela lebih banyak daripada yang dilakukan oleh sukarelawan individual, atau bantuan tetangga, hal itu berarti bahwa ketentuan kesejahteraan sosial terus dilakukan oleh organisasi amal.

Kedua, pelayanan sosial didistribusikan kembali, yang dapat dikatakan, orang yang membayar tidak sama dengan orang yang memperoleh keuntungan. Banyak pekerjaan dan pelayanan meliputi kegiatan yang konteksnya berbeda, mungkin dalam pelayanan sosial, penjual makanan, akuntan, dan pegawai hotel sebagai contohnya. Namun, model pelayanan demikian tidak mengandung makna “sosial”, tidak sama dengan konsep di depan, di sini yang menyerupai adalah pemberian makanan, hak asasi kesejahteraan, atau penghuni rumah jompo. 

Banyak kegiatan terorganisir yang berkaitan dengan sosial dan pendistribusian kembali, tetapi tidak diklasifikasikan ke dalam pelayanan sosial. Pada umumnya menunjuk kepada pelayanan publik. Misalnya polisi, angkatan bersenjata, pembersih jalan, tukang parkir, dan banyak lagi yang berkaitan dengan pelayanan publik. Mereka melakukan pelayanan kolektif yang menguntungkan bagi semua masyarakat. Kasus yang sama, tentu, dapat dikatakan sebagai pelayanan sosial. 

Pelayanan kesehaan dan pendidikan diperlukan setiap orang di segala kesempatan. Keberadaan jaring pengaman sosial  di dalam jaminan sosial – dari belaian ibu sampai liang kubur, di dalam teori tidak selalu sama dengan praktik – yang asuransi terhadap banyak orang daripada akhirnya mendapatkan dirinya sendiri dalam kesulitan keuangan. Perbedaan antara pelayanan publik dan pelayanan sosial adalah akhirnya sangat sulit dibedakan. 

Perumahan umum, sebagai contohnya, dikatakan sebagai pelayanan sosial, dan perpustakaan umum juga disebut pelayanan publik. Tetapi keduanya merupakan penyediaan untuk publik, yang bisa berguna bagi individu yang mempergunakan dan dibiayai oleh yang lainnya.

Direvisi tanggal 30 Oktober 2019

Purwowibowo

Post a Comment

0 Comments